INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Sendiri Lagi


__ADS_3

Aku memberanikan diri untuk bertanya kepada ibu guru cantik yang ada di depan ku ini. Aku mengatakan bahwa kami mau mendaftar ke sekolah itu. Tapi bingung harus bagaimana.


Ibu guru yang aku belum tau namanya itu berkata, kalau mau daftar harus pagi-pagi karena kalau sudah siang semua guru akan sibuk mengurus hal yang lain. Kalau mau, besok datang lagi kesini, begitu jawab nya.


Ya sudah lah aku menurut saja besok aku kesini lagi. Tidak lupa aku meminta nomor telepon ibu guru ini agar bisa menghubunginya nanti. Mungkin suatu saat aku akan butuh informasi darinya. Aku menyimpan nomor telepon ibu guru ini. Ternyata namanya Bu Sinta.


Kami pun pamit pulang dan akan datang lagi besok pagi. Kulihat Bu Sinta masuk ke sekolah itu, mungkin Bu Sinta salah satu guru di sekolah itu.


Lama sekali aku menunggu angkot, tidak ada yang lewat satu pun. Sampai pegal ini kaki.


Hari ini aku sampai lupa menghubungi Indra saking sibuk nya, aku mau minta dia jemput tapi kasian juga Mia, nanti dia gimana.? Gitu-gitu juga dia yang udah berjasa merekomendasikan sekolah ini sama aku.


Aku juga salah sih bukannya cari informasinya dulu, tapi nggak apa-apa pengalaman lucu kalau nanti sudah dewasa. Bisa bikin tertawa karena kudet nggak tau apa-apa, padahal itu SMA terkenal banget. Aku juga tau namanya doang tempatnya mah baru tau sekarang.


Ku lihat ponselku dan ada pesan dari Indra banyak sekali. aku telepon aja deh, kelamaan kalau balas satu-satu pesan nya.


"Halo, assalamualaikum Dra"


"Waalaikumsalam, kamu kenapa nggak bales SMS aku? Udah beres belum daftarnya?"


"Belum, nanti sore pas kamu main aku ceritain deh ya. Maaf baru ada kabar sekarang saking sibuknya tadi."


"*I*ya yang penting kamu baik-baik aja, Aku jemput ya."


"Ga usah, kasian Mia nanti pulang sendiri kalau kamu jemput aku."


"Ya udah kalau sampai rumah SMS aku ya.."


"Oke Siap."

__ADS_1


Selesai aku teleponan, angkot belum juga ada. Kulihat Mia sudah sangat bete. Sama aku juga, mana udah jam 12 siang. Panas banget nunggu angkot di bawah teriknya matahari. Ampe gosong ini muka, udah gosong tambah gosong lagi deh. Nyebelin!!


Nggak ada tempat buat berteduh, kalau kita diam di tempat yang teduh nanti angkotnya nggak ngeliat kita. Lagian jauh juga dari tepi jalan ini.


Setelah menunggu hampir satu jam, angkot pun datang. Aku terpaksa menghentikan angkot itu. Karena cuma itu yang pertama lewat. Kalau tidak naik sekarang, harus menunggu lama lagi. Walaupun penumpangnya penuh dan sesak banget, aku dan Mia tetap naik angkot ini dengan terpaksa.


Untung badan kami berdua kecil. Mia tinggi sih tapi dia kurus jadi bisa nyempil deh di pojokan. Ada untungnya juga punya badan kecil, nggak makan tempat. Hehe.


Baru kali ini aku merasa bersyukur punya badan kecil mungil gini, maka nikmat yang mana lagi yang kamu dustakan?


***


Akhirnya.... Sampai juga aku di rumah tapi rumah sepi, kayaknya mamah belum pulang dari toko.


Ku rebahkan tubuhku di sofa yang empuk ini. Tak terasa mata lelah sekali, aku ngantuk.. Tidur dulu ya... Zzzz, Zzzz


.


.


.


Suara salam terdengar sampai aku terbangun.. "Siapa sih, ganggu aku tidur aja. hoamm.. ini Jam berapa ya? Hah udah jam setengah 5, mamah belum pulang juga."


Aku bergegas untuk membukakan pintu, ada Indra di sana.


"Lama banget bukain pintunya, kamu tidur bukan?"


"Iya aku tidur. Ngantuk banget.. Ngobrol di sini aja ya, ga enak kalau di dalem. Nanti banyak yang bisik-bisik tetangga. Mamah belum pulang dari toko, kayaknya hari ini sibuk."

__ADS_1


"Iya di luar aja."


"Aku ambil minum sama cemilan dulu ya."


"Oke."


Sebelum ke dapur ambil minum, aku ke kamar mandi dulu untuk cuci muka. Setelah itu aku membawakan minum dan cemilan untuk kami berdua.


Sampai di teras depan kami berdua duduk di lantai sambil makan cemilan yang aku bawa tadi dan Indra langsung bertanya, "Tadi apa yang terjadi sama kamu sampai nggak sempet ngabarin.. Aku khawatir banget sama kamu."


Aku mulai menceritakan kejadian tadi siang, dari mulai salah naik angkot sampai nyasar salah jalan. Indra yang mendengar ceritaku langsung tertawa terbahak-bahak.


"Ih kamu kenapa ngetawain aku Ampe ngakak banget gitu. nyebelin."


"😂😂😂HA HA HA... Ehemmm. Maaf sayang, abisnya kamu sama si Mia itu lucu banget sih. Kalau ga tau tempat sekolahnya dimana ya tanya kek sama aku. Aku tau tempatnya. Tadi kan aku mau nganterin kamu. kamu nya ga mau. Aku kira kalian udah tau tempatnya, udah hafal jalan.. Sumpah ngakak banget sih!!"


Setelah bercerita ke sana-sini Indra pun pulang. Cuma sebentar karena waktu sudah menjelang magrib. Mamah juga baru pulang, kasian mamah kecapean ngurusin toko.


***


Pagi pun tiba, aku sudah siap dari jam 6 pagi. Aku hubungi Mia tapi ga di angkat-angkat. Gimana nih kalau kesiangan lagi.. Tak lama kemudian dia telepon aku.


Aku terkejut sekali ternyata Mia ga akan melanjutkan daftar di sekolah itu. Katanya semalem kakaknya yang di Jakarta menyuruhnya untuk sekolah di sana. Ahhh bete, bete, bete...


"Tega banget sih kamu Mia.. Aku nggak ada temennya lagi dong." Huaa... huaaa... (Nangis).


Pada saat aku keluar, Indra sudah ada di depan rumah. Dia bilang mau antar aku sampai ke sekolah. Karena sekolahnya Indra mulai MOS nya (Masa Orientasi Siswa) Minggu depan, jadi masih ada waktu luang buat antar aku.


Aku ceritakan kalau Mia tidak jadi daftar ke sekolah itu, karena mau pindah. Padahal kemarin dia yang maksa aku untuk sekolah di situ.. Aku sedih ga punya teman lagi saat aku di sekolah yang baru tidak ada yang aku kenal satu pun.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2