
Santana berbisik lirih dalam hatinya. "Kuharap kamu memaafkan aku, Davina. Percayalah, Mariam hanyalah masa lalu terbaikku sementara kamu, adalah masa depan terindahku."
"Ada apa, Sayang? Kamu manja sekali hari ini?" ucap Santana memutar badannya dan kini posisi Davina menjadi rapat di dada bidang nan menawan itu.
"Kemarin-kemarin ada Shaka 'kan Mas .... aku tidak enak jika terlalu manja padamu. Akan tetapi, malam ini aku menginginkannya. Bermanja-manja padamu, merebahkan gelisah dalam pelukanmu, apa boleh?" tutur Davina.
"Tidak ada larangan bagi istriku yang cantik ini, untuk bermanja dan menumpahkan segala keluh kesahnya, padaku," jawab Santana sembari mencubit gemas pipi Davina.
"Mas, Mariam itu sangat cantik dan baik, ya. Dia juga sangat ramah padaku. Kelihatan sekali kalau dia adalah wanita yang sangat sempurna," imbuh Davina.
"Lalu?" Satana menanggapinya dengan singkat.
"Dengan seringnya kita bertemu, meski semua semata-mata demi kepentingan Shaka, apa kamu tidak takut akan jatuh cinta lagi pada Mariam?" Davina mengungkapkan kekhawatirannya.
"Hey, apa ini? Apa istriku sedang cemburu?" jawab Santana menimpali dengan canda.
"Jujur saja aku merasa cemburu, Mas. Aku cemburu saat kamu tak berani menatap Mariam, karena aku tahu saat kamu menatapnya, pasti semua kenangan tentangnya kembali memenuhi ingatanmu. Bahkan, aku bisa melihat sikapmu yang berusaha menyembunyikan kekagumanmu padanya, Mas," ungkap Davina.
"Davina, aku ...."
"Bibirmu bisa saja berbohong, Mas. Namun, tidak begitu dengan sorot matamu yang berbicara, dan berkata iya." Tutup Davina.
Santana dibuat tak bisa menyangkal oleh Davina. Meski selama ini Davina hanya diam dan pura-pura tidak tahu. Akan tetapi, jauh di dalam lubuk hati Davina, sebenarnya ia peka akan hal itu.
Beragam kepahitan hidup dan juga kebahagiaan sudah sama-sama mereka rasakan. Hal itu juga yang selama ini mengunci keinginan Davina untuk bicara. Ia berpikir bahwa seharusnya Santana dapat mengerti posisi dirinya. Namun, kali ini Davina memberanikan diri untuk mengngkapkan perasaan cemburu yang mengusik pikirannya.
"Maafkan aku, Vin ...," ucap Santana lirih.
__ADS_1
"Itu bukan salahmu, Mas. Akan tetapi, kamu harus ingat. Bukankah seharusnya kamu tahu, bahwa tidak semua rasa sakit akan sembuh hanya dengan satu kata maaf?!" Davina menatap lekat pada Santana. Ada perasaan yang bergemuruh di dalam sana.
"Tolong jangan menghakimi aku, Vin," ucap Santana memohon.
"Mengapa jadi aku yang seolah telah salah dalam hal ini, Mas?" sahut. Davina dengan air mata yang mulai menggenang.
Santana langsung memeluk Davina erat. Meski Davina berusaha untuk memberontak. Namun, Santana tak menyerah. Ia tetap memeluk Davina sampai Davina pasrah. Akhirnya, mereka saling memeluk erat dan bersahut tangis.
"Belajarlah untuk mencintaiku tanpa ada kata 'di antara kita' Mas."
"Aku akan berusaha untuk tidak pasrah pada masa laluku, Vin."
"Tentu saja, Mas, kamu tidak ingin melukai lagi, bukan?"
"Apa ada pengampunan untuk kesalahan yang telah aku lakukan ini?" Santana melepas pelukannya dan berganti menatap mata Davina dengan tatapan yang tak terlukiskan.
"Ya, aku mengerti." Pungkas Santana.
***
Di sebuah kursi, Mariam sedang duduk termenung. Banyak hal yang ia pikirkan. Mulai dari masa lalu yang curam, hingga masa depan yang cerah. Beruntungnya, hal itu lebih baik ketimbang hurus merasakan kebalikannya.
"Sayang, ada yang bisa aku lakukan untuk membuatmu senang?" ucap Denny yang tiba-tiba datang mengejutkan Mariam.
Mariam meraih tangan laki-laki yang mencintainya dengan istimewa itu. "Aku tidak perlu meminta apa pun lagi, Mas. Kamu sudah memberikannya lebih banyak dari yang aku minta," ucap Mariam seraya tersenyum.
"Apa kamu tahu apa hal tercerdas yang pernah aku lakukan sepanjang hidupku?" tanya Denny.
__ADS_1
"Apa itu, Mas?"
"Menikahi dan memilihmu menjadi istriku. Lebih dari itu, kamu adalah nyawa bagi jiwaku yang sempat mati, Mariam."
"Aku mencintaimu, Mas."
"Aku lebih mencintaimu, Sayangku, belahan jiwaku." Sebuah kecupan mesra mendarat sempurna di kening Mariam.
Bersambung ....
Hai, pasti sudah pada gak sabar, ya? Selagi nunggu othor update bab baru. Kita mampir dulu ke karya temen othor, ya. Langsung saja, cekidooot ....
Judul : Terjerat Cinta Duda Hot
Karya : Ummi asya
Blurb : Terjerat cinta duda hot
Kirana Prameswari adalah seorang mahasiswa akhir, dia membutuhkan biaya untuk mengerjakan skripsinya yang selalu di tolak oleh dosen pembimbingnya. Seorang teman memberinya sebuah pekerjaan sebagai guru les privat dari anak seorang konglomerat.
Kirana pikir anak yang akan di les privat olehnya adalah usia sekolah dasar, tapi ternyata anak tiga tahun. Dan lebih kagetnya lagi ayah dari anak yang di les privatnya itu seorang duda tampan dan seksi.
Bagaimana Kirana menghadapi ayah dan anak itu? Apakah dia akan terjerat pesona sang duda?
Yuk kita kepoin ceritanya..
__ADS_1