Ibu, Izinkan Aku Bahagia

Ibu, Izinkan Aku Bahagia
BAB 85 Tokoh Idola


__ADS_3

"Terima kasih, Ibu, karena telah menyentuh jiwaku. Hingga aku tumbuh menjadi orang yang mampu berkasih sayang dan menebar kebaikan setidaknya dalam keluargaku."


Ibu Denny tersenyum lalu menepuk pelan bahu putra kecilnya yang kini sudah menjadi ayah dari Shaka, dan akan menjadi ayah dari calon bayi yang masih berada dalam kandungan Mariam. Senyuman itu meluruhkan kegelisanan, menjadi penghubung hati antara Denny dengan sang dirinya.


"Mas, sudah pulang?" ucap Mariam yang baru saja keluar dari kamar mandi dalam keadaan pucat.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" Denny menyahut dengan pertanyaan.


Mariam hanya memegangi dadanya karena rasa lelah setelah mengeluarkan isi perutnya, akibat frekuensi mual dan muntah yang lumayan sering. Denny memapah Mariam ke tempat tidur untuk istirahat. Sementara, Ibu melenggang ke dapur untuk membuatkan minuman hangat bagi Mariam.


Mariam kini bersandar di kepala ranjang, dengan kaki berselonjor. Ia masih mengatur napasnya agar tidak terasa sakit. Pelan-pelan ia mulai tersenyum dan berbicara. "Maafkan aku, Mas, aku banyak diam dan tidak mengerjakan tugas-tugas rumah yang sudah menumpuk," ucap Mariam.


"Jangan dipikirkan, Sayang. Aku mengerti keadaanmu, tolong jangan katakan maaf seolah kamu melakukan kesalahan. Istirahatlah sampai lelahmu hilang. Tidak perlu memikiran pekerjaan rumah. Biar aku yang menggantikanmu untuk mengerjakannya nanti."


"Terima kasih, Mas," Mariam tersenyum sangat manis, seiring ciuman yang Denny berikan di pipi dan keningnya.


"Istirahatlah dulu, ingat kamu harus sehat agar bayi kita juga sehat." Denny menutup percakapan dengan mengelus perut Mariam.


Mariam memejamkan matanya berusaha mengistirahatkan tubuhnya yang kini mudah lelah. Walau rasanya tidak betah berlama-lama diam tanpa mengerjakan sesuatu. Namun, ia harus menjaga kondisi tubuhnya lebih ekstra.

__ADS_1


***


Di sekolah Shaka. Seorang guru pengajar yang kala itu bertugas di kelas Shaka. Memberikan tugas pada anak-anak didiknya itu, agar bersedia maju ke depan untuk bercerita mengenai sosok yang menjadi idola mereka.


Anak-anak itu mulai maju ke depan kelas dan bercerita di depan semua teman-temannya satu persatu. Jawabannya beragam ketika guru itu bertanya siapa tokoh panutan mereka. Ada yang menjawab tokoh-tokoh kartun di film yang mereka suaki, mulai dari Spongebob, Doraemon, Ninja Hatori, Adit, dalam film animasi Adit, Sopo, Jarwo, dan masih banyak lagi. Mereka tampak lucu dan menggemaskan.


Kini tiba giliran Shaka, yang mendapat kesempatan untuk bercerita di depan kelasnya. "Shaka, ceritakan siapa tokoh idola yang sangat Shaka sukai?" ucap Bu Guru dengan tutur kata yang ramah.


"Shaka mengidolakan Ibu Mariam, Bu," jawab Shaka singkat.


Seketika riuh tawa terdengar dari anak-anak lain yang berada di ruang kelas itu. Shaka menyapukan pandangannya ke sekeliling. memperhatikan wajah teman-temannya yang sedang tertawa hingga nampak langit-langit mulutnya.


"Baik, Bu Guru," jawab mereka serempak.


"Shaka, lanjutkan ceritanya. Jadi, siapa Ibu Mariam, yang menjadi idola Shaka itu?"


"Dia adalah wanita paling hebat yang pernah Shaka miliki di dunia ini. Ibu Mariam, bisa menggendong Shaka di jalanan yang licin saat hujan, sambil berjualan makanan. Ibu Mariam tidak pernah mengeluh saat kakinya terluka terkena kerikil tajam di bawah teriknya sinar mata hari. Bahkan Ibu Mariam, tidak marah pada Shaka, saat Shaka menghabiskan kue bolu buatannya. Dialah Ibu Mariam, ibu yang paling Shaka sayangi untuk selamanya."


Seketika teman-teman Shaka yang semula menertawakannya. Menjadi diam dan membisu seribu bahasa. Bahkan ada di antara mereka yang matanya mulai berkaca-kaca. Tidak terkecuali guru kelasnya.

__ADS_1


"Teman-teman, berikan tepuk tangan untuk Shaka, dengan tokoh idolanya yang luar biasa," ucap Bu Guru seraya bediri bertepuk tangan, disusul oleh gemuruh tepukan tangan dari teman-teman Shaka.


"Ibu Guru bangga pada Shaka," ucap Bu Guru dengan senyum bangganya.


Shaka kembali duduk di bangkunya. Teman-teman Shaka berhamburan mengelilingi dan memelukinya. Ruangan kelas itu menjadi tempat yang penuh kehangatan.


Bersambung ....


Teman-teman, kali ini othor mau ajak kalian mampir lagi, nih. Ke karya keren punya teman othor. Yuk, langsung saja meluncuuurrrr ....


Judul : Apa Salahku Tuan?


Karya : Muda Anna


Ningtiyas Paramitha adalah gadis 18 tahun baru lulus SMK jurusan tata busana. Dia harus menerima takdir dinikahkan siri dengan paksa oleh ayahnya dengan lelaki dewasa berumur 30 tahun dan telah memiliki istri bernama Alfarizi Zulkarnain. Kontrak nikah selama lima bulan, tetapi Neng selalu mengalami kekerasan baik lahir maupun batin. Perlakuan suami sirinya selalu melampiaskan kekesalannya akibat kesalahan istri sahnya.


Setelah empat bulan berlalu Al meninggalkan Neng begitu saja, tanpa disadari Al meninggalakan benih janin di kandungan Neng. Akhirnya Neng meninggalkan desanya yang selama ini menjadi kebanggaannya, pergi ke Jakarta untuk merubah nasib dan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama janin yang dalam kandungan.


Sayangnya takdir mempertemukan mereka kembali setelah delapan tahun berlalu. Dengan situasi yang berbeda, apakah mereka akan bersatu kembali setelah Al mengetahui memiliki keturunan. Apakah Neng menerima cinta Al?

__ADS_1



__ADS_2