Ibu, Izinkan Aku Bahagia

Ibu, Izinkan Aku Bahagia
BAB 84 Perjuangan Seorang Ibu


__ADS_3

Pagi ini, Shaka mulai bersekolah lagi. Dengan seragam dan tas di punggungnya. Bocah laki-laki itu tampak berbinar senang. Ia menaruh tasnya di kursi. Lalu, bersiap untuk sarapan bersama semua anggota keluarga.


"Nenek tahu tidak? Di sekolah Shaka, ada teman Shaka yang bernama Shifa. Dia lucu, sering makan di dalam kelas selama jam pelajaran," tutur Shaka bercerita sembari menyantap sarapannya sebelum pergi ke sekolah.


"Benarkah? Apakah Shifa anak yang cantik?" kata Neneknya sambil tersenyum.


"Cantik itu seperti Ibudan Nenek, ya? Shaka tidak tahu, Nek. Karena, dia tidak mirip seperti Ibu, maupun Nenek." Jawab anak itu polos seraya tetap melanjutkan sarapannya.


Ibu Denny atau yang Shaka panggil Nenek itu, hanya tersenyum sambil meggelengkan kepala. Begitu pun dengan Denny, dan juga Mariam yang turut mendengarkan celotehan dari anaknya itu. Sampai mereka menyudahi aktifitasnya itu. Lalu, Denny mengantarkan Shaka pergi ke sekolah.


Sekitar 30 menit lamanya. Mereka sampai di sekoah Shaka. Denny mengantarkan Shaka sampai gerbang sekolah. Di sana, sudah banyak teman-teman Shaka yang menunggunya.


"Ayah, Shaka masuk dulu, ya! Hati-hati saat pulang nanti, Ayah. Jangan mengebut ...."


"Baikalh, Jagoan Ayah. Belajarlah yang rajin, ok."


Shaka tersenyum lalu mencium punggung tangan Denny. Kemudian ia bergegas masuk dan menghampiri teman-temannya. Denny pun memutar balik kendaraannya dan pulang.


Sesampainya di rumah. Denny mencari keberadaan Mariam. Akan tetapi, ia tidak menemukannya. Denny pun bertanya pada ibunya. "Ibu, di mana istriku," tanya Denny dengan wajah cemas.


"Dia ada di kamar mandi. Perutnya mual dan muntah terus sedari tadi," jawab Ibu.


"Lalu, apa yang harus Denny lakukan, Bu? Apa Mariam sakit?"


"Tidak, dia hanya sedang mengalami hal yang umum dialami oleh wanita hamil."

__ADS_1


"Kasihan sekali istriku," wajah Denny murung.


"Begitulah, Nak. Seorang wanita harus tabah menerima ketentuan dan kodrat dari-Nya," ucap Ibu.


"Apakah Ibu juga mengalami hal yang sama saat mengandung Denny?" tanya Denny penasaran.


"Begitulah kurang lebihnya, Den. Bahkan, Ibu tidak bisa mencium bau sabun dan wewangian. Semua benda itu Ibu jauhi. Karena kalau tidak, Ibu akan muntah dan pusing seperti orang yang sedang mabuk perjalanan."


Denny tersenyum, matanya berkaca-kaca mendengar kisah ibunya. Ternyata wanita harus mengalami banyak fase penuh perjuangan dalam hidupnya. Tidak bisa ia bayangkan, betapa berat menjadi seorang ibu.


"Ibu, apa ibu tidak keberatan saat mengandung Denny, dengan frekuensi mual dan keadaan yang tidak mengenakkan lainnya?" ucap Denny pelan.


"Tahukah kamu apa yang membuat kami kuat, Den?" Ibu memberikan sebuah pertanyaan.


"Keinginan untuk segera bertemu dengan janin yang ada dalam rahim kami. Selain itu, perhatian dan kasih sayang dari suami juga menjadi salah satu hal, yang menguatkan kami dalam berjuang menghadapi ujian saat masa kehamilan."


"Begitukah, Bu. Apa Ayah juga memberikan perhatian lebih pada Ibu, saat mengandung Denny dulu?"


"Ya, ayahmu melakukan tugasnya dengan baik. Bahkan, dia nyaris tak pernah absen mengajakmu berbicara saat masih di dalam perut Ibu. Ibu dilarangnya untuk melakukan pekerjaan ini dan itu. Sampai Ibu protes karena merasa bosan hanya tiduran dan makan saja," kenang Ibu seraya tersenyum mengingat mendiang ayah Denny.


"Apakah itu yang membuat Ibu memutuskan untuk tidak menikah lagi?" tanya Denny berhati-hati.


"Seumur hidup Ibu. Tidak pernah Ibu mendapatkan kasih sayang yang begitu besar dari seorang laki-laki selain kakekmu kecuali, dari ayahmu. Bahkan sampai tubuhnya menyatu dengan tanah. Ibu masih bisa merasakan hembusan napasnya, masih bisa melihatnya tersenyum memandangi Ibu, dan merasakan kehadirannya saat Ibu tidur dan terjaga, juga perwujudan lain dari kebaikannya yaitu, kamu Den."


Denny menitikkan air mata harunya. Ia memeluk erat wanita paruh baya yang menjadi ibunya itu. Rasa rindu pada ayahnya membayangi pikiran Denny. Ia meluruhkan tubuhnya dalam pelukan sang ibunda.

__ADS_1


Bersambung ....


Guys, terima kasih buat kalin yang terus mendukung othor dan bersedia memberikan vote serta hadiahnya. Othor jadi makin semangat updatenya. Jangan lupa untuk ikut othor mampir di karya keren milik teman othor yang satu ini, ya!


Judul : Terjerat Cinta Berondong Kaya


By : Liana Kiezia


🚨 Area dewasa, bocil jangan coba-coba ngintip bahaya 🤣. Yang suka romantis, baper, komedi yuk mampir di anak ke 3 emak online ini.


🚦Mafia story, (Karya ini sesoan 2 Kehidupan kedua sang putri)


"Lepaskan aku Ken, cari pasangan yang seusiamu, kau masih muda!" Teriak Angelina Aya M.A.


"Tidak semudah itu wahai wanita! Saat kau menyetujui dokumen pernikahan kita, artinya kau hanya milikku, istriku! Meski harus kupatahkan kaki indahmu, aku tak keberatan. Karena aku sangat mencintaimu!"


Angelina Aya M.A melakukan hal yang konyol ketika ia masih mengalami cacat penglihatan yaitu mencari suami bayaran untuk memuluskan aksi membalas dendam pada mantan calon suaminya yang berselingkuh.


siap sangka mencari suami pengganti membawanya dalam jeratan seorang pria muda yang tajir melintir yang begitu mencintai nya hingga tahap obsesi.


Akankah pernikahan mereka akan bertahan setelah Aya tau jika suaminya lebih muda 7 tahun darinya?


Atau mereka akan berpisah sesuai dengan kesepakatan kertas di atas putih sebelum pernikahan mereka di langsungkan?


__ADS_1


__ADS_2