
Beril menatap semua anak buahnya meminta jawaban dari pertanyaan akan tetapi tidak ada yang bisa menjawabnya.
"Jadi kalian tidak tahu dimana Tuan Rayan berada?" tanya Beril pada mereka.
"Maaf tuan, saya tidak tahu," kata pria yang memberikan informasi padanya itu.
"Ck, kalian sebenarnya bisa apa sih? Ahh, kenapa semuanya jadi kacau begini.
Dalam kegalauan handphonenya berbunyi, lalu menerimanya. Apa?" teriaknya dalam sambungan teleponnya.
Rencana seperti semula lakukan saja," jawab lalu menutup telponnya dan menatap horor pada mereka.
"Cari mereka dan tangkap hidup-hidup kalau tidak bisa bunuh saja!" perintahnya pada anak buahnya dia sendiri pergi entah kemana, lalu ke enam orang suruhan berjalan ke arah rumah kosong. mereka memasuki beberapa lorong.
"Sebaiknya kita berpencar untuk mencari mereka," kata salah satu dari orang suruhan mereka.
"Baiklah," jawab yang lainnya.
__ADS_1
setelah itu mereka bergerak dengan senyap. akan tetapi semua itu justru lebih memudahkan Vino untuk mengeksekusi mereka, satu-persatu mereka tumbang tanpa erangan suara atau jerit kesakitan karena adu jotos.
Setelah satu persatu tumbang, mereka pun di ikat menjadi satu dan dibawah kesebuah ruangan yang menyerupai gudang Vino menguncinya dari luar.
"Apa kau bisa berjalan aku telah memberikan laporan mengenai keberadaan kita jadi pak Yuda akan mengirim seseorang untuk menjemput kami," kata Vino pada Belvi dengan tatapan yang tak terbaca.
Belvi mengangguk dan berusaha untuk berdiri, Vino membantunya untuk berjalan menuju jalan raya, yang tak lama kemudian mobil hitam berhenti di depan mereka salah satu dari mereka keluar dari melempar kode dijawab oleh Vino setelah itu mereka mempersilakan Vino masuk kedalam mobil.
"Bawa kami ke rumah sakit terdekat," kata Vino.
"Baik Briptu Vino," jawab kedua perwira polisi.
Beril memerintahkan untuk eksekusi malam ini juga, dan setelah itu dia akan kembali dengan helikopter.
Saat ini dia sudah berada dalam pesawat, dia masih ragu apakah akan terus menjalankan rencananya ataukah harus berhenti dan menunda atau tidak akan datang ke sana biar Harjo saja yang menikmati tubuh gadis itu, jika perasaan sudah tidak baik-baik saja itu tanda akan terjadi sesuatu, ini saja sudah terjadi sesuatu, ternyata Ruri bukan gadis biasa atau mungkin dia seorang polisi. 'Ah, kenapa aku begitu ceroboh,' batinnya.
Kepala Beril semakin berdenyut, entah kenapa nyalinya sekarang menciut.
__ADS_1
.
.
.
Mobil yang membawa Vino dan Belvi sudah sampai di rumah sakit, Dokter langsung memeriksa luka Belvi, dua perwira polisi itu pamit untuk melakukan persiapan penggerebekan di gua di mana biasa melakukan ritual.
Vino telah melaporkan kepada Kompol Yuda yang ternyata sudah berada di lokasi sehari sebelum dia dan rombongan Belvi berangkat.
"Vin!" panggil Belvi dengan suara pelan.
"Iya," jawab Vino sambil berjalan mendekat padanya.
"Bagaimana keadaan Vivi, apa dia akan selamat?" tanya Belvi pada Vino.
"Sudah jangan terlalu memikirkannya, serahkan semua pada tim dan semoga kita bisa menangkap Beril dan menjebloskan dalam penjara," kata Vino pada Belvi.
__ADS_1
Hari semakin siang perut Vino serasa keroncongan dia mengambil pistolnya dan menyimpannya di bawah bantal Belvi lalu berkata, "Aku akan mencari makanan, gunakan pistol itu saat ada dalam bahaya."
Belvi terseyum dan mengangguk, lalu pria itu keluar ruangan.