
Kabar pernikahan yang akan digelar Denny dan Mariam, sudah tersebar pesat di seluruh penjuru Desa. Tak luput dari berita yang tersebar itu, Santana turut menerimanya. Ada kegamangan yang mendera di dalam hati Santana.
"Mariam, Shaka, kalian berhak bahagia" gumam Santana lirih. Hatinya yang selama ini membatu, kini luluh jua oleh tangis. Santana menyesali dirinya yang tidak bertanggung jawab atas Mariam, dan Shaka.
Namun, sesal kini tinggal sesal. Waktu tidak akan bisa diputar kembali. Berandaipun tiada berguna.
Flash back
Santana melangkahkan kakinya dengan perasaan berat. Ia terus menoleh ke belakang melihat Mariam, dan juga Shaka yang kala itu menyaksikan kepergian Santana. Andai Santana saat itu punya harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tentu ia tidak perlu pergi.
Santana merantau ke negeri orang, setelah satu minggu lebih membujuk Mariam untuk mengizinkannya. Diajak seorang teman yang adalah kekasih dari Asih saat itu. Karena satu dan lain hal, Santana pun memutuskan untuk mencoba mencari peruntungan agar bisa memenuhi kebutuhan Mariam, dan Shaka.
Bagi Santana, keluarga kecilnya itu adalah segalanya. Potret dua orang penyemangat hidupnya itu selalu terselip rapi dalam dompetnya. Untuk sesekali menjadi pelepas rindu saat ia berada jauh di sana.
Namun, saat itu Arifin yang merupakan kekasih Asih ternyata tidak langsung membawa santana ke tempat yang dijanjikan. Arifin mengajak Santana menginap dahulu di rumah Asih, yang kala itu sudah mempunyai anak di luar pernikahan. Tentu saja, dia adalah Dicky, anak hasil hubungan gelap Arifin dan Asih.
Santana yang tidak memiliki rasa curiga, menyetujui saja ajakan Arifin. Tanpa diduga, malam hari saat Santana tertidur, Arifin bersekongkol dengan Asih untuk menjebak dan mengambing hitamkan Santana. Di sebuah kamar yang saat itu Arifin sediakan untuk tidur Santana.
"Asih, dengarkan aku! Kamu tahukan aku punya istri dan aku tidak mungkin bisa menikah dengan kamu," papar Arifin. "Demi anak kita, Dicky, kita harus melakukan sesuatu," imbuh Arifin. "Berjanjilah untuk bersedia melakukannya," rayu Arifin sembari memegangi kedua tangan Asih.
Meski hatinya sedih, atas buaian dan rayuan yang keluar dari mulut manis Arifin, akhirnya Asih bersedia melakukan rencana jahatnya bersama Arifin. Arifin memerintah Asih untuk masuk kamar Santana tanpa busana. Setalah itu Arifin melapor pada warga bahwa dirinya memergoki Santana dan Asih sedang berzina.
Tak ayal semua warga langsung menggerebek rumah Asih. Santana yang kala itu sedang tertidur pulas sama sekali tak mengerti apa yang sedang terjadi. Santana hanya kaget melihat Asih ada bersamanya tanpa kain penutup tubuh.
__ADS_1
Santana bersumpah bahwa dirinya tidak melakukan apa-apa pada Asih. Namun, mulut jahat Asih mengiyakan tuduhan itu. Dengan bukti itu, warga menikahkan Santana dan Asih secara paksa.
Hancur sudah harapan Santana untuk membahagiakan keluarga kecilnya. Jalan yang ia tempuh malah menjadi bumerang untuk dirinya dan keluarganya. Arifin mengancam Santana kalau sampai ia tidak mau menikahi Asih maka, Arifin dan dan semua warga akan merajamnya.
Berada di bawah tekanan yang dahsyat, mau tak mau Santana menerima pernikahan itu. Arifin juga mengancam akan melenyapkan Mariam, dan Shaka kalau sampai ia berani kembali pada Mariam. Bagai kerbau yang dicucuk hidungnya, atas pilihan yang berat itu Santana hanya bisa pasrah dan menurut.
Setiap hari menjadi beban terberat dalam hidup Santana. Ia harus menjadi tega walau tujuannya adalah menyelamatkan Mariam dan Shaka dari kejahatan Arifin. Semua kejadian itu merubah sikap Santana yang semula baik menjadi sangat pemarah.
Arifin meninggalkan rumah itu setelah 3 hari pernikahan Asih dan juga Santana. Sementara Santana harus menjalani pernikahan yang bagai kutukan itu dengan Asih. Dicky yang kala itu usianya tidak terpaut jauh dengan Shaka memanggil-manggil Santana dengan sebutan Ayah.
Andai ia tidak ingat pada Shaka di rumah yang juga seusianya, mungkin dirinya tak sudi menjadi ayah dari anak orang jahat seperti Arifin. Apa mau dikata, perasaan iba Santana membuatnya mengalah dan menerima Dicky di kehidupannya. Semakin hari Santana semakin berubah.
Itulah tabir yang menutup misteri di balik perlakuan tega Santana pada Mariam dan Dicky. Sebenarnya Santana tak pernah menikmati hidupnya lagi setelah itu. Semua yang di lakukannya adalah atas dasar tekanan dari orang lain.
Sejak saat itu, Santana tak pernah berani menampakkan diri di hadapan Mariam, ataupun Shaka. Santana selalu pergi dan pulang ke rumah Asih. Beberapa orang ada yang mengetahui hal itu, diantaranya keluarga Ali, dan juga keluarga Reyhan yang tak lain teman bwrmain Shaka. Namun, ancaman Arifin terhadap mereka rupanya mampu membungkam mulut mereka untuk tidak mengatakannya pada siapa-siapa.
Flash back off.
"Aku hanya sampah yang tidak berguna, Mariam!" jerit Santana merutuki dirinya sendiri. "Maafkan aku Mariam, maafkan Ayah, Shaka" tangisnya pecah tak tertahan lagi. Santana menjambak rambutnya frustasi.
Asih mengintip Santana dari celah pintu kamar yang sedikit terbuka. "Oh, jadi si wanita bod*oh itu mau menikah sekarang? Baguslah artinya aku tidak perlu lagi bersusah payah menyingkirkan dia," batin Asih. Senyum kemenangan pun membias di bibir Asih.
Asih melangkah perlahan menghampiri Santana. Berharap Santana mau menerima perhatian Asih terhadapnya. "Mas, sudah jangan disesali... toh Mariam itu memang sudah jadi pengkhianat sejak dulu," tuduh Asih seraya mengusap-usap bahu Santana.
__ADS_1
"Diamlah kamu wanita ular!!!" bentak Santana yang langsung berdiri dan mengangkat tangan hendak menam*ar Asih. "Kamu bersama Arifin lah yang membuat aku harus menjadi jahat di mata mereka." "Cih, dasar tidak tahu malu," hardik Santana lalu melangkah ke luar kamar.
Santana duduk sembari memandangi potret usang dari Mariam, dan juga Shaka. Andai dikeluarkan, mungkin jeritan hati Santana mampu tembus langit ke tujuh saat itu. Namun, perasaan itu kembali ia kubur dalam-dalam.
Bagaimana mungkin hidupnya akan menjadi sedemikian hancur berkeping-keping. Andai dulu ia mendengar kata-kata Mariam agar tetap di sana, pastilah dirinya sudah bahagia walau hidup dalam kesederhanaan. Sayang seribu kali sayang kemalangan harus ia terima.
Santana mengubah dirinya menjadi raja tega demi menutupi kelemahannya. Padahal hatinya selalu bergetar bahkan ketika hanya mendengar nama Mariam di sebut. Ingin rasanya ia kembali seperti dulu tapi, semua itu tidak akan mungkin lagi untuk saat ini.
Sampai pada saat di mana dirinya memutuskan untuk melepaskan Mariam, dirinyalah yang paling tersiska. Semua itu Santana lakukan agar Mariam menemukan kebahagiaannya meski pun harus berpisah dengannya. Pengorbanan cinta ini sungguh terasa nyeri hingga ke ulu hati.
Jalan takdir yang sangat rumit untuk dipahami dan sulit di mengerti oleh semua orang. Termasuk Santana, author dan mungkin juga readers. Kini tinggal sisa-sisa pedih yang menempel di dinding hati Santana.
Bersambung....
Hai readers... gak bosan-bosan author ingatkan untuk menunggu update selanjutnya sambil kita mampir yuk, ke karya teman author yang cukup famous.👇👇👇
Judul : After Darkness
Penulis : SkySal
Hanya karena beberapa lembar foto bersama bossnya, Elsa harus terkena masalah besar yang datang dari putra bosnya yang bernama Robin Sriwijaya.
Robin menuduh Elsa sebagai salah satu simpanan ayahnya sehingga Robin balas dendam dengan menjadikan Elsa pelayan dirumahnya. Namun Elsa bukanlah wanita yang lemah seperti yang Robin fikirkan. Elsa arogan dan keras kepala yang justru membuat Robin semakin marah hingga akhirnya Elsa mengalah dan lebih memilih menyerang Robin dari hatinya.
__ADS_1
Bisakah Elsa melakukannya?