Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
pulang dari Boston


__ADS_3

Vino pergi ke tempat-tempat yang mereka kunjungi waktu itu, waktu yang singkat menorehkan kenangan yang indah, hanya menatap manik matanya membuatnya merindu.


Ketika lapar ia pun pergi ke kafe atau rumah makan sederhana bersama sang supir.


Hari mulai gelap setelah puas mengunjungi beberapa tempat menjadi kenang untuknya dan Gloria ia pun memutuskan untuk kembali ke apartemen setelah sholat isya' berjamaah di masjid. Vino keluar dari masjid, berjalan menuju ke mobilnya dan duduk di bangku belakang dengan menyandarkan bahunya."Pak kita pulang ke apartemen!" perintahnya pada sopirnya.


"Baik, Tuan!" jawab sang sopir dan mobil berjalan dengan kecepatan sedang meninggalkan masjid.


Dengan waktu satu jam mereka pun sampai di area parkir gedung apartemen. Mobil berhenti dan Vino keluar dan berjalan menuju lobby lalu masuk ke dalam lift yang membawanya ke apartemen ia menginap.


Vino telah sampai dan membuka pintu sambil mengucapkan salam. Raka menjawab salam Vino lalu menyuruhnya segara membersihkan dirinya. Pria remaja itu hanya mengangguk lalu masuk kedalam kamarnya. Dia pun pergi ke kamar mandi, tak lama kemudian, terdengar kucuran air setelah itu, ia pun keluar dengan hanya mengenakan handuk sebatas pinggang. Vino berjalan ke lemari dan mengambil baju lalu mengenakannya.


Kemudian ia keluar dan bergabung dengan kakek Raka dan Ayah Angga. Raka menoleh pada pria remaja yang duduk di sebelahnya dan menepuk bahunya. "Kau tidak ingin menemui kakak dan ponakanmu?" tanyanya pada Vino. Mendengar ucapan kakek Vino pun menoleh Raka lalu ke ayah Angga.


"Kakak sudah melahirkan?" tanyanya pada mereka berdua.


Sebelum mendapatkan jawaban dari mereka ia beranjak berdiri lalu berjalan dengan cepat menuju apartemen abangnya, Bara. Begitu sampai di pintu ia mengucapkan salam dan langsung masuk, Rika terseyum melihat kedatangan Vino sambil menjawab salam.


"Bunda kata kakek, kak Ratih sudah melahirkan?"


"Ada di kamar tamu, ke sanalah sudah di tunggu oleh kakakmu!" perintah Rika.

__ADS_1


Vino menuju kamar tamu ia pun mengetuk pintu, tak lama pintu terbuka Bara terseyum menyambut kedatangan adik iparnya itu. "Masuklah, dari pagi kakakmu itu cemas padamu takut kau melakukan hal yang negatif," kata Bara pada adik iparnya itu.


Vino masuk dan mendekati box bayi serta melihat dari dekat keponakannya itu.


keesokan harinya Vino memutuskan untuk pulang ke Indonesia bersama Rena, Setelah tiba di sana Rena tinggal beberapa hari di rumahnya Amar karena sang ayah dan dinas di luar kota setelah ayahnya pulang dari luar kota dia pun pulang ke rumahnya.


setelah kepergian kepergian Gloria Vino berubah menjadi dingin serta menyukai olahraga ekstrem dari beladiri, panjat tebing mendaki gunung, Parkoar balap motor hinga mobil dilakukannya


setiap hari Iya pulang lewat malam kemudian langsung dalam kamarnya tidur


besok pun juga begitu setelah pulang dari sekolah dia kan melakukan semua kegiatannya hingga larut malam akan kadang Pulang pagi ketika besoknya akan libur.


Haidar semakin kuatir semakin hari dia sulit menemui anaknya itu ketika waktu libur kadang dia sudah berangkat lagi begitu seterusnya salat tubuhnya dikuras habis untuk memenuhi hasratnya merupakan kekasih Hati dari


berapa wanita yang mendekatinya seketika patah hati pada waktu itu juga karena penolakan mentang-mentang dan dilakukan oleh Vino bahkan tidak ada seseorang yang minta tumpang aja wanita maka dia tidak akan pernah memberinya.


akhirnya banyak timbul rumor yang tak sedap beredar di sekolahannya, ada yang mengatakan Vino tidak normal atau orang yang dingin namun sudah tidak pernah menghiraukannya dia selalu melakukan aktivitasnya dengan senang hati tanpa pedulikan mereka yang berada di sekitarnya rasanya acu semakin menjadi-jadi ketika banyak wanita yang mendekatinya seolah dia menjaga jarak dari rasa hatinya.


ini juga membuat cemas ayahnya apalagi diketahui bahwasanya dia menginginkan jika nanti lulus dari SMU akan melanjutkan menjadi polisi kriminal,


"Apakah tidak bisa dirubah cita-citamu itu Lalu bagaimana dengan perusahaan ayah siapa yang memegangnya sementara Ayah ini sudah tua," kata Haidar.

__ADS_1


"Ayah tolong jangan juga ini sudah menjadi pendirian Vino jadi tolong jangan larang Vino, hanya itu yang bisa dilakukan untuk bisa melupakan semuanya Ayah tolonglah kita ini masih lama masih 2 tahun lagi kan aku lulus jadi tidak perlu risau kata,"


beberapa keluarga merasa tentang keputusan Vino menginginkan menjadi seorang polisi di bagian kriminal setiap kali Haidar menjelaskan bahwa di tempat itu sangat tepat bahaya nyawa menjadi taruhannya sekali lagi Haidar berkata tolong pertimbangkan lagi apa yang kamu inginkan karena jika kau bergabung di bagian kriminal Kamu jarang pulang Boy ayah akan rindu jika kau tidak pulang. tolong Ayah jangan cegah Vino ini sudah keputusan Vino jadi jangan dicegah lagi.


setelah itu pasti dia akan pergi keluar dengan menggunakan motor sport nya dengan sangat dengan kecepatan yang tinggi ia melintasi jalanan meleaya-leok diantara mobil-mobil yang ada di dalam kadang Haidar merasa kuatir dengan sang putra seolah setiap hari selalu saja menantang maut.


Kadang Haidar merasa bahwasanya anaknya itu sudah patah hati entah bagaimana caranya untuk bisa menyembuhkan hatinya itu Vino menganggap bahwa sesuatu yang ekstrim akan membuatnya merupakan sakit hatinya pada seorang wanita yang dicintai dan pergi tanpa berpamitan padanya itu yang buat dia begitu sama sakit hati merasa tidak dihargai dan merasa tidak dicintai serta tidak dibutuhkan itu yang ada dalam hati Vino


Vino selalu pulang larut malam ia akan membawa kunci sendiri maka dia bisa masuk rumahnya kadang pagi hari baru pulang dan keesokan harinya dia pasti tidak akan masuk sekolah.


Pak Haidar merasa sedih memikirkan putranya Apa yang mesti harus dilakukan


suatu hari ayah pun menegurnya kamu itu masih sekolah Boy setidaknya pulang jangan pagi jadi kamu bisa sekolah kalau kamu pulangnya pagi terus tidak sekolah katanya aku mau jadi polisi tapi kenapa sekolahnya jadi begini kata Haidar


baik Ayah besok tidak akan Vino ulangi Vino akan pulang di siang hari katanya sambil terkekeh


"Awas kamu ya Boy suka ngerjain ayahmu," kata pak Haidar


"Vin, dengar ayah ibumu pergi juga tidak pamit ke ayah sakit pun kita tidak bilang tapi ayah tidak menghukum diri ayah dengan kebut-kebutan dengan sesuatu yang menantang maut tidak pernah itu," kata ayahnya.


"Itu karena Ayah sudah tua sudah melewati fase itu kalau Ayah ikut-ikutan Vino jadi banyak ngetawain," kata Vino

__ADS_1


"Maksud Ayah itu bukan begitu Vin, maksudnya lakukan sesuatu yang berguna.


__ADS_2