
"Kay, Lo kenapa.?" Sandra.
"Nggak nyangka gue. Bener-bener nggak nyangka tuh cewek jelek bisa punya pacar seganteng itu, cute banget lagi." Kay.
"Iya kita juga liatnya nggak percaya. cowoknya keren banget sumpah." Ghea.
"Iya malah lebih keren dari Ivan, berarti yang tadi di katakan di toilet itu bener ya. Ah, aku kira Ivan paling ganteng, ternyata cewek itu malah punya cowok yang lebih keren, cute banget." Key.
* POV Kayla (Kay)
Aku benar-benar nggak nyangka dia punya pacar sekeren itu. Aku terpesona... Mata laki-laki itu membuatku tak sadarkan diri. Dan sepertinya dia sangat menyayanginya.
Beruntung sekali dia punya pacar sepertinya. Udah ganteng, perhatian, sayang banget lagi. Sedangkan aku, hubunganku dengan Ivan tak sehangat hubungan mereka yang hanya baru sekali aku lihat itu.
Boro-boro Ivan memelukku dengan sentuhan kasih sayang kayak dia tadi. Nanyain kabar aku aja ngga pernah. Harus selalu aku yang memulai duluan. Sebal aku jadinya.. Iri sama si Maria itu.
Sekolah dimana ya dia? aku harus cari tau tentangnya. Apa aku harus merebutnya ya? tapi masalah nya dia bisa aku kendalikan kayak Ivan nggak ya?
Ah.... Aku pusing..
Daripada pusing mikirin itu mendingan pulang aja terus shopping deh.
* POV Kayla End
***
Jika..
Jika cinta hadir membawa bahagia..
Jangan pernah ada luka..
Yang berakhir dengan rasa kecewa..
Aku takkan pernah rela..
Rasa ini terasa amat sangat nyata..
Di setiap waktu yang ada..
Engkau yang ku damba..
__ADS_1
menemaniku sepanjang masa..
Maria.
Ku tulis bait-bait puisi untuk Indra di kertas file ku. Aku suka menulis. Ada rasa senang ketika aku mengekspresikan perasaanku pada setiap kata-kata yang ku tumpahkan pada goresan tinta hitam di atas kertas putih, sungguh menyenangkan..
Aku terus menulis puisi tentang apa yang aku rasakan saat ini.. Ide itu muncul seketika dan langsung aku tulis di kertas kosong tadi.
Rasa yang sama..
Mungkinkah kau akan selalu mencintaiku?
Mungkinkah rasa itu hanya untukku?
Tidakkah kau tau
Aku sangat takut kehilanganmu.
Aku hanya meminta kepada Yang Mahakuasa
Untuk selalu berada di dekatnya
Sampai waktunya tiba
Maria.
Aku memang tak pandai mengungkapkan rasa ini sama Indra. Hanya berani lewat kata-kata seperti ini, di salurkan lewat puisi-puisi yang aku tulis.
Bukan tanpa alasan aku melakukan itu, tapi karena aku malu untuk bucin sama Indra. Malu lah.. Masa cewek yang agresif sama cowok.
Tok Tok Tok..
"Neng, ada si aa di depan nungguin."
"Oh iya mah. Eneng ke depan sekarang."
Tumben Indra kesini nggak SMS dulu.
Aku pun merapikan file-file yang berisi puisi itu di meja belajar.
Aku membuka pintu kamar lalu berjalan menuju ruang tamu. Di sana ada Indra yang sedang duduk di temani mamah.
__ADS_1
"Tumben nggak SMS dulu.."
"Hehe, mau ngajak main.. Aku udah izin kok sama mamah."
"Iya neng, kalau mau keluar nggak apa-apa tapi jangan sampai malem ya."
"Iya mah." Jawab kami berdua.
Aku pun berangkat main bersama Indra, entah kemana tujuannya itu.
***
Indra membawaku ke bioskop di kota. Antriannya sangat panjang karena malam ini malam Minggu pasti banyak yang mamingan sama pacarnya. Aku pegel.
Akhirnya dapat juga tiket nontonnya. Kami pun segera masuk. Saat film di mulai aku melihat ada Kak Ivan di sana bersama Kak Kayla. Dia melihat ke arahku, dan aku langsung menghindari pandangannya.
Indra menggenggam erat tanganku, "Sebelum pulang kita makan dulu ya sayang." Ucapnya sambil tersenyum.
"Iya, makan dimana?"
"Gimana kamu aja maunya dimana."
"Aku pengen bakso.."
"Oke kita mampir ke tukang bakso."
Kami pun sepakat untuk makan bakso pulang nonton bioskop.
Kantong anak SMA mah cuma bisa traktir bakso doang. Iya nggak..? Kecuali anak sultan. Sultan mah bebas, makan di restoran mahal juga nggak masalah. Apalagi cuma makan bakso yang receh.
film pun selesai.
Saat kami hendak keluar, Kak Ivan menarik tanganku. "Mar."
Aku dan Indra terkejut dengan kehadiran Kak Ivan yang tiba-tiba. "Kak, ngapain narik tangan aku? Lepasin Kak." Pintaku pada Kak Ivan.
Indra tampak marah. Wajah putihnya berubah jadi merah menahan amarah.
"Lepasin. !! Ini pacar saya, ngapain kamu pegang-pegang dia? Lebih baik urusin tuh pacar kamu. Ayo sayang kita pulang."
Aku pun pulang meninggalkan Kak Ivan yang berdiri melihat kepergian kami berdua.
__ADS_1
...****************...