Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Pertemua Sekaligus Perpisahan


__ADS_3

di dalam kesempatan itu Gloria bercerita tentang perkenalannya dengan seorang pria yang saat ini yang sangat mencintainya dan dia itu juga mencintai pria itu.


"Belvi maukah kau menggantikanku untuk menjadi kekasihnya aku tak sanggup melihatnya sedih," kata Gloria.


"Aku tidak mau, aku ingin kau sembuh, Kau akan mendapatkan tulang sumsumku, kau akan sembuh, Glo," kata Belvi.


Gloria terseyum, lalu ia meminta Alquran kepada Abraham dan di saat itulah dia membaca dengan duduk bersandar pada tumpukan bantal di hadapan saudara kembarnya itu. suara yang merdu membuat tubuh dan hati Belvina bergetar tidak pernah merasakan ini sebelumnya.


Setelah selesai, dia memanggil ayah kandungnya dan saudara kembarnya.


"Dad, Belvi!" panggilnya.


Albert dan Belvi mendekati ranjang Gloria.


"Dad aku ingin berbaring?" kata Gloria


Albert pun menata bantal lalu membantu putrinya itu berbaring, Gloria tersenyum lalu meraih tangan Belvi dan ayahnya


"Bunda Ambilkan hijab yang lain untuk ku," pinta Gloria pada Katarina


Katarin mengambil hijab lalu berjalan mendekati ranjang Gloria kemudian memberikannya kepada gadis itu "Ini sayang," kata Katerina


dengan masih menggenggam tangan ayah dan saudara kembarnya itu ia pun berkata, "Dad, Belvi, Aku sangat menyayangi kalian Aku ingin bersama kalian maukah kalian menjadi mualaf aku berdoa pada saat ini agar Dadd dan saudaraku dibukakan hatinya untuk bisa menerima cahaya dari Allah membimbing langkahnya seperti membimbing langkahku, aku tidak memaksa kalian tapi itulah keinginanku."


lalu Goria menatap Belvi. "Aku sangat ingin kau menggantikanku di hati Vino dan itu hanya bisa jika kau menjadi mualaf Belvi, hijab ini adalah cintanya untukku maka kuberikan padamu agar kau menjaga pria itu karena hatinya sangat lembut, jika kau memang sudah siap maka pakai hijab ini dan raihlah cintanya untukku." Gloria memasang hijab pemberian Vino kepada Belvi, Dia memakai hijab yang lainnya kemudian dia memanggil Ayah angkatnya. "Ayah!"


Abraham pun buru-buru mendekati putri angkatnya itu "Ada apa sayang?"

__ADS_1


"Aku menitipkan surat pada Rena tolong katakan padanya untuk memberikan surat itu dua minggu setelah hari ini," kata Gloria.


"Baiklah, sayang, ada lagi yang kau inginkan?" tanya Abraham


Aku ingin menyampaikan pesan melalui video padanya, Balvi, tetapi pesan ini harus kau sampaikan, ketika kau bisa mewujudkan keinginanku tetapi jika tidak, maka jangan pernah kau sampaikan selamanya.


"Baiklah, walau aku berharap kau menyampaikan sendiri, " kata Belvi menatap saudara kembarnya.


Abraham mulai merekam apa yang akan di sampaikan oleh Gloria setelah selesai ia kirimkan video itu ke nomer Belvi dan juga ke nomernya sendiri.


"Aku sangat lelah Bun ingin tidur sebentar saja bisakah kalian meninggalkan ruanganku?"


"Baiklah, sayang," kata Katarina.


Semuanya meninggalkan tempat itu tapi saat Belvi melangkah kaki keluar tangan Gloria meraih tangan Belvi.


"Aku ingin kau menemaniku di sini," kata Gloria


kata Belvi duduk didepan ranjang saudarinya.


Tak seberapa lama kemudian Gloria terpejam dengan senyum yang ada di bibirnya ia memegang jemari tangan Barbie namun tiba-tiba tangan itu semakin melemah melemah melepaskan genggaman tangan saudari kembar.


"Dad!" teriak Belvi


"apa dia tidur? Aku tanya sekali lagi Apa dia tidur?" teriak Belvi


Abraham mengecek detak nadi, dan nafas lalu memanggil dokter dan dokter pun memeriksa dan memastikannya

__ADS_1


Gloria sudah meninggal.


Abraham mengucap, "inalillahi wainailaihi rojiun."


Gloria dinyatakan meninggal pukul 14.00 waktu Boston.


Albert terduduk lemas baru dua jam yang lalu dia bertemu dengan putrinya sekarang ia harus kehilangan selamanya dengan Angga gontai dia keluar dari ruangan itu tak sanggup melihat tubuh putrinya yang baru dilihatnya.


Abraham mengurus kepulangan jenazah Gloria ke kediamannya. setelah ambulans siap jenazah dimasukkan ke dalam mobil dan diantar di rumah Abraham Katrina pulang dengan menggunakan taksi menyiapkan semua persiapan untuk pemakaman di rumah beberapa tetangga yang mengetahui itu langsung membantunya satu jam kemudian mobil ambulans pun datang jenazah Gloria. Dikeluarkan dari mobil ambulans dan dibawa masuk kedalam rumah prosesi pemandian jenazah hingga pemakamannya dilakukan dengan hikmat. Tempat pukul 17.00 jenazah sudah dikuburkan.


Abraham merangkul Albert dan berkata ikhlaskan setidaknya sebelum pergi dia telah bertemu denganmu dan juga saudara kandungnya dan kau pun juga bisa bertemu dengannya sebelum dia dimakamkan itu adalah anugerah yang terbesar jadi ikhlaskanlah kata Abraham pada Albert Ia hanya mengganggu karena sesungguhnya dia tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini bahkan kata-kata yang diberikan padanya seperti menguap begitu saja Iya berjalan ke lantai meninggalkan pemakaman sang anak menuju kediaman Abraham Ia memutuskan untuk tinggal beberapa saat di sana sambil sering kali menjenguk makam putrinya.


Di Indonesia saat Vino telah dalam tidurnya tiba-tiba saja dia terbangun, karena bermimpi seorang wanita yang berjalan belakangnya postur tubuhnya seperti Gloria terus jalan cepat lalu menghilang dia memanggilnya dengan keras mencarinya kemana-mana tapi bayangan itu hilang begitu saja.


Dia pun bangkit dari ranjangnya keluar dari kamarnya menuju dapur untuk mengambil air minum terasa tenggorokannya begitu kering karena telah berteriak-teriak dalam mimpinya.


Dia membuka lemari es dan mengisi gelasnya dengan air minum lalu meminumnya hingga habis. setelah itu dia duduk di kursi meja makan sambil berpikir mimpi apakah dia hatinya pun terasa hilang, dia tidak tahu perasaan apa ini.


Dia kembali ke dalam kamarnya mencari ponselnya apa ada sesuatu yang membuat hatinya seperti ini. Namun, tak ada pesan apapun juga tak ada panggilan telepon dari siapapun.


Dia kembali membaringkan tubuhnya berusaha untuk tidur kembali tapi dia tidak bisa memejamkan matanya hingga terdengar denting bunyi jam dinding menunjukkan pukul 03.00 dini hari Dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


.


Setelah selesai ia berganti pakaian dengan memakai baju koko dan sarung lalu menunaikan salat tahajud dan melanjutkan membaca Alquran hingga waktu subuh setelah itu dia pun bersama ayahnya ke ke masjid untuk melaksanakan salat subuh.


Hingga matahari pun bersinar terang tak ada kabar pun yang bisa menentramkan hatinya, dia mencoba menelpon Gloria tapi handphonenya tidak ada sahutan, kembali dia coba tetap tidak ada sahutan. Akhirnya ia memutuskan akan menelpon malam hari.

__ADS_1


Vino duduk di kursi meja makan untuk sarapan pagi tak Ada selera buatnya untuk menghabiskan sarapannya namun sang ayah selalu mengatakan tidak boleh menyisakan makanan maka ia menyelesaikan makanan makannya dengan sangat lambat. Setelah itu dia bentuk pamitan pada ayahnya untuk berangkat sekolah dengan hati yang masih gundah.


tak ada alasan baginya untuk tidak berangkat sekolah walau dia sangat gelisah.


__ADS_2