
Pagi ini hujan sangat deras mengguyur seluruh wilayah tempat tinggal Santana, dan Davina kala itu. Dingin udara merasuk ke dalam kulit mereka. Ayah Davina, serta Dicky tampak asyik menikmati secangkir teh hangat juga susu ditemani brownies kukus sebagai pendamping minuman mereka, yang sebelumnya telah disiapkan oleh Davina. Sementara itu, Santana masih betah di kamar membenamkan diri dalam selemut sejak usai sholat shubuh tadi.
Davina kembali ke kamar untuk menyusul Santana. Niat Davina adalah intuk mengajak Santana turut minum teh atau kopi bersama dengan ayah dan Dicky. Namun, sesuatu hal merubah haluan Davina, setelah mengutarakan maksudnya. Davina justru tertahan oleh Santana.
"Sayang, tinggalah sebentar dulu di sini, bersamaku," rayu Santana sembari memegangi jemari tangan Davina.
"Ayah dan Dicky sedang mnghangatkan tubuh, Mas. Mereka minum teh, susu dan juga makan brownies kukus. Apa kamu tidak ingin bergabung?"
"Biarkan mereka menghangatkan tubuhnya dengan makanan dan minuman itu. Akan tetapi, kumohon hangatkan tubuhku dengan sesuatu yang lain, Sayang," ujar Santana menggoda.
"Apa kamu sedang merayu?" tanya Davina berpura-pura jual mahal.
"Ya, aku harus merayumu, bukan? Kalau tidak, mana bisa aku mendapatkan kehangatan di pagi yang sangat dingin ini," jawab Santana dengan tatapan penuh arti.
"Dasar perayu ulung!" Desis Davina.
"Apa yang kamu inginkan dariku, Mas?" imbuh Davina masih mengulur waktu.
"Pagi ini aku memutuskan untuk jatuh cinta lagi padamu. Jadi, bolehkah aku memilikimu pagi ini sebagai tanda bahwa cintaku berbalas?"
__ADS_1
"Mengapa harus memohon jika kamu tahu cintamu sudah berbalas, Mas? Davina membuang pandangannya ke arah lain.
"Sayang, sentuhlah dadaku ini!" Santana membawa tangan Davina ke dadanya untuk merasakan detak jantungnya yang berdegup kencang.
Santana sengaja melakukan sedikit rayuan pada istrinya yang cantik itu. Untuk mengatasi kemungkinan adanya kebosanan pada hubungan mereka. Walau Davina tak menunjukkan dengan gamblang ekspresi senangnya saat dirayu. Namun, Santana tahu jauh di lubuk hatinya, Davina merasa senang dan salah tingkah.
Perlahan Santana menyentuh pipi dan leher istrinya itu dengan belaian lembut yang membuat sekujur tubuh Davina, bergetar. Bulu kuduknya meremang dan perasaannya terbang ke awang-awang. Suaminya itu sangat pandai memanjakan dirinya dengan sentuhan. Sampai terjadilah sesuatu yang sama-sama mereka harapkan.
Santana bangkit untuk mandi dan membersihkan tubuhnya. Ia juga mengangkat Davina dan membawanya ke kamar mandi. Mereka pun mandi bersama setelah melakukan serangkaian ibadah paling surgawi itu.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian. Davina, dan juga Santana bergabung menghampiri Dicky, dan juga Ayah. Dilihatnya teh hangat dan juga susu yang mereka minum sudah hampir habis tinggal tersisa beberapa tetes saja di dalam cangkir dan gelas itu.
"Tidak Nak, kamu sudah menyuguhkan brownies lezat yang cukup untuk mengganjal perut Ayah. Bagaimana sengan suamimu? Bahkan dia belum minum teh, bukan?"
"Dia sudah melupakan aku, Ayah. Lihatlah! Davina bahkan tidak menanyakan apakah aku mau sarapan atau tidak?" canda Santana.
"Mas, berhentilah bersikap seperti anak-anak!" protes Davina.
Dicky tertawa melihat itu. Untuk sekian lama, akhirnya Dicky merasakan lagi kasih sayang yang sama. Seperti saat dirinya tinggal bersama Denny, dan juga Mariam, serta Shaka. Hati bocah itu kembali berbunga-bunga.
__ADS_1
"Dicky, hari ini Dicky ingin makan apa? Biar Ibu masak untuk Dicky," ujar Davina.
"Ayah dengar sendiri 'kan! Bagaimana ini, Yah? Sepertinya istriku benar-benar sudah tidak perduli lagi padaku," ucap Santana lagi pura-pura merajuk pada ayah mertuanya itu.
"Davina, sebaiknya tenangkan dulu bayi besarmu itu," ucap Ayah Davina.
"Tentu saja, Ayah. Biar aku rebuskan air yang sangat panas dan mendidih dulu untuknya." Tutup Davina sembari menatap tajam Santana kemudian berlalu menuju dapur.
"Ayah, putrimu itu kejam sekali," ucap Santana.
keduanya pun tertawa bersama. Sebagai sesama laki-laki, tentu ayah Davina paham pada gurawan yang dibuat Santana. Karena, dulu ia juga sering menggoda mendiang ibu Davina sampai merasa kesal.
Bersambung ....
Hai guys, terima kasih banyak ya sudah selalu mendukung othor. Sekarang ikut othor yuk, kita mampir ke karya kece milik teman othor yang satu ini ....
Judul : My Crazy Lady
Author : R. Angela
__ADS_1