Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Bab 77


__ADS_3

Beril yang masih di ruangan begitu sangat marah. Dia menatap laptopnya dengan hati geram dan dia memanggil seseorang melalui saluran selulernya.


"Julian apa yang terjadi dengan sistem keamanan kita kenapa aku banyak kehilangan rupiah," keluhnya dengan nada tinggi.


"Maaf tuan tadi malam kita diserang sistem keamanan di bobol ini saya dan tim sedang memperbaikinya," jawab julian


"Baik segera lakukan aku tak mau semua yang telah ku kumpulkan hilang begitu saja," kata Beril


"Tapi ini aneh tuan yang di ambil hanya sejumlah itu, dan berhenti tiba-tiba tapi Anda jangan kawatir tuan kami akan segera memperbaiki sistem keamanan," kata Julian


"Ya sudah segera perbaiki!" katanya sambil menutup telponnya.


Beril meletakan handphonenya dengan sangat kasar di atas meja.


'Ah, sia-sia sudah apa yang aku lakukan selama ini, sekarang dia pergi uangnya juga pergi,' batinnya kecewa.


Dalam kegalauan hatinya handphone berbunyi tertera nama Bram di sana, dia menerima panggilan telponnya.


"Ada apa Bram?" tanya Beril


"Sonia sudah meluncur kesana mungkin beberapa menit kemudian dia sudah sampai," lapor Bram.


"Baik, Bram, terimakasih," kata Beril sambil tersenyum mengakhiri panggilan selulernya itu. Sudah tiga hari ini senjatanya belum direndam, hatinya akan sedikit terobati dengan kehadiran Sonia.


Beril bersenandung, walaupun ia kehilangan uang begitu banyak, dia tak terlampau sedih pasalnya uang itu sendiri dia rampok dari orang tua Rania untuk bisa menjebak gadis itu dalam genggamannya.


Tiga bulan lamanya dia menikmati tubuh gadis itu dengan gratis bahkan menguras seluruh kekayaan dari Ayahnya dengan menembus keamanan perusahaan dan membobol rekeningnya.

__ADS_1


Di matikan laptopnya duduk bersandar pada pada kursi kebesaran menunggu wanita yang akan segera memanjakannya. Dia masih ingat sebelum Rania masuk, Sonia lah yang menjadi penghilang dahaganya. Bahkan dialah satu-satunya yang mampu memanjakannya dan juga pelanggan.


Sepuluh menit dia belum datang juga, Beril masih menunggu hingga lima menit kemudian terdengar ketukan pintu dari luar.


"Masuk!" perintah Beril


Pintu terbuka, seorang wanita berpakaian seksi berjalan dengan anggunnya masuk keruangan kerja Beril.


"Tuan, Anda memangil saya?" tanyanya pada Beril


Tanpa menjawab pria itu bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri wanita itu.


Matanya terbelalak menatap wanita di hadapannya, terlihat nyata suatu pemandangan di balik gaun transparan yang dikenakannya, sangat pendek dan ketat mencetak seluruh body tubuhnya.


Beril menyentuh area bawah tubuh wanita itu yang tak tertutup kain.


"Aku rindu ini Sonia, ayo, kita keatas ada cara yang lebih indah untuk berbicara bukan," katanya sambil membelai lembut lembah indah tempat mereguk sari madu yang nikmat.


Beril keluar dengan menggendong wanita itu masuk dalam kamarnya, kemudian menurunkannya lalu mengunci pintu kamar dengan rapat.


Masih dengan deru nafas yang masih memburu dia memutar piringan hitam dengan lagu yang berirama nge-beat. Sonia mulai menari mengerakan tubuhnya dengan lincah.


Inilah yang dia suka dari sonia, wanita itu begitu pandai menari membuat gerakan yang membuat tubuh beril semakin memanas,


Pria itu mendekat dan mulai meraba dan mencumbui tubuh yang bergerak liar itu sambil menarik kain yang melekat satu persatu.


Gaira semakin tak terbendung di raihnya tubuh itu dan dihempaskan diatas peraduan lalu membuka seluruh rasa yang ada

__ADS_1


Kedua insan tanpa sehelai benang bertarung di atas ranjang, tubuh pria kekar nan gagah itu bergerak liar mencari kesenangan di atas tubuh molek nan indah deru nafas bersautan saling berlomba.


Suara erangan kedua manusia itu terdengar bersamaan tubuh Beril yang jatuh dan lemas di atas tubuh Sonia.


Masih belum melepaskan tautannya, Beril pun berbicara.


"Aku rindu sekali suasana ini sekarang kita mulai rapatnya," katanya sambil memagut kembali bibir indah itu sesekali dia bergerak dan menu s u k sangat kasar membuat sonia berteriak manja.


"Ahh, mana ada rapat seperti ini?" tanyanya.


"Ada, yaitu kita," katanya lagi sambil mengigit bagian atas gundukan indah milik sonia.


"Ahh, sakit tahu," katanya sambil menepuk keras bahu Beril. Pria itu berganti mengulum dan memainkan lidahnya kesana-kemari. "Bagaimana kalau begini? Apa enak?"


"Hem," jawab Sonia sambil memejamkan matanya.


Kemarin ada seorang wanita bernama Ratna dia masih perawan dan ingin menjualnya padaku dengan harga satu M, kaget lah aku. Namun ketika aku tahu bahwa kau lah yang menyuruhnya kesini aku begitu sangat senang. Apa kau bisa mencarikan wanita yang sukarela menjual itu akan ku beri lima puluh juta perorang," katanya sambil mengerakan tubuhnya liar lalu membenamkan dengan sangat kasar,"


"Ahh, kenapa kecil sekali bos aku minta, ahh ... seratus juta bos.


"Kau akan dapat bonus menarik," katanya.


"Apa?" tanyanya


"Aku, seperti ini," kata Beril sambil terkekeh.


"Sama saja Bos seratus juta dan Anda dapat bonus serta tambahan servis.

__ADS_1


"Ok! seperti sangat menarik, tambahannya harus lebih hot, dari ini," kata Beril lagi sambil menggoncang lebih kasar.


"Tentu akan ku buat Anda berteriak-teriak senang, Anda akan menikmatinya dengan sangat dahsyatnya dan tak kubiarkan Anda mengeluh .


__ADS_2