
Aku yang melihat itu langsung bersembunyi dan memfoto mereka berdua dengan ponsel jadul ku. Walaupun hasilnya buram dan tidak jelas tapi masih bisa terlihat. Setelah mereka masuk mobil dan berlalu, aku berlari dan memanggil-manggil Indra.
"Indra, kamu liat bapaknya Kia ga tadi di sini yang lagi sama cewek?"
"Iya aku liat juga kok. Benar-benar parah ya, Astagfirullah." Indra mengelus dadanya sendiri.
"Iya nggak sadar-sadar. Aku harus kasih tau Kia dan Tante Hyurin."
Aku dan Indra telah sampai di rumah Kia. Kondisi nya baik-baik saja begitupun dengan ibunya. Aku menceritakan waktu Tante itu ke rumah dan aku juga memperlihatkan foto bapaknya yang sedang bersama wanita lain.
Kia menatap tajam ke depan setelah melihat foto itu dan di kepalkan tangannya sambil memaki-maki bapaknya.
Aku mengatakan kepadanya bahwa mamah bersedia membantu Tante Hyurin mencarikan pengacara untuk membantu proses perceraiannya.
* POV Kia
Kenapa bapak seperti manusia berhati iblis? Aku tidak menyangka bapak mengkhianati Tante hyurin juga. Padahal kemarin yang maksa-maksa ingin menikahi Tante itu adalah bapak.
Dan Tante sudah memohon agar bapak tidak menikahinya. Tapi sekarang malah selingkuh lagi dengan wanita lain. Padahal apa yang kurang darinya? Bapak seperti tidak ada puas nya. Aku malu punya bapak seperti itu.
Ibu sudah enggan berurusan dengan bapak. Sudah tidak mau tahu apapun yang terjadi padanya. Ibu yakin karma itu ada, Suatu saat nanti Bapak pasti menyesal dengan semua perbuatan yang dilakukannya sekarang.
Aku melihat Maria yang sedang duduk di samping Indra. Mereka sudah sangat banyak membantuku. Aku sudah sering merepotkan mereka. Aku meminta maaf padanya telah ikut terseret dalam masalah keluargaku.
* POV Kia End
***
Dini hari di tempat lain seorang pria yang sedang mabuk hampir tak sadarkan diri karena kebanyakan minum. Dia bicara tidak karuan seperti orang gila. Bicaranya melantur ke sana-sini.
Pria itu berjalan sempoyongan dan menabrak apapun yang berada di depannya. Sampai di tepi jalan, dia mencoba untuk menyebrang. Tapi sebuah kontainer dari arah timur melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak pria itu hingga tubuhnya terpental jauh.
Pria tersebut langsung tewas di tempat dengan kepala dan leher yang hampir putus. Tangan dan kakinya sudah tidak utuh lagi dan wajahnya sudah tidak bisa dikenali. Darah berceceran dimana-mana.
__ADS_1
Polisi langsung ke TKP untuk melakukan evakuasi jasadnya dan menemukan identitas korban.
Dia adalah Rizal, Bapaknya kia yang tewas tertabrak kontainer karena sedang mabuk setelah sebelumnya bertengkar hebat dengan istrinya.
FLASHBACK
* POV Tante Hyurin
Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan sikap suamiku yang semena-mena. Dia selalu main kasar dan anakku pun menjadi korbannya. Setiap dia marah, aku dan anakku selalu menjadi pelampiasannya.
Hari itu aku mencoba mengunjungi rumah sahabatku, Ranika putri atau Rani. Dia ibunya Maria, teman dari anak suamiku. Aku meminta bantuannya mencarikan pengacara hebat sahabat suaminya, Pak Gunawan.
Rani setuju untuk bisa membantuku. Aku ingin segera menceraikannya.. Lebih cepat lebih baik bukan? Lepas dari belenggu suami berhati iblis itu.
Malam itu dia datang bersama seorang wanita dan semua aset yang aku miliki dia kuasai sedangkan dia bersenang-senang di atas penderitaan ku. Wanita itu sama sekali tidak menghargai aku sebagai istrinya.
Sama seperti waktu aku di bawa ke rumah mantan istrinya. Bedanya aku di tipu olehnya yang mengatakan bahwa dia seorang duda dan akan memperkenalkan aku kepada saudaranya. Sampai di sana aku melihat ternyata dia masih beristri dan sudah mempunyai 4 orang anak.
Dia bermanja-manja kepada suamiku di depan mata kepalaku sendiri. Ingin aku jambak rambutnya dan aku sobek mulutnya saat dia mengatakan bahwa semua yang aku punya akan segera menjadi miliknya.
Aku emosi dan aku mengatakan bahwa aku akan menggugat cerai dia, pria tidak berguna. Dan wanita itu tidak akan mempunyai apa-apa jika menikah dengan laki-laki kere yang sok kaya dan kasar. Karena dia hanya menumpang hidup padaku. Semua yang dia miliki adalah hasil jerih payahku, bukan dia.
Suamiku sangat marah mendengar perkataan ku. Dia bilang tidak akan pernah mau bercerai denganku. Walaupun dia mau menikah lagi, aku harus mau di madu olehnya.
Cuih, enak saja dia bilang begitu. Aku yang bekerja keras dia yang menikmati hasilnya dengan istri barunya. Aku tidak akan sudi.
Dia pergi meninggalkan aku bersama wanita itu. Entah kemana dia akan pergi malam itu, aku tidak peduli.
* POV Tante End
***
* POV Pak Rizal
__ADS_1
Aku tidak menyangka Hyurin berani berbicara begitu kepadaku. Biasanya dia ketakutan kalau aku mengancamnya akan menghancurkan butik-butik yang dia kembangkan. Tetapi sekarang malah semakin berani melawanku.
Aku sangat mencintai Hyurin, aku tidak mau bercerai dengannya.. Tapi aku tidak bisa menolak wanita di hadapanku ini.. Aku juga ingin menikahinya karena dia cantik. Walaupun Hyurin lebih cantik dan melebihi segalanya dari dia, tapi dia bisa memanjakan aku.
Berbeda dengan Hyurin yang selalu ketus dan dingin kepadaku. Sulit sekali untuk menaklukkannya dan dia tidak pernah bisa membuatku merasa nyaman di dekatnya.
Sedangkan Surti, wanita itu sungguh tidak bisa untuk menyenangkan hati suami. Walau harus aku akui kalau aku juga tidak bisa memberikan uang untuk perawatan atau sekedar membeli make up karena ekonomi kita yang pas-pasan. Tapi setidaknya dia sisir rambutnya atau berpakaian rapi ketika aku pulang. ini tidak sama sekali.
Aku memang numpang hidup pada Hyurin, dia cantik dan kaya. bagaimana aku tidak senang hidup dengannya. Tapi dia selalu saja membuat ku marah, dan ketika marah aku tidak bisa mengontrol emosiku.
Malam ini aku akan bersenang-senang dengannya. Aku pergi ke bar dan dugem sampai menjelang subuh.
Kepalaku pusing sekali karena kebanyakan minum aku jadi mabuk dan tidak sadar dengan apa yang aku ucapkan. Ku lihat wanita itu sudah tidak ada di sampingku. Dasar wanita sialan..!!
Aku berjalan sempoyongan tidak bisa lagi menopang berat tubuhku dan menabrak semua yang ada di depanku.
Saat aku hendak menyebrang suara klakson terdengar sangat nyaring, dari arah timur aku melihat mobil kontainer melaju sangat cepat. Aku tidak sempat untuk menghindar karena kepalaku yang sangat amat berat. Sampai akhirnya aku merasa tubuhku terpental jauh dan akhirnya..
.
.
.
GELAP. !!
.
.
.
...****************...
__ADS_1