Ibu, Izinkan Aku Bahagia

Ibu, Izinkan Aku Bahagia
BAB 71 Dusta dan Perasaan Jengah


__ADS_3

Malam hari ketika akan tidur. Mariam berbicara pada Denny. Hal itu memang biasa mereka lakukan, sebagai sarana untuk saling mendengarkan. Mulai dari cerita sederhana yang terjadi di siang harinya, hingga keluh kesah yang dirasakan oleh hati mereka.


"Mas, bagaimana kabar Umar, dan Lita?" tanya Mariam membuka percakapan.


"Alhamdulillah, mereka baik-baik saja." Jawab Denny sambil melemparkan senyum.


"Syukurlah kalau begitu, Mas." Mariam tersenyum.


"Tapi, Mas ... kenapa sekarang mereka tidak pernah memesan kue lagi pada Mariam? Apa para pelanggan tidak menanyakan? Atau kue-kue buatanku sudah tidak menjadi selera mereka lagi," keluh Mariam.


Denny merasa bimbang bagaimana harus menjawab pertanyaan Mariam. Pasalnya, Denny tidak bercerita bahwa selama ini, pelanggan yang sering memborong dagangannya adalah orang suruhan Santana, dan Denny sudah melarangnya. Sampai saat ini, hal itu memang masih menjadi rahasia yang tidak diketahui Mariam.


"Sayang, sebenarnya Umar, dan Lita menanyakannya. Tapi, aku tidak mau menyampaikannya padamu." Jawab Denny membuat alasan.


"Kenapa begitu, Mas? Bukankah seharusnya kita merasa senang dan memenuhi permintaan pelanggan?" Mariam merasa heran.


"Kamu sedang hamil dan aku tidak mau kamu kelelahan!" tandas Denny.


Karena alasan Denny cukup masuk akal, meski itu menjadi sebuah kebetulan. Mariam pun menerimanya tanpa rasa curiga. Sebaliknya, Mariam merasa sangat diperhatikan atas hal itu.

__ADS_1


"Maafkan aku, Mariam. Aku tidak ingin kamu berpikiran macam-macam andai kamu tahu yang sebenarnya. Percayalah aku melakukan itu semua demi kebaikan kita." Batin Denny.


"Tidurlah, hari sudah malam!" titah Denny seraya mengecup kening Mariam.


Percakapan pun berakhir dan mereka tidur dalam pelukan malam. Bersama sedikit dusta yang diwarnai kalimat fakta. Bukan maksud Denny, untuk berbohong tapi, waktunya tidak tepat jika ia jujur saat ini.


***


Di rumah Arifin!


Pertengkaran sedang terjadi antara Arifin, dengan istrinya. Istri yang sebelumnya sangat penyabar itu, kini mulai menunjukkan rasa jengahnya. Ia meluapkan segala uneg-uneg dan perasaan sakit yang terpendam dalam hatinya.


"Aku sudah cukup diam selama ini, Mas. Aku melupakan semua rasa sakit hatiku demi kamu. Tapi, sekarang tidak lagi! Aku sudah muak selalu mengalah dan menaruh kepentinganmu di atas kebahagiaanku." Tegasnya.


"Kamu selalu berkata 'sekali ini saja' apa kamu tidak sadar, Mas? Kamu sudah menyakiti aku berulang kali. Aku ini manusia, Mas, aku wanita biasa, bukan patung yag tidak punya hati dan perasaan!" Istri Arifin berteriak penuh amarah beriring tangis dan deraian air mata.


Pertengkaran itu dimulai, saat Arifin mulai berbicara pada istrinya. Untuk mengajak Asih tinggal satu rumah dengan mereka. Tentu saja istri Arifin marah. Wanita mana yang sanggup bertahan dengan kesakitan yang berulang-ulang.


"Memangnya siapa dirimu, Mas? Kamu melakukan pengkhianatan hingga mempunyai anak dengan wanita lain! Baiklah, anggap saja aku sudah memaafkan kamu. Tetapi kemudian, kecelakaan merenggut nyawa anakku, dan masalah lain hadir. Seseorang yang kamu hancurkan hidupnya datang meminta pertanggung jawaban, saat dirimu sendiri tidak berdaya. Lagi-lagi aku yang harus menderita, Mas."

__ADS_1


"Lalu, aku memaafkanmu lagi. Aku pasrah terlibat dalam dosa dan harus bertanggung jawab atas perbuatanmu. Ternyata masih belum cukup? Aku harus merawat anak dari wanita simpananmu dan sekarang kamu mau aku merawat ibunya juga dengan tinggal bersama kita? Apa kamu sudah gila, Mas? Aku sudah lelah dengan semua kesakitan yang kamu berikan." Istri Arifin pergi setelah puas meluapkan emosi dan menyebutkan segala penderitaan yang ia alami akibat ulah Arifin. Meski hari sudah larut malam, istri Arifin tetap pergi.


Arifin hanya bisa terdiam. Ia lemah tak melawan. Bukan karena tidak mampu. Tapi, Arifin sebenarnya menyadari bahwa apa yang dikatakan istrinya adalah benar. Selama ini Arifin terlalu semena-mena memperlakukan istrinya bagai wanita yang tidak punya hati, yang bisa ia perdaya tanpa perasaan.


Bersambung ....


Guys, othor punya rekomendasi novel, nih. Karya teman othor yang pastinya sangat menarik dan seru untuk diikuti, jangan sampai gak mampir. ya. 👇👇


BLURB:


Kejadian tragis yang dialami Brian beberapa tahun lalu yang menyebabkan ia kehilangan istri, membuat pria itu menjadi bersikap lebih dingin pada setiap wanita.


Bagi Brian tidak ada wanita yang bisa menggantikan posisi mendiang istri dihatinya.


Hingga akhirnya Brian bertemu dengan Hana, gadis desa yang cantik dan mandiri.


Apakah Hana akhirnya dapat meluluhkan hati Brian?


Mari ikuti kisahnya..

__ADS_1



Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak, ya! ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2