Ibu, Izinkan Aku Bahagia

Ibu, Izinkan Aku Bahagia
BAB 91 Wanita Hebat


__ADS_3

Siang ini mendung gelap memyelimuti nyaris di seluruh permukaan langit. Musim penghujan memang sudah tiba. Jadi, hmpir setiap hari hujan turun mengguyur bumi. Membuat siapa saja betah berlama-lama berdiam dalam selimut.


"Ibu, mau kemana? Di luar mendung gelap sekali," tanya Denny pada ibunya yang sudah siap dengan setelan perginya. Mengenakan gamis berawarna coklat dan jilbab hitam, Ibu Denny tampaknya hendak pergi ke luar rumah.


"Ibu ingin mengunjungi Ayah, Nak. Sudah lama sekali rasanya Ibu tidak ke sana. Ibu rindu ...," jawab Ibu lirih.


"Bu, Denny juga rindu pada Ayah. Jangan sekarang, ya .... kesananya!" bujuk Denny melihat situasi dan kondisi cuaca yang dirasa kurang mendukung.


"Tidak apa, Nak. Ibu 'kan bisa bawa payung. Kamu tetaplah di rumah jaga anak dan istrimu," jawab Ibu.


"Tidak, Bu, Denny mohon! Denny tidak akan bisa memaafkan diri Denny sendiri kalau sampai terjadi apa-apa dengan Ibu," kekeh Denny melarang ibunya.


"Tolong dengarkan Denny, Bu. Denny sudah kehilangan Ayah. Denny tidak mau kehlangan Ibu karena kelalaian Denny dalam menjaga Ibu."


"Ya sudah, Nak. Ibu tidak jadi pergi ke makam Ayah," ucap Ibu yang melihat kekhawatiran pada putranya itu.


"Terima kasih, Bu. Denny berjanji kalau cuacanya mendukung, kita pasti pergi mengunjungi Ayah." Denny memeluk ibunya.


Shaka yang sedari tadi melihat adegan itu, berjalan mendekati Denny. Tangan mungil itu memegangi jemari Denny. Denny menoleh dan melepskan pelukan pada ibunya.


"Ayah ...," lirih Shaka sembari menyorongkan tangannya ke depan meminta untuk digendong.


"Ada apa, Shaka? Apa Jagoan Ayah sedang manja hari ini?" tutur Denny sembari membawa Shaka ke dalam gendongannya.


"Iya, Ayah .... Shaka sayang pada Ayah," ucap bocah itu sembari merangkulkan sebuah pelukan pada Denny.


"Hey, ada apa ini? Apa Shaka sedang sedih? Cerita pada Ayah!" ucap Denny melihat Shaka yang tidak seperti biasanya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Ayah. Shaka hanya ingin terus bersama Ayah, Ibu, dan juga Nenek. Kalau Ayah, dan Ibu sudah tua nanti, Shaka akan menyayangi Ayah seperti Ayah menyayangi kami," papar Shaka tanpa melepas pelukannya.


"Tentu saja, Sayang. Shaka adalah harapan terbesar bagi Ayah, Ibu, Nenek bahkan bagi adik bayi, Nanti. Shaka harus bisa menjadi laki-laki tangguh dan hebat agar bisa menjaga keluarga Shaka, hmm!"


Shaka tersenyum sembari mencium pipi Denny. Ia turun dari gendongan Denny, dan lari menuju Nenek. Bocah laki-laki itu kemudian merayu sang Nenek untuk mengajarinya menyulam. Sebagai penghiburan agar Neneknya itu tidak bersedih karena tidak dapat pergi hari ini ke makam mendiang Kakek. Dengan senjata pamungkasnya yaitu merengek. Shaka akhirnya berhasil membujuk sang Nenek.


"Bu, Denny tinggal dulu, ya. Denny mau melihat Mariam di kamar," pamit Denny.


"Iya, Den, pergilah." Jawab Ibu.


Denny bergegas menuju ke kamarnya, untuk melihat keadaan Mariam. Ia tersenyum memperhatikan Mariam yang sedang asik mengelus-elus perutnya. Denny mendekat perlahan lalu duduk di tepi ranjang di samping Mariam. "Apa dia nakal hari ini?" tanya Denny sembari turut mengelus perut Mariam.


"Tidak, Ayah .... anakmu sangat baik hari ini," jawab Mariam sembari tersenyum.


"Baguslah kalau begitu, artinya Ibu bisa sedikit menikmati waktu hari ini," imbuh Denny sembari mencubit gemas pipi Mariam.


"Ya, wanita hebat sepertimu pasti melakukan hal itu. Sampai-sampai, aku merasa takut kamu tidak membutuhkan hadirku lagi," goda Denny.


"Jangan bicara seperti itu, Mas. Aku tidak sedang merasa hebat," sahut. Mariam sembari menatap Denny lekat.


"Aku hanya bergurau, Sayang. Jangan terlalu serius begitu, nanti ototmu menjadi tegang." Denny tertawa lalu memberi kecupan di kening istri yang paling ia cintai itu.


"Shaka kemana, Mas?" tanya Mariam mengganti topik pembahasan.


"Ada, dia sedang merayu Neneknya agar diajari menyulam."


"Dasar bocah nakal." Mariam tertawa geli.

__ADS_1


"Dia pandai mengambil hati orang. Sama seperti ibunya," ucap Denny.


"Aku harap kamu tidak sedang menggombal, Mas," Mariam memukul manja dada Denny yang bidang itu.


"Aku harap kamu tidak sedang merasa dirayu, Sayang." Balas Denny sembari menggelitiki Mariam.


Di dalam ruangan kamar itu. Di penuhi suka cita oleh canda serta tawa Mariam, dan juga Denny. Kebahagiaan tercipta begitu sederhana.


Bersambung ....


Dukung terus author, agar tetap semangat berkarya ya, reader tersayang. Jangan lupa untuk mampir juga di karya keren milik teman othor yang satu ini ....


Judul : Wanita Milik 5 Tuan Muda


Karya : Momoy Dandelion


Bagaimana rasanya dijodohkan dengan 5 laki-laki tampan? Tanyalah kepada Irene Abraham.


Cantik, pintar, dan kayaraya membuat kehidupan Irene serasa sempurna. Apapun yang inginkan selalu bisa didapatkan dengan mudah. Hidupnya sangat bebas sesuka-suka hatinya.


Sampai suatu ketika, sang kakek berencana untuk menjodohkannya dengan salah satu putra keluarga Narendra. Ada lima tuan muda yang bisa Irene pilih menjadi pendampingnya, Alan, Alex, Alfa, Arvy, dan Ares. Kelima tuan muda memiliki sifat dan karakter yang berbeda.


Irene yang belum siap menikah, memutuskan untuk menyamar sebagai wanita jelek dan kampungan. Tujuannya satu, agar tidak ada dari kelima tuan muda yang akan menyukainya.


Apakah tujuan Irene berhasil? Ataukah Irene akan jatuh cinta pada salah satu dari kelima tuan muda itu?


__ADS_1


__ADS_2