INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Flashback Kecelakaan Indra


__ADS_3

* POV Sandra


Sejak kejadian Maria di jemput oleh pacar tampannya itu, Kayla menjadi uring-uringan. Dia iri kepada Maria yang mendapatkan pria tampan yang hangat dan lembut seperti Indra, sedangkan Kayla mempunyai pacar seperti Ivan yang dingin dan kaku tanpa ekspresi.


Memang benar sejak kami masuk sekolah ini banyak sekali yang ingin menjalin cinta dengan Kayla, begitu pun dengan Ivan. Di lihat dari fisiknya, mereka berdua tampak sangat serasi. Tidak akan ada yang mampu menolak pesona Kayla dan Ivan, mereka bagaikan seorang putri cantik dan pangeran tampan.


Tapi Kayla tidak mau dengan mereka semua, begitupun dengan Ivan yang walaupun tampan tapi tidak pernah merespon gadis-gadis yang mencintainya. Kayla adalah pacar pertama Ivan karena perjodohan orang tuanya.


Kayla selalu mengejar cinta Ivan yang sangat cuek, sedangkan Ivan tidak pernah merespon perasaan Kayla yang teramat mencintainya. Mereka memang di jodohkan, tapi Kayla benar-benar mencintai Ivan. Berbeda dengan Ivan yang terlihat sekali sangat terpaksa menerima perjodohan itu.


Kami bertiga bersahabat, Aku, Kayla, dan Ghea. Kami murid populer di SMA karena kecantikan yang kami miliki. Tapi itu tidak membuat Ivan tergoda dan mencintai Kayla. Kami juga mempunyai nama Genk, KGS Girls. Aku tahu semua rahasia Kayla, dia selalu bercerita apapun kepada aku dan Ghea.


Tepat pada hari Jumat sore saat ayah dan ibunya Kayla pergi ke Paris untuk urusan bisnis, Kayla menelpon kami berdua untuk datang ke rumahnya dan menginap di sana. Aku dan Ghea langsung meluncur ke tempat Kayla.


Saat kami sudah sampai di sana, Kayla mengatakan bahwa dia akan menghabisi Maria. Kami berdua terkejut dengan ucapan Kayla, dan aku kira dia tidak akan sekejam itu. Aku mengira kalau dia akan mengurungkan niatnya itu, tapi ternyata dugaan ku salah.


"Gue bakalan bikin Maria mati!! Gue benci banget sama dia. Sok kecantikan banget!!" Ucap Kayla yang selalu emosi mendengar nama Maria.


"Kay, lo sadar nggak kalau ini tuh cuma ngerugiin lo doang. Gue nggak setuju Kay, Lo jangan ngelakuin hal itu." Jawab ku mencoba menyadarkan Kayla. Tapi sepertinya itu tidak mempengaruhi pikiran jahatnya.


"Iya Kay, Lo jangan kayak gitu kasian ibu Lo. Kalau Lo di penjara gimana? Kalau orang suruhan Lo di kejar polisi dan dia mengaku kalau dia di suruh sama Lo gimana?" Ucap Ghea yang sama-sama menyadarkan Kayla.

__ADS_1


"Gue nggak peduli.!! Yang tau rencana gue ini cuma kalian berdua, jadi gue akan aman kalau kalian nggak ngomong sama siapapun. Dan gue akan pindah ke Paris setelah menghabisi Maria." Senyum jahat mengembang di wajah cantik Kayla.


"Tapi Kay, ini bukan solusi yang baik buat masalah Lo. Gimana kalau Ivan tau?" Ucapku lagi.


"Bodo amat!!! Ivan juga udah mutusin gue demi cewek sialan itu. Kalian berdua nggak tahu kan kalau Ivan nembak dia kemarin sore di belakang perpustakaan? Sakit gue San, liat Ivan putusin gue demi cewek itu. Cewek yang kecantikannya bahkan jauh di bawah gue." Jawab Kayla.


Kami berdua tidak bisa menyadarkan Kayla. Aku tidak tahu kalau Kayla akan mengintai Indra dan Maria besok saat malam Minggu. Kalau aku tahu, mungkin aku akan memberitahu Ivan dan mencegah Kayla berbuat itu.


Tapi sayang semua sudah terlambat. Malam Minggu Kayla memberi kabar kepadaku kalau ternyata yang tertabrak adalah Indra. Dia menyelamatkan Maria dengan mendorong tubuhnya dan mengorbankan dirinya. Kayla menangis histeris, rencana yang dia buat gagal total dan sekarang dia sangat ketakutan.


Setelah perpisahan dengan Ivan, Kayla langsung pergi ke Paris dan tinggal di sana. Tapi kami masih sering berkomunikasi via Facebook. Kayla bercerita kalau dia susah tidur dan selalu mendengar jeritan Maria saat melihat Indra kecelakaan. Dia mendengar hal-hal yang tidak bisa di dengar orang lain.


Dia juga selalu melihat bayangan wajah Indra yang tampan tapi dengan mata yang tajam. Dia selalu mengatakan kalau dia ketakutan saat melihat wajah Indra yang di penuhi darah di depan matanya. Aku selalu mengingatkan dirinya untuk meminta maaf kepada Maria langsung, tapi Kayla selalu menolak dengan alasan takut Maria melaporkan ke polisi dan dia di penjara.


Hari ini kebetulan sekali aku bertemu Ivan dan Maria di rumah sakit tempat kerjaku. Aku terkejut sekaligus senang karena aku bisa menyampaikan pesan dari ibunya Kayla untuk meminta kontak mereka.


Aku melihat sikap Ivan yang sangat jauh berbeda saat dulu dia berpacaran dengan Kayla. Aku melihat sikapnya yang sekarang sangat hangat dan lembut, dia memeluk Maria di depanku. Tatapan matanya itu sangat terlihat jelas sekali kalau dia sangat menyayanginya. Aku tidak pernah menyangka, Ivan yang dingin dan kaku bisa berubah hanya karena seorang wanita seperti Maria.


Flashback Sandra End.


"Mar, apa kamu mau menemui ibunya Kayla?" Tanyaku kepada Maria yang masih menangis di pelukan Ivan.

__ADS_1


"Iya Kak, aku mau bertemu dengan ibunya Kak Kayla. Tapi kita juga harus bertemu dengan ibunya Indra. Kak, apa aku boleh bertemu dengan ibunya Indra? Sudah sangat lama sekali aku tidak berkunjung menemuinya." Tanya Maria yang sudah melepaskan pelukannya dengan Ivan.


"Boleh sayang, nanti aku antar kamu bertemu dengan ibunya Indra ya." Jawab Ivan yang terus saja memandangi wajah Maria dengan senyuman tampannya.


"Boleh aku minta kontak kalian?" Tanyaku kepada mereka yang terlihat selalu romantis setiap saat.


"Iya." Ivan mengeluarkan ponselnya dan memberitahukan nomor ponselnya dan juga Maria.


"Makasih ya, aku harus kembali tugas lagi. Selamat ya buat kalian berdua, semoga hubungan kalian langgeng dan nggak ada lagi kejadian seperti yang sudah menimpa Indra. Aku pamit ya." Ucapku kepada mereka berdua.


"Iya Kak, makasih atas doanya. Nanti Kakak kabarin aku atau Kak Ivan aja ya." Jawab Maria yang masih saja menghapus air matanya.


"Makasih ya San. Aku tunggu kabarnya nanti ya."


"Iya Van, sama-sama.. Aku pamit ya." Jawabku yang sudah di panggil dari tadi oleh temanku.


Dan pertemuan itu membuatku merasa bahwa Maria adalah sosok yang hebat. Dia bisa membuat Indra dan Ivan menyayanginya begitu dalam. Aku sangat mengenal sifat Ivan, dia sungguh pria sedingin es yang tidak tertarik dengan gadis secantik apapun.


Tapi dengan Maria? Dia sangat berbeda sekali. Perubahan sikap Ivan membuatku berpikir, apa sebenarnya kelebihan yang di miliki oleh Maria?


* POV Sandra End

__ADS_1


...****************...


__ADS_2