
Pagi telah datang, bersama tetes-tetes embun yang mulai mengering tersentuh hangatnya sinar mentari. Seperti yang Denny katakan semalam, hari ini dirinya akan pergi mengurus bisnisnya yang mengalami kendala. Mariam mengantarkan suaminya itu hingga ke depan pintu.
"Hati-hati, Mas. Segera pulang setelah urusanmu selesai," tutur Mariam.
"Terima kasih, Sayang. Kamu jaga dirimu dan calon bayi kita, jangan buat dirimu lelah! Tidak usah khawatirkan pekerjaan rumah dan banyaklah istirahat," pesan Denny sembari mengelus lembut perut Mariam.
Mariam tersenyum tampa sanggahan pada kata-kata yang Denny sampaikan. Kemudian ia mencium punggung tangan Denny yang sudah hendak pergi itu. Mariam pun masuk kembali setelah Denny pergi dan sudah tidak nampak lagi dari pandangannya.
"Mariam, kapan cucu Ibu-Shaka, akan pulang? Tidak ada dia rumah jadi sepi dan tidak ada yang menemani Ibu menyulam," ujar Ibu.
"Ibu ... sabar ya, Bu. Mungkin beberapa hari lagi Shaka akan pulang."
"Ya sudah, lain kali jangan biarkan dia pergi lama-lama! Katakan, jangan membuat Nenek rindu." Ibu merajuk seperti anak kecil.
Mariam merangkul dan menepuk-nepuk lembut punggung Ibu. Mariam senang sekaligus terharu mendengar ibu mertuanya yang begitu perhatian pada Shaka. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa ia dan Shaka, akan bergelimang kasih sayang dari Denny dan ibu mertuanya.
***
Di sebuah rumah makan!
"Hai, Den ... gimana kabarmu?" seorang laki-laki memberi sambutan pada Denny.
"Hai, Jek ... kamu bilang ada kendala, kendala apa? Aku pikir semuanya baik-baik saja."
__ADS_1
"Tepat sekali, Den. Semuanya memang baik-baik saja!" jawab laki-laki bernama Jeky yang ternyata juga kakak dari Lita. Dia juga lah yang selama ini mengurus rumah makan yang Denny dirikan bersamanya sejak beberapa tahun yang lalu.
"Jadi tidak ada kendala? Lalu, untuk apa kamu memanggilku ke sini?" Denny menampakkan wajah kesal.
"Ayolah, kawan, jangan terlalu tegang begitu. Aku sengaja beralasan begitu supaya kamu tidak menolak untuk datang ke sini." Jeky tertawa.
"Ahh, kebiasaan burukmu itu ternyata belum hilang juga, Jek ...," timpal Denny mendengus tak suka.
"Duduklah dulu! Aku punya kejutan untukmu," ujar Jeky seraya menarik sebuah kursi untuk Denny duduki.
Denny hanya menurut pasrah pada akhirnya. Denny hapal betul pada kebiasaan Jeky yang senang bergurau dan konyol itu. Meski begitu, Denny senang pada kinerja Jeky yang bisa diandalkan.
"Awas kau!" Denny menatap Jekuy tajam.
Jeky semakin tertantang untuk meledek Denny. Sepertinya pertemanan mereka sangat asik dan menyenangkan. Penuh warna dan senda gurau.
"Apa semua ini, Jek? Tolong jelaskan! Kamu membuatu bingung," ucap Denny.
"Itulah yang aku inginkan, membuatmu bingung!" jawab Jeky asal.
"Si*l kamu, Jek."
Jeky mengucapkan terima kasih pada para karyawannya, kemudian menyuruh mereka melanjutkan aktifitasnya kembali. Ia lalu meminta Denny untuk membuka kotak kejutan tersebut. Walau Denny ragu karena ia tahu sifat usil Jeky tapi, ia membukanya juga.
__ADS_1
"Wah, apa ini tidak salah, Jek?" ucap Denny setelah melihat isi kotak itu.
"Bagaimana? Apa kamu senang?" tanya Jeky.
"Aku tidak tahu ternyata kamu punya rasa perduli juga," ucap Denny.
"Kamu pikir aku bukan manusia?" protes Jeky lalu, keduanya tertawa renyah.
"Maafkan aku, Kawan. Aku belum sempat menghadiahimu apa pun atas pernikahanmu. Aku harap kamu senang dengan hadiah kecil yang aku berikan ini."
"Terima kasih, Kawan." Denny merangkul dan menepuk pelan bahu Jeky.
Setelah puas mengobrol ke sana ke mari. Denny pun pulang dengan membawa serta hadiah pemberian Jeky. Ia akan memberikannya pada Mariam di rumah, dan berharap Mariam akan merasa senang seperti dirinya, saat mengetahui isi hadiah itu.
Bersambug ....
Terima kasih, ya, sudah mendukung author. Mampir juga ke karya keren milik seorang author kece, yang pastinya bikin kalian penasaran ....
Judul : Atmosphere
Napen : Hilmiath_
Adhara Andromeda, seperti namanya yang berarti bintang paling terang di antara rasi bintang. Adhara adalah gadis ceria yang selalu menerangi orang di sekitarnya. Adhara bukanlah gadis dari keluarga kaya, ia hanya gadis biasa yang berhasil masuk dalam sekolah elit. Namun, di hari pertamanya sekolah ia malah harus terjebak pada tiga laki-laki tampan yang di sebut pangeran sekolah. Masalah tak pernah henti melibatkannya pada ketiga pangeran tersebut. Hingga rasa sayang menjebak mereka, ketiga pangeran tersebut perlahan menyayangi Adhara dengan rasa yang berbeda. Sedangkan Adhara juga mulai menyayangi mereka delam berbagai arti menyayangi. Bagaimana Adhara akan menghadapi setiap masalahnya bersama tiga pangeran tersebut? Baca ceritanya agar kalian tidak penasaran siapa yang kira-kira akan menarik hati Adhara dan menjadi pelabuhan untuk gadis itu. Arche dengan sikap hangat nya, Chan dengan sikap dinginnya, Atau Antariksa dengan sikap kasarnya?
__ADS_1
Selamat mem membaca .... ❤❤❤❤❤❤❤❤