
Vino berjalan keluar dari rumah sakit untuk membeli makanan, berbekal motor yang dipinjami oleh kesatuan, dengan berbekal motor itu di mengelilingi kawasan itu untuk mencari makanan dari sampai di bandara jam dua siang hinga senja.
Setelah berputar-putar akhirnya dia mendapatkan menu yang dia inginkan lalu kembali ke rumah sakit.
.
.
.
Vivi tersadar dari pingsannya di berada disebuah kamar yang terkunci dan merasa bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya. 'Aku ada dimana kenapa aku ada di sini?' batinnya. Gadis itu tersadar mengikuti liburan adalah keputusan yang salah, sekarang dia tidak tahu nasibnya bagaimana, sungguh dia sangat bingung sekarang.
Seorang wanita paruh baya masuk di kamarnya dan membawanya ke dalam kamarnya.
"Makanlah kau harus punya tenaga untuk bisa mempertahankan dirimu nanti, maaf hanya ini yang biasa ibu bantu," kata Wanita paru baya itu.
__ADS_1
"Apa Bibi bisa bantu saya keluar dari sini?" tanya Vivi.
"Maaf tidak ada yang bisa bantu kamu untuk keluar dari sini, dan saya tidak bisa bantu kamu," kata wanita paruh baya itu dengan tatapan sedih.
Vivi menghela nafas. "Apa makanan ini aman?" tanyanya pada wanita itu.
"Sangat aman tapi ...." Dia membisikan sesuatu pada Vivi.
"Itu yang di pesankan putri saya untuk di sampaikan ke kamu, tolong lakukan saja apa yang saya sampaikan padamu, saya tidak ingin kejadian putri saya sama dengan mu," kata berjalan menuju pintu hendak keluar.
"Apa?" tanya wanita itu.
"Aku mau pinjam mukena aku ingin sholat," kata Vivi pada wanita itu.
Lagi-lagi wanita itu tersenyum dan berbalik arah menuju lemari dan mengambil mukena dan sajadah. "Jangan menangis, mintalah pertolongan Allah ini aku taruh di sini dan jangan lupa makan," kata wanita itu sambil menaruh mukena dan sajadah di nakas lalu berjalan menuju pintu kemudian membukanya lalu keluar lagi serta menutup pintu setelah itu terdengar suara pintu terkunci dan langkah kaki menjauh.
__ADS_1
Vivi mulai menyuapkan makanannya dalam mulutnya, rasanya ia tidak nafsu makan kali ini tetapi benar kata bibi
itu harus mengisinya agar bisa melawan mereka dan melarikan diri dari sana.
Setelah makan dia bergegas berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu menunaikan sholat sholat ashar dan dhuhur karena si waktu dhuhur dia buat pingsan oleh orang-orang yang tidak bertanggung setelah itu dia berdoa memohon perlindungan Allah Tuhan pencinta alam semesta, Gadis itu menangis meratap menyesali keputusannya Bekerja di rumah makan tuan Beril.
Setelah puas menangis dia meletakkannya kepalanya di atas sajadah dan akhirnya dia tertidur masih dalam mengenakan mukena.
Adzan magrib membangunkannya, dia melepaskan mukenanya dan segera pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan menunaikan sholat magrib, saat gadis itu mengakhiri sholatnya dengan salam terdengar pintu terbuka. Dua orang wanita paruh baya masuk kedalam kamar itu dengan membawa peralatan makeup dan kebaya pengantin.
"Tunggulah sampai waktu adzan isya, agar aku bisa menunaikan sholat isya sebelum di arak di tempat terhina itu," kata Vivi
"Jangan menghina tempat itu, kau akan celaka," kata salah dari wanita tersebut.
"Aku tidak peduli lebih baik aku mati dari pada menjadi budak setan dari orang-orang yang kejam itu," kata Vivi.
__ADS_1