Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Bab 90


__ADS_3

Vivi menyapukan pandangannya pada ruangan goa yang hanya di terangi sebuah pelita yang terbuat dari bambu yang di gantung di beberapa dinding goa.


"Aku bicara padamu minumlah ini mereka tidak akan pergi sebelum kau meminumnya," ulang Harja.


Vivi menatap pria paruh baya itu dengan tatapan tajam, tanpa bicara dia mengambil gelas yang terbuat dari bambu itu lalu meminumnya, setelah selesai aku buang gelas bambu itu dengan kemarahan Vivi bertanya kepada mereka. "Apa kalian puas?" tanyaku.


"Hai, kenapa kau buang gelas bambu itu?" tanya Pak Harjo padaku.


"Kenapa apa kau keberatan?" tanya dengan keberanian muncul dengan tidak tiba-tiba.


"Tidak, tidak apa-apa, kau boleh membuangnya besok akan ku buatkan lagi," jawab Harjo


pria itu menatap seluruh penduduk kampung yang ikut melepas gadis itu untuk di jadikan tumbal ritual itu.

__ADS_1


"Kalian boleh pulang tunggu satu Minggu kemudian," kata Harjo pada mereka.


"Jangan sekali-kali kamu menipu kami, setelah Sari menjadi tumbal persembahan sampai sekarang belum ada hujan," protes mereka.


"Itu karena Sari tidak bisa memuaskan pangeran yang menunggu gua ini," jawabnya pada mereka.


"Baiklah saat ini kami percaya, tetapi sampai satu minggu belum ada hujan maka kami tidak akan pernah percaya padamu lagi dan kami akan melaporkan perbuatanmu kepada pihak yang berwajib," kata salah satu orang yang berada di situ. setelah itu mereka pun pergi jadi Gua kembali ke rumahnya masing-masing.


Mereka pun pergi meninggalkan gua itu dan Harjo menatap heran pada gadis itu mengapa tidak kunjung tidur, apa dia telah salah meramunya? Apa dosisnya kurang? Harjo terus berfikir.


"Kalau begitu berbaringlah di atas batu itu," kata Harjo dengan hati yang bahagia senyumnya terbit sebab dia mengira bahwa obat yang di berikan olehnya mulai bereaksi.


Vivi membaringkan tubuhnya diatas lempengan batu sambil berdoa meminta pertolongan kepada Allah, dia memejamkan matanya dan lelaki paruh baya itu pun keluar, dan terdengar suara deru kendaraan di telinga Vivi kemudian tidak terdengar lagi tetapi dia mendengar suara tuan Beril.

__ADS_1


Sekarang dia yakin bahwa memang tuan Beril yang merencanakan ini semua, Vivi mulai sedikit panik dan takut, dia berharap apa yang dikatakan oleh wanita yang mengaku sebagai sari itu benar, bahwa tempat ini sudah di kepung oleh polisi.


Harjo dan Beril masuk kedalam, Beril ingin memeriksa gadis tersebut.


"Cantik sekali, apa tidak ingin Anda miliki sendiri tuan, sepertinya tubuhnya sangat menarik, aku tadi sempat memeriksanya waktu dia masih dalam pengaruh obat bius.


"Apa? Kenapa kau lancang sekali Harjo? Apa yang kau lakukan padanya, jangan coba-coba melakukan hal yang tidak ku suka Harjo," bentak Beril.


"Tidak tuan hanya melihat saja dan menyentuh sedikit, benar-benar putih tuan itunya juga, apa tuan tidak ingin membuka segel terlebih dahulu?" tanya Harjo sedikit ketakutan.


"Tidak ada bekas gigitanmu kan? Aku yakin kau tidak cuma menyentuhnya tapi menciuminya juga," tanya Beril.


"Betul tuan maafkan saya," kata Harjo.

__ADS_1


"Sudah di pesan dengan harga satu 1M Harjo dan dia menginginkan yang benar-benar masih perawan, sebenarnya dia menginginkan Ruri, sayangnya ternyata dia bukan wanita sebarangan, hingga bisa kabur dari anak buahku," jelas Beril pada Harjo


Tanpa sepengetahuan mereka di gua itu sudah di pasang penyadap sehingga apa yang mereka katakan akan terekam jelas dan langsung terkirim di markas kepolisian pusat kota itu.


__ADS_2