
Selesai dengan sonia dia bergegas masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. setelah itu berpakaian rapi, Sonia menatap pria itu, lelaki yang di cintainya tak puas hanya satu wanita saja padahal semuanya telah diberikan pada Beril.
Keremajaannya, bahkan ketika dia di minta untuk melayani orang lain dia pun bersedia, agar sang kekasih tidak meninggalkannya. Tetapi sang kekasih tetap meninggalkannya dan melakukan hubungan dengan orang lain.
"Kenapa kau menatapku begitu?Apa ingin lagi?" tanyanya terkekeh.
"Kalau iya apa bos akan menarik ku ke sini," kata Sonia
"Kamu mau di sini? Kalau mau di sini gak apa-apa, jadi aku dapat asupan gizi setiap hari darimu," jawabnya terkekeh.
"Tidur lah lagi! kalau sudah Fit aku minta bonus tambahannya seratus juta sudah ku transfer ke rekening mu.
"Hem, Bos mau kemana?" tanya tanya Sonia.
"Lihat karyawan sambil mencari target," katanya sambil tertawa dan berjalan keluar kamar dan berjalan masuk kedalam lift lalu pintu tertutup dan benda itu bergerak ke bawah setelah sampai, pintu terbuka dan Beril keluar dan berjalan menuju restorannya.
Dia tersenyum saat melihat Ruri sedang bekerja mengantarkan menu makan dan minuman ke meja pesanan.
Beril teringat tadi malam saat dia mengejar taksi online di tumpangi oleh Ruri sehingga dia memindai tubuh Ruri dari atas hingga bawah dan apa gadis ini menginjak tanah, ketika tahu Kenyataan yang ada Beril pun tertawa. 'Kenapa dirinya begitu jadi penakut padahal selama ini bisnisnya lancar karena berbau mistis untuk menipu masyarakat yang ada di sana agar mendapatkan gadis yang di inginkan.
Pria itu berjalan mendekati Ruri, dirampasnya napan dan di letakkan di atas meja dan di tariknya tangan Ruri agar mengikuti langkah kakinya.
Dia berhenti di tempat duduk paling ujung.
"Duduk!"perintahnya
__ADS_1
Ruri pun duduk di depan Beril.
"Ada apa, Pak? Saya ini kan sedang bekerja, kenapa Bapak membawa saya kemari?" tanya Ruri pada Beril.
"Aku mau tanya, Mobil taksi kemarin itu mobil sungguhan apa jadi-jadian?" tanya Beril pada Ruri.
Ruri pun tertawa terpingkal-pingkal. "Kenapa kau tertawa seperti itu? Aku sedang bertanya padamu," protes Beril.
Ruri masih belum menghentikan tawanya, setelah beberapa saat kemudian akhirnya dia menguasai dirinya. "Maaf, Pak, habis Bapak lucu sih masak ada mobil jadi-jadian, Bapak yang kemarin hantu dong dan saya juga hantu apa Bapak tidak takut," jawabnya sambil masih tertawa.
"Saya ini serius Ruri, kemarin malam itu saya sedang mengikuti mobil mu tiba-tiba mobil itu berjalan dengan sangat kencang sekali sampai saya tidak bisa mengejarnya lalu menghilang setelah melewati TPU, bagaimana saya tidak curiga coba?"
"Itu karena saya dapat telpon dari tetangga bahwa si mbok jatuh dan di larikan ke puskesmas itu sebabnya supir taksi mengendarai mobilnya sangat cepat sekali," jawab Ruri.
"Tentu saja tidak tuan, aku kira tuan tidak percaya akan hal-hal seperti itu," kata Ruri.
"Ya tergantung, kalau saya melihat sesuatu dengan mata kepala saya tentu saya akan percaya tapi kalau semua itu hanya sebuah cerita jelas saya tidak percaya, ya sudah kembali bekerja," kata Beril pada Ruri.
Sementara itu Vino yang baru saja mengantarkan Belvi, memacu mobil menuju perusahaan tuan Yuda. Tiga puluh menit akhir dia sampai di gedung perkantoran yang megah.
Vino berhenti di basement dan keluar dari mobil lalu berjalan melewati lobby dan masuk kedalam lift setelah itu pintu tertutup dan benda itu bergerak menuju lantai atas.
Sesampainya di sana pintu terbuka dan Vino berjalan menuju ruangan pribadi tuan Yuda. Vino mengetuk pintu tiga kali dan terdengar suara menyuruhnya masuk lalu dia memutar kenop pintu dan terbuka, Vino masuk kedalam.
"Silakan duduk Briptu Vino," sambut Bareskrim Yuda.
__ADS_1
Bagaimana mana sudah dapat informasi dari Briptu Belvi. Sejauh ini info tentang penjaringan wanita yang masih perawan ada di sana pak setiap wawancara yang di tanyakan terlebih dahulu adalah itu dan akan ada bonus berupa uang dan libur untuk wanita yang seharusnya masih perawan dan jaminan bisa masuk kerja, dan yang utama harus cantik, Pak, dan info terakhir saya dapatkan dari dia ada karyawati yang tiba-tiba saja menghilang setelah sebelumnya Briptu Belvi di tawari lima ratus juta untuk menemani minum seorang pengusaha, Pak," lapor Briptu Vino pada Yuda.
"Siapa nama dari karyawati itu?" tanya Yuda.
"Dia bernama Ratna, Pak," jawab Vino.
Kita harus menyusup ke jaringan keamanan data karyawati di sana, Briptu Belvi tak akan pernah tahu siapa saja kandidat yang akan di bawa ke desa terpencil itu," kata Yuda.
"Jelas yang pertama di bidik ya Briptu Belvi, Pak Yuda," kata Vino dengan expresi datar dan dingin.
Yuda tertawa melihat reaksi Vino. "Kenapa Anda begitu kesal kalau tidak ingin dia menjalani tugas yang beresiko, nikahi saja dan suruh berhenti dari kesatuan itu akan lebih aman," kata Yuda.
Vino melebarkan matanya terkejut dengan apa yang dikatakan Yuda, dia mendongak dan menatap Yuda dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Kenapa kamu heran dengan kalimat saya? Saya tahu kamu punya perasaan pada Briptu Belvi sementara Briptu Belvi juga demikian, sayangnya kalian sama-sama jual mahal, sehingga tidak ada titik temu," kata Yuda.
"Bukan begitu Pak permasalahannya, sebenarnya saya dulu mencintai saudara kembarnya, jadi saya belum tahu pasti perasaan saya sebenarnya sama dia, cuma saya selalu saja ingin marah jika dalam penyamaran selalu di lirik dan akan di lecehkan, berkali-kali saya bilang untuk mundur dari kasus ini karena tuan Beril itu sangat licik dan licin, kemarin saja maksa mengantar pulang Briptu Belvi," keluh Vino.
Yuda tertawa. "Kamu sedang cemburu?" tanya Yuda.
"Tidak, bukan itu, Pak," elak Vino.
"Begini saja saya tugas kamu mengawalnya, sambil mencari informasi yang lain, ada ruangan dengan peralatan IT yang lengkap di sebelah ruangan ini kita harus tahu siapa saja mereka dan akan di jual di mana?
Menurut prediksi saya mereka telah di pesan sebelum di ajak ke sana karena mengacu pada peristiwa yang terjadi pada Sari Juga Rania, setelah mereka di bawah di gua dekat air terjun itu mereka diberi minuman mengandung obat tidur dan perangsang, setelah tidak sadarkan diri mereka akan di bawa ke orang yang telah membelinya, jika wanita itu berasal dari desa itu maka kemungkinan besar mereka telah mengambil foto -foto Sari sebelum di pilih menjadi gadis yang harus menikah dengan penunggu gua itu," jelas Yuda.
__ADS_1