
Seminggu sudah berlalu, sejak kedatangan Santana, Davina dan juga Shaka di villa itu. Artinya saat ini adalah hari terakhir sebelum waktu pulang. Setiap hal yang kiranya menyenangkan, sudah mereka lakukan bersama.
"Terima kasih, Ayah .... Ibu. Shaka senang sekali berlibur bersama Ayah dan juga Ibu," ucap Shaka di waktu makan siang mereka sebelum pulang.
"Sama-sama, Jagoan, tidak perlu sungkan begitu." Jawab Santana. Sementara Davina, hanya tersenyum sembari membelai rambut Shaka dengan penuh kasih sayang. Makan siang pun selesai.
Saat itu hari sabtu. Sengaja Santana memilih batas waktu itu. Agar setelah pulang nanti, masih ada waktu satu hari untuk Shaka beristirahat di rumah. Sebelum Shaka masuk sekolah keesokan harinya.
"Shaka, Ibu punya sesuatu untuk Shaka," Davina tersenyum sembari mengambil sesuatu yang sudah ia siapkan.
"Apa itu, Bu?" tanya bocah laki-laki itu penasaran.
"Ada sepatu baru, tas, dan juga buku untuk Shaka." Davina mengeluarkan itu dari sebuah paper bag.
Shaka hanya diam saja ketika Davina dengan antusias mengeluarkan hadiahnya untuk Shaka. Raut wajahnya tidak menunjukkan ekspresi senang seperti umumnya anak kecil yang diberi hadiah. Bahkan mata bocah laki-laki itu berkaca-kaca dan nyaris menumpahkan air mata.
"Shaka, apa Shaka tidak suka pada hadiah yang ibu berikan?" tanya Davina.
"Bukan, Bu ...."
"Lalu, kenapa Shaka menangis?" tanya Davina dengan lembut.
__ADS_1
Shaka menatap nanar ke arah Santana, lalu kembali mengarahkan pandangannya pada Davina. Bibir mungil itu kini bergetar penahan desakan tangis yang kian memburu. Ia turun dari kursi lalu memeluk Davina dengan erat.
"Ibu, bisakah Ibu dan Ayah mengantarkan Shaka untuk bertemu Dicky?" ucapnya terbata-bata karena tak sanggup lagi menahan tangisnya.
Santana, dan juga Davina saling memandang. Semula mereka mengira ada yang salah atau Shaka, mungkin tidak menyukai hadiahnya. Ternyata dugaan mereka tidak tepat, bukan itu yang sedang terjadi pada Shaka.
"Nak, bicarakan saja pada Ibu, dan Ayah. Apa yang membuat Shaka khawatir?" Davina berusaha membujuk Shaka agar mengatakan apa yang membuat dirinya begitu bersedih.
"Shaka merindukan Dicky, Bu. Bagaimana kalau ibu Asih belum sembuh dan tidak mengurus Dicky. Bagaimana kalau Dicky kelaparan seperti dulu," tutur Shaka dengan suara tangisnya yang semakin pecah.
Davina kehabisan kata-kata. Wajahnya turut muram dengan air mata yang menggenang. Sungguh ngilu rasanya mendengar alasan mengapa Shaka menangis.
Davina memeluk anak sambungnya itu dengan erat. Kini keduanya berpelukan dalam tangis. Begitu pun dengan Santana, ia tidak tahan mendengar apa yang tertutur dari mulut Shaka. Terlebih Santana juga tahu, nasib malang yang menimpa Dicky sebelumnya.
"Jangan menangis lagi, Sayang. Ibu berjanji, akan mengajak Shaka bertemu Dicky setelah sempat nanti, hmm!"
"Benar ya, Bu ...."
"Tentu saja, Sayang. Iya 'kan, Yah?" Davina memberi isyarat pada Santana.
"Iya, Sayang, kita akan mengunjungi Dicky jika sudah ada waktu luang," jawab Santana.
__ADS_1
"Shaka dengar 'kan, apa yang dikatakan Ayah?" imbuh Davina.
Bocah itu mengangguk dan berhenti menangis. Ia memeluk Davina sekali lagi. Sebagai tanda terima kasihnya. Entah mengapa tiba-tiba ia terpikir tentang Dicky dan teringat pada penderitaannya.
Lagi-lagi, Mariam berhasil mendidik Shaka menjadi anak yang penuh kasih sayang dan empati yang tinggi. Meski pemikiran Shaka tampak seperti dewasa sebelum waktunya. Namun, rasanya lebih baik ketimbang terlambat berpikir dewasa di usia yang sudah tua.
Bersambung ....
Hai readers tercinta. Sembari menunggu update dan kisah seru selanjutnya. Seperti biasa, othor mau ngajak kalian mampir ke karya keyen milik teman othor. Langsung saja checkitout ....
Judul : My Lovely My Angel
Karya : Selvi_19
Lula seorang penulis novel yang sangat terkenal, apa jadinya jika lula masuk ke novel yang di buat dan menjadi Protagonis wanita dalam novel itu?
Ya lula ternyata masuk kedalam tubuh Lentara sosok tokoh yang dia buat lemah. Lentara adalah gadis cantik dan lemah karena selalu di sayang oleh kakeknya dan kakeknyalah yang selalu menyelesaikan masalah Lentara. Di saat kakeknya meningal lentara diberi sebuah benda dan diamanatkan untuk diberikan kepada seseorang yang memiliki tanda elang di punggungnya sehingga membuat Lula di kejar para mafia dan hidupnya selalu dalam ancaman. Kemudian Lentara dipertemukan dengan mafia terkejam yaitu tuan Ismail.
Apakah lula sanggup hidup sebagai lentara?
Ikut perjalan lula sebagai lentara dalam My Lovely My Angel
__ADS_1