Ibu, Izinkan Aku Bahagia

Ibu, Izinkan Aku Bahagia
BAB 86 Membeli Cilok


__ADS_3

"Sayang, Ibu membuatkanmu teh manis hangat. Minumlah dulu untuk meminimalisir rasa mual," tutur Denny sembari memberikan secangkir feh manis hangat.


Mariam yang kala itu sedang berbaring, merubah posisinya menjadi duduk. Lalu, ia meminum teh buatan ibu mertuanya itu. Beberapa teguk kemudian ia berbaring lagi.


"Kamu tetaplah istirahat. Aku harus menjempuat Jagoanku. Pasti dia sudah menunggu di sana," ucap Denny.


"Baiklah, Mas, hati-hati." Pungkas Mariam.


Denny pun bergegas ke luar untuk mengemudikan sepeda motornya dan pergi menjemput Shaka. Dengan mahir ia mengendalikan stang sepeda motornya. Sampai tak lama ia pun sampai di depan sekolah Shaka.


"Paman Denny, Paman sedang menunggu Shaka, ya?" ujar salah satu teman Shaka yang sudah berada di gerbang sekolah itu.


"Iya, apa adik melihatnya?" Denny mengembangkan senyum.


"Sebetar lagi juga akan ke luar, Paman," jawab bocah itu, lalu ia pergi karena jemputannya sudah datang.


5 menit kemudian. Terlihat Shaka yang spertinya sedang mencari keberadaan Denny. Denny pun melambaikan tangannya berusaha agar bisa terlihat oleh Shaka. Benar saja, Shaka langsung tersenyum menghampiri Denny sengan sedikit berlari. "Ayaaaah!" teriak Shaka senang.


"Hey, Jagoan, apa hari ini belajarmu menyenangkan?"


"Sangat menyenangkan, Ayah." Jawab Shaka singkat seraya mencium punggung tangan ayah kesayangannya itu.


Mereka pun langsung pulang. Mata Denny mengincang Shaka dari kaca spion sepeda motornya. Ia tersenyum-senyum sendiri melihat wajah bocah yang menggemaskan itu. Sepertinya , Shaka sangat ceria hari ini.


"Ayah, apa Shaka boleh minta itu," tujuk Shaka pada jajanan sederhana berbentuk bulat yang berbahan dasar tepung dan aci atau tapioka, yang dijajakan oleh seorang pria tua.

__ADS_1


Tanpa berkata tidak, Denny langsung menepikan sepeda motornya dan berhenti untuk menuruti keinginan Shaka, membeli jajanan yang diketahui bernama cilok itu.


"Pak, saya mau beli," ujar Denny. Sementara Shaka tetap diam di atas sepeda motor.


"Boleh, Pak, silakan. Mau berapa? Harganya seribu dapat 2," kata Pria Tua itu.


"Kalau begitu 10 ribu saja."


Pria tua itu langsung melayani Denny dengan cekatan. Ia memasukkan satu persatu cilok ke dalam plastik sesuai jumlah yang dibeli. Lalu, dengan sopan ia menyerahkannya pada Denny.


"Ini uangnya, Pak," seloroh Denny memberikan uang satu lembar senilai 100 ribu rupiah.


"Maaf, Pak, belum ada kembalinya," ucap si Pria Tua itu dengan wajah canggung.


"Kembalinya simpan saja untuk bapak," jawab Denny seraya tersenyum.


"Terima kasih, Ayah. Semoga Allah membalas kebaikan Ayah," tutur anak itu membuat Denny tak bisa berkata tidak.


"Makanlah Sayang, atau kamu ingin menunggu sampai di rumah saja?"


"Iya, Ayah .... Shaka akan mengajak Ibu, dan Nenek untuk makan ini." Jawab Shaka.


Tidak lama kemudian. Mereka sampai di rumah. Shaka menghambur ke dalam untuk mengajak Mariam dan Neneknya itu makan cilok. Namun, karena Mariam sedang iatirahat, akhirnya Shaka hanya makan ciloknya bersama sang Nenek.


"Ayah mau coba tidak?" tanya Shaka menawari Denny.

__ADS_1


"Tidak Sayang, terima kasih." Denny tersenyum sembari mengacak pelan rambut Shaka.


***


Melihat ke bilik rumah Davina. Di sana Santana sedang sibuk mencatat sesuatu. Davina menghampiri suaminya itu dan menaruh kedua tanganya di pundak Denny yang berada dalam posisi duduk.


"Sibuk apa sih, Mas?" ucap Davina.


"Aku sudah harus mulai bekerja lagi, Sayang. Tidak mungkin 'kan aku hanya diam dan terus menumpang hidup padamu?" jawab Santana.


"Mas ini bicara apa, sih? Jangan berkata seperti itu! Selama ini juga kamu tidak menumpang padaku," ketus Davina.


"Jangan marah begitu .... nanti cantikmu hilang." Santana tersenyum, lalu bangkit dan memeluk Davina.


Bersambung ....


Guys, mampir juga ke karya keren pinya othor yang satu ini, ya! Terus, jangan lupa juga untuk tinggalkan sandal kalian di sana .... eeh, jejak. Terima kasih ❤


Judul : Pendamping Hidup Mommy Shashi


Napen : Putri Nilam Sari


Bercerita tentang manis pahitnya kehidupan seorang wanita cantik bernama Sashi yang harus berjuang membesarkan putranya seorang diri setelah kematian suaminya karena kecelakaan. Sashi yang seorang desainer harus mampu mengelola dan mempertahankan perusahaan peninggalan suaminya dari sifat tamak adik iparnya.


Seiring waktu, Sashi berubah menjadi seorang CEO wanita dan seorang Ibu serta akan menguak misteri kematian suaminya. Apakah ketika semuanya terkuak Sashi masih sendiri, atau ia berhasil menemukan pendamping hidupnya?

__ADS_1



__ADS_2