Ibu, Izinkan Aku Bahagia

Ibu, Izinkan Aku Bahagia
BAB 93 Bayang-Bayang Kesedihan


__ADS_3

"Entah di ambang pintu takdir yang mana, aku sedang berpijak. Aku tidak tahu bagaimana nasib rumah tanggaku dengan mas Arifin ke depannya. Aku sudah pasrah mau bagaimana pun nantinya," gumam Raya.


"Apa yang kamu pikirkan, Raya? Apa kamu sedang memikirkan Hanif? Laki-laki tidak tahu diri itu?" ujar Arifin menyergap lamunan Raya.


"Aku bukan dirimu yang masih leluasa memikirkan bahkan tidur dengan wanita lain saat aku masih bersamau!" tegas Raya.


"Omong kosong! Lalu, apa bedanya denganmu? Bukankah kamu juga menghabiskan malam bersama Hanif, saat kamu pergi meninggalkan rumah?"


"Cukup! Jangan memutar balikan fakta seolah aku yang bersalah. Ingat Mas, aku kehilangan putra dan semua kebahagiaanku karenamu," ucap Raya penuh penekanan.


"Baiklah, semua itu jadi salahku sekarang, tapi ingat Raya! Aku berselingkuh darimu adalah karena kesalahanmu sendiri. Kamu tidak pernah tampil menarik di mataku," ejek Arifin.


"Hey, seharusnya kamu berkaca, Mas. Ketenangan apa yang aku dapat dalam rumah tangga ini hingga aku harus tampil menarik? Apa kamu meberiku cukup kebahagiaan? Tidak, Mas, kau hanya pandai menorehkan luka padaku."


Perseteruan itu terus memanas. Arifin dengan egonya dan Raya, ia sudah jengah selalu mengalah pada Arifin. Kini, Raya tidak sudi lagi jika harus berkata iya dan selalu menurut pada Arifin.

__ADS_1


"Kamu sangat menyedihkan, Mas. Lihatlah dirimu! Kamu bahkan gagal menjaga orang-orang yang seharuanya menjadi tanggung jawabmu." Raya tersenyum getir dengan mata menatap tajam ke arah Arifin.


Arifin diam tak lagi menjawab. Kata-kata Raya seperti membuatnya kalah telak. Kemudian, Arifin melangkah keluar, menutup pintu dengan bantingan keras.


Raya menghela napasnya panjang. Rasanya sudah tidak ada lagi keharmonisan yang ia rasakan dalam rumah tangganya. Semua harapannya sirna diterpa badai dan gejolak perangai Arifin yang sangat merugikan. Air mata raya jatuh tak tertahan lagi. Ia tidak ingin menangis tapi, dadanya terasa sesak menahan perasaan yang sudah tidak menentu.


"Ya, Allah .... aku memohon penyelesaian yang baik dari-Mu. Aku sudah lelah dengan semua ketidak adilan suamiku," lirih Raya di dalam hati.


***


Santana membawa pulang makanan yang ia beli seusai membayarnya. Mulanya ia biasa saja tapi, tiba-tiba lamunannya mengawang. Ia teringat akan anak kandungna, Shaka. "Seharusnya kamu, Nak, yang berdiri di samping Ayah, menemani Ayah berjalan," gumamnya dalam hati.


Wajah kesedihan tiba-tiba terlihat jelas di mata Santana. Ia ingat perjuangan yang dilakukannya demi memperbaiki keadaan ekonomi keluarga kecilnya, dulu. Namun, setelah kini dirinya berada di titik itu, ia sudah tidak bersama-sama lagi dengan orang yang ia perjuangkan. Rasa perih menjalar di dalam hati Santana.


"Vin, makanannya sudah aku beli. Kalian makan saja duluan, ya. Aku ingin istirahat sebentar, kepalaku terasa pusing," ujar Santana ketika sampai di toko aksesoris Davina, yang tidak jauh dari rumah tempat tinggalnya.

__ADS_1


"Oh, baiklah kalau begitu, Mas. Istirahatlah agar pusingmu reda." Putus Davina.


Santana tersenyum sembari mengusap pucuk kepala Davina. Kemudian, ia pergi menuju rumahnya untuk beristirahat. Tidak bisa dipungkiri, bahwa Santana masih dirundung penyesalan dan kerinduan pada Shaka.


"Ayah, Davina menunggu di toko. Ayah pergilah ke sana untuk makan siang dan tolong ajak Dicky," pinta Santana saat sampai di rumah.


"Terima kasih, Nak. Apa kamu sudah makan?" tanya Ayah Mertuanya tersebut.


"Aku belum lapar, Ayah. Kepalaku sedikit pusing dan aku akan beristirahat sebentar," jawab Santana berbohong.


"Baiklah kalau begitu. Dicky, ayo kita pergi, Nak."


Ayah Davina membawa Dicky menuju toko. Sementara, Santana meresapi kesedihannya. Meski ia sudah bersama dengan Davina, wanita baik, cantik serta memiliki hati yang tulus tapi, tetap saja saat ia ingat betapa Shaka telah banyak menderita, kesedihannya akan kembali datang merundungi.


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungan terbaikmu, ya! Kesayangan othor semua.😚😚😚


__ADS_2