Ibu, Izinkan Aku Bahagia

Ibu, Izinkan Aku Bahagia
Bab 98 Kabar Baik dan Kabar Buruk


__ADS_3

Sejak hari itu. Hari di mana Ayah Davina menyampaikan pesan-pesan serta nasehat yang mendalam pada Santana, dan juga Denny. Santana mulai menguatkan hatinya untuk belajar mengukir satu nama saja di dalam hatinya, yaitu Davina. Ia membuktikan bahwa dirinya tidak ingin melukai lagi, ataupun kehilangan kesempatan untuk menjaga wanita yang ada di sisinya saat ini.


"Sayang, kalau kamu lelah istirahatlah saja. Hari ini biar aku yang menyiapkan makan malam untuk kita," ucap Santana sembari menuntun tangan Davina untuk duduk.


"Tidak perlu, Mas. Mas 'kan sudah seharian menggantikanku mengurus Ayah, dan Dicky," tolak Davina halus.


"Jangan menolak, Sayang. Apa kata dunia nanti? Seorang suami membiarkan istrinya bekerja sendiri," canda Santana.


"Kamu ini, Mas, bisa saja. Omong-omong bagaimana dengan bisnismu itu, Mas?" tanya Davina.


"Alhamdulillah, pesanan mebel semakin ramai berdatangan," ucap Santana sembari terus sibuk menyiapkan makan malam.


"Alhamdulillah, Mas, kalau begitu." Davina tersenyum.


"Ya, syukurlah. Aku merintisnya dari nol seorang diri. Dengan sepenggal keahlian yang aku miliki. Sekarang, aku sudah memiliki karyawan sendiri walau hanya 4 orang saja," imbuh Santana.


"Kamu hebat, Mas. Tidak ada yang tahu akan hal ini. Kamu begitu rapi menyembunyikannya," tutur Davina.


"Bukan aku yang hebat tapi, Tuhan telah memberi jalan padaku. Setelah banyak rintangan dan kepahitan hidup yang aku tempuh."

__ADS_1


Davina mengangguk setuju. Yang dikatakan Santana adalah benar. Selalu ada sesuatu yang dapat menebus setiap kesengsaraan dalam hidup. Sama halnya dengan penderitaan hatinya yang kini justru berubah penuh bahagia.


Makan malam sudah siap dihidangkan. Santana memanggil Ayah Davina, dan juga Dicky. Di meja makan itu, karunia dan berkah-Nya begitu terasa menayngi keluarga yang saling berkasih sayang itu.


***


Satu minggu berlalu dengan banyak kesibukan di dalamnya. Seseorang mendatangi rumah Davina, dan juga Santana. Ia merupakan tetangga Arifin sekaligus salah seorang yang kebetulan bekerja di rumah rehabilitasi yang menangani dan merawat Asih. Ia datang membawa kabar baik sekaligus kabar buruk.


"Maaf sebelumnya, Pak, Bu. Saya datang malam-malam begini, karena keadaannya memang sangat mendesak," ucap laki-laki yang diketahui bernama Irwan itu.


"Tidak masalah, Pak Irwan. Kalau boleh tahu, kabar apa yang membawa anda datang kemari?" tanya Santana.


"Katakan saja, Pak Irwan. Kami mendengarkan," ujar Davina.


"Jadi begini, kabar baiknya adalah, Ibu Asih sudah boleh dibawa pulang. Kabar buruknya, kondisi kesehatan fisik Ibu Asih, sangat tidak baik dan dia selalu memanggil-manggil nama Dicky," jelas Irwan.


"Apa Ibu tidak akan sembuh lagi, Paman?" tanya Dicky yang tiba-tiba ada di sana.


"Dicky ...," ucap Mereka serempak.

__ADS_1


Air mata mulai menggenang di ceruk-ceruk mata Dicky. Meski Asih bukanlah seoarng ibu yang sempurna. Namun, ia tetaplah ibu kandung Dicky. Wanita yang menjadi wasilah lahirnya Dicky ke dunia ini. Santana menuntun tangan mungil itu untuk duduk di pangkuannya.


"Dicky, kita berdoa yang terbaik untuk Ibumu, ya," bujuk Santana agar Dicky tidak menangis.


"Ayah, bagaimana kalau Ibu tidak sembuh? Apa Ibuku akan meninggal, Paman,?" bocah itu mencari jawaban dengan tatapan kesedihan yang ia tujukan pada Irwan.


"Nak, Ibumu ingin bertemu denganmu. Apa Dicky mau ikut dengan paman?" tanya Irwan.


"Tidak perlu, Pak Irwan. Biar kami yang akan mengantar Dicky bertemu ibunya," tukas Davina.


"Jadi, di mana kami bisa menemui Ibu Asih?" tanya Davina.


"Sekarang beliau ada di rumah saya. Karena, Pak Arifin tidak bersedia menerimanya dengan alasan yang tidak ingin diketahui," terang Irwan.


"Baik, Pak Irwan. Terima kasih banyak karena sudah menyempatkan waktunya untuk mengabari kami." Tutup Santana.


Irwan berpamitan untuk pulang. Sementara, Santana, Davina, dan juga Dicky bersiap untuk menyusul Irwan dan menemui Asih di sana.


Bersambung ....

__ADS_1


Guys, mungkin beberapa bab lagi, karya ini akan othor tamatkan, ya. Mohon dukungannya dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian. 😘😘😘😘😘


__ADS_2