Ibu, Izinkan Aku Bahagia

Ibu, Izinkan Aku Bahagia
BAB 64 Awal Bahagia dan Sebuah Kisah Duka


__ADS_3

Denny keluar dari kamar. Ia membawa piring yang telah kosong dan meletakkannya di dapur. Dengan perasaan bahagia yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Denny menyampaikan kabar baik itu pada ibunya.


"Ibu, tebaklah berita baik apa yang aku bawa," tutur Denny, dengan binar mata kebahagiaan.


"Apakah itu sebuah keajaiban, Den?" goda Ibu seraya tersenyum. Dalam hati wanita paruh baya itu sudah bisa menebak. Namun, ia menahannya sampai Denny sendiri yang mengatakannya.


"Benar, Bu. Yang Ibu katakan adalah benar. Mangga muda itu, Bu. Ternyata mangga muda menjadi penyambut bagi kabar bahagia ini," racau Denny.


"Istriku hamil, Bu. Ibu akan mempunyai cucu lagi. Ibu, terima kasih atas doa-doa Ibu selama ini," Denny memeluk dan menciumi pipi ibunya.


Tangan halus itu membelai kepala Denny. Mulutnya terdiam, air matanya terjatuh karena hanyut dalam keharuan. Cukup lama, ia menantikan kehadiran seorang cucu selain Shaka, yang juga sudah ia anggap sebagai cucu kandungnya sendiri.


Shaka berdiri di antara pintu kamarnya. Ia melihat nenek dan juga ayah sambungnya itu tengah menangis bahagia. Perlahan kaki mungilnya melangkah lebih dekat ke arah Denny, dan juga wanita yang ia sebut 'Nenek'.


"Ayah ... Nenek! Apa Shaka akan punya adik bayi?" tuturnya. Kehadirannya yang tidak disadari Denny, dan juga Ibu. Membuat mereka sedikit terkejut.


Denny pun langsung berlari menghampiri Shaka. Ia menggendong dan melambungkan Shaka, di udara. Denny tidak mau menyimpan kebahagiaan itu untuk dirinya sendiri.


"Benar, Sayang. Kamu akan mempunyai adik, dan menjadi seorang kakak. Jadilah kakak yang hebat untuk adikmu, nanti." Denny terus menularkan kebahagiaan itu, hingga Shaka pun turut merasakannya.

__ADS_1


"Asik ... kalau begitu, Shaka akan mengajari adik bermain bola dan menjaga ibu dengan baik," celoteh anak laki-laki itu.


"Bagus, Jagoan. Jadi, apa hanya ibumu saja yang akan kalian jaga," goda Denny, menimpali celotehan Shaka.


"Tentu saja, Ayah 'kan sudah hebat. Jadi, kami tidak perlu menjaga Ayah lagi." Jawab Shaka polos.


Denny tertawa mendengar hal itu. Ia mengejar Shaka, yang mulai berlari sambil tertawa. Sementara, Ibu Denny menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka.


"Alhamdulillah ... terima kasih atas segala nikmat yang Engkau berikan ini, ya Allah." Ibu mengucap beribu-ribu syukur pada Sang Khalik.


***


Dua sejoli yang tengah dimabuk asmara sedang menyiapkan sesuatu. Setelah tanggal dan hari pernikahan mereka ditetapkan. Mereka memang sibuk dengan segala persiapan.


"Bagaimana ini, Mas? Aku akan menikah tapi, aku tidak mengetahui keberadaan ayah kandungku. Setelah berpisah dengan ibu, ayah memilih pulang ke kampung halamannya di sebuah Desa, yang sangat jauh dan belum sekali pun aku diajak ke sana.


Flashback on


Davina sempat dijodohkan dengan seorang laki-laki, pilihan ayahnya. Semula Davina sangat membenci laki-laki itu. Namun, seiring waktu suami pilihan ayahnya itu mulai berhasil meluluhkan hati Davina.

__ADS_1


Dengan kesabaran dan kedewasaannya dalam menghadapi sikap Davina. Membuat Davina menyadari bahwa, suami pilihan ayahnya itu adalah yang terbaik.


Bunga-bunga cinta mulai tumbuh bermekaran di hati Davina. Hingga keduanya berhasil melewati 3 tahun kebersamaan dalam biduk rumah tangganya. Namun, tidak pernah Davina duga. Saat cinta mulai melebarkan sayapnya. Suami Davina meninggal dalam sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa suaminya.


Peristiwa itu membuat keadaan Davina, begitu terpuruk. Di sisi lain, sang ibu malah meminta cerai pada ayahnya. Dengan alasan yang semula membuat geram Davina.


Betapa tidak? Davina tengah berduka atas kepergian suaminya, untuk selama-lamanya. Sang ibu malah menambah kesedihan dengan suatu hal yang tidak pernah ia harapkan. Rasa kecewa semakin menumpuk memenuhi relung hati Davina.


Namun, 6 bulan kemudian. Saat perceraian antara ayah dan ibunya sudah benar-benar terjadi. Ibunya meninggal dunia karena penyakit kronis yang dideritanya. Rupanya itulah alasan, mengapa ibunya menginginkan perceraian. Ia tidak mau menceritakan sakitnya. Ia juga tidak mau, ayah Davina bersedih menerima kepergiannya.


Sampai kini, ayah Davina tidak mengetahui bawa mantan istrinya itu telah tiada. Karena satu minggu setelah ketuk palu di Pengadilan Agama. Ayah Davina memutuskan untuk pulang ke kampung halaman yang Davina, tidak pernah tahu di mana.


Penderitaan demi penderitaan, Davina tanggung sendiri. Sampai pada titik di mana ia merasa bosan dan lelah dengan keterpurukan. Akhirnya ia mulai bangkit dan merintis usaha sendiri, dengan modal yang tersisa dari peninggalan mendiang suaminya.


Itulah awal kisah Davina, yang kini menjadi seorang bos, yang memiliki sebuah toko aksesoris miliknya sendiri.


Flashback off


Bersambung ....

__ADS_1


Akankah Davina menemukan keberadaan ayahnya? Pantengin terus ceritanya, ya ... readersku tercinta. 😊😘


__ADS_2