INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Hampir celaka


__ADS_3

"Zain... Kamu kenapa bisa kayak gini" Tanya ibunya yang nampak sangat khawatir kepada Zain.


"Aku nggak apa-apa Bu.." Zain menjawab dengan ekspresi yang aneh.. Sepertinya Zain malas untuk membahas Dendi kepada ibunya.


"Siapa yang udah mukulin kamu sampe kayak gini?" Ibunya terus bertanya kepada Zain.


"Dendi Bu." Jawab Zain.


"Apa? Anak itu lagi? Nggak ada kapok-kapok nya itu anak. Ibu harus beritahu paman kamu Zain." Ibunya hendak mengambil ponsel di dalam tas nya tapi Zain menarik tangan ibunya.


"Jangan bu. Biarkan paman dan bibi tau sendiri kebenarannya. Aku nggak mau teman-teman terluka gara-gara aku." Zain menundukkan kepalanya.


"Ya sudah, ibu tidak akan membicarakan hal ini kepada paman mu.. Lalu ini siapa Zain?" Ibunya menoleh ke arahku.


"Teman sekelas aku Bu, namanya Maria." Zain memperkenalkan aku pada ibunya.


Aku pun salam kepada ibunya Zain, dan kami segera berlalu dari tempat itu.

__ADS_1


POV Dendi


Sial !!


Cewek itu lagi.. Kenapa sih dia ganggu hidup aku terus? Sebel banget aku sama dia!! Aku benci sama si Maria itu.. Sok kecantikan banget, mentang-mentang kak Ivan cinta mati sama dia tuh cewek jadi belagu!


Nggak nyangka kalau dia sepupu Cantika, aku kira mereka nggak ada hubungan saudara. Entah kenapa aku kesal melihat mereka di mobil waktu Cantika pingsan itu, aku ngerasa ilfeel sama dia. Manja banget cuma luka sedikit juga sampai-sampai Kak Ivan khawatir banget sama dia..


Hati aku benci liatnya.. Benci melihat kemesraan mereka berdua yang selalu terlihat romantis.. Padahal itu pertama kalinya aku liat mereka langsung. Sedangkan aku sama si Cantika boro-boro kayak gitu, yang ada si Cantika itu selalu nyuruh-nyuruh aku kayak pembantu pribadinya dia..


Makanya aku mau balas dendam sama dia yang udah bikin harga diri aku rendah di mata teman-temanku. Dia nggak pernah anggap aku sebagai pacarnya. Dia merasa menjadi wanita paling cantik sehingga semena-mena sikapnya sama aku. Apa dia pikir aku ini cuma orang yang mau di suruh-suruh terus? Dia selalu berkata kalo semua pria itu ingin memiliki dia, tapi dia lebih memilih aku karena aku yang selalu baik dan nurut padanya.


Kalau memang dia tidak mencintaiku kenapa dulu dia menerimaku sebagai pacarnya? Lebih baik dulu dia tolak saja aku daripada berujung seperti ini. Hatiku sudah di penuhi oleh amarah dan balas dendam kepada Cantika, sampai otak ku tidak bisa lagi berpikir jernih karena kelakuannya yang seperti itu.


Aku membuat Cantika tidak sadarkan diri dan melakukan itu kepadanya. Bukan hanya aku saja, tapi teman-temanku pun melakukannya secara bergantian dan aku tidak tahu anak siapa yang di kandung oleh Cantika, makanya aku tidak mau bertanggung jawab kepadanya.


Itulah akibatnya jika mulut tidak bisa di jaga, dalamnya lautan bisa di ukur, dalamnya hati siapa tahu? Dan itu yang sudah terjadi kepadaku. Selama ini aku telah sangat bersabar menghadapi Cantika dengan sikapnya yang begitu, tapi dia tidak pernah menyadarinya bahwa semua yang dia ucapkan melukai hatiku, melukai perasaan sayangku yang sangat tulus kepadanya.. Cintaku kepada Cantika teramat besar, namun sedikit demi sedikit terkikis sampai hilanglah perasaan tulus itu karena perilakunya padaku.

__ADS_1


Dia tidak pernah sekalipun meminta maaf padaku, sampai detik ini pun kata maaf darinya tidak pernah terucap dari bibir Cantika. Kalau saja dia satu kali mengucapkan kata maaf yang tulus dari bibirnya langsung kepadaku atas semua sikapnya, mungkin aku akan bertanggung jawab walaupun entah anak siapa yang ada di perutnya itu.


Tapi ini tidak sama sekali, bahkan dia semakin membuatku yakin untuk meninggalkannya. Karena sikapnya yang semakin menjadi tidak waras, aku juga ingin putus darinya sih.. Sudah tidak tahan dengan dia yang begitu lagi pula sekarang aku mencintai Kia, pacarnya Zain. Dia sangat manis, dan yang ku lihat dia sopan tapi cuek. Dia tidak mudah baper orangnya dan itu yang aku suka darinya.


Hari ini aku membalaskan dendam ku pada Zain yang sudah memukuliku tempo hari. Aku tau sikon Zain saat ini sedang tidak fit, makanya aku bela-belain datang ke tempatnya. Dan aku juga tahu kalau dulu dia menyukai Maria. Aku punya banyak kawan dimana-mana, termasuk di sekolahnya Zain dan Maria. Banyak mata-mata ku di sana yang selalu memberi tahu ku apa saja yang di lakukan Zain.


Dan hari itu, temanku melihat Zain sedang menggendong Maria yang pingsan ke mobilnya. Dari situ aku sudah tahu bahwa Zain ada hati untuk Maria, karena Zain tidak akan peduli sama siapapun kecuali orang yang dia sayangi dan cintai. Aku tahu sekali bagaimana karakter Zain karena kita di besarkan bersama saat dulu dengan nenek dan kakek. Karena orang tua kami yang sama-sama bekerja dan berjuang di luar negeri menjadi WNI.


Aku menghubungi teman-teman premanku untuk memata-matai Maria. Karena sepertinya dia berpotensi menggagalkan rencana ku kepada Cantika. Dia itu seperti pahlawan kesiangan yang sok peduli sama orang-orang di sekitarnya. Sebel banget aku sama dia!!


Sekarang aku dan dua orang temanku sedang mengawasi rumah Zain. Cukup lama Zain dan cewek itu di dalam rumah sampai aku bosan menunggu mereka keluar. Tapi setelah tiga jam berlalu Zain keluar, dia menyuruh supir pribadinya untuk mengantar Maria pulang.


Itu menjadi kesempatan bagiku untuk bisa mencelakakan Maria, akan aku lukai dia dan menghadang mobilnya. Aku pun bersiap-siap naik motor dengan temanku setelah kepergiaannya.


Di tengah jalan yang sepi, aku menghadang mobil yang di tumpangi Maria. Aku menyuruh supir untuk keluar, Maria terkejut. Dia menjerit ketakutan tapi temanku membungkam mulutnya sampai dia pingsan sedangkan supir itu tampak panik dan gelisah, dia hendak melawan kami bertiga. Tapi karena dia tidak bisa beladiri, aku memukulinya sampai dia tersungkur dan darah bercucuran di kepalanya. Saat aku hendak menusukkan pisau kepada Maria, terdengar sirine polisi melintas di tempat ini.


Kami semua panik dan aku langsung kabur naik motor mengabaikan mereka yang tak sadarkan diri, karena untuk saat ini yang terpenting tidak berurusan dengan polisi. Aku pun tidak tahu apa yang terjadi kepada mereka setelah itu.

__ADS_1


POV Dendi end


...****************...


__ADS_2