INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Ucapan Sayang Pertama


__ADS_3

Sudah Isya tapi kok Indra belum telepon juga ya. Apa dia belum pulang? Tapi masa sih, apa aku telepon duluan? Ah SMS aja lah.. Biar nggak ganggu dia juga.


'Sayang, kamu udah pulang belum,? Kalau udah telepon aku ya.' (Terkirim)


"Eh, ko aku panggil dia sayang ya? Aduh aku malu nih. Gimana dong (panik). Aku kan belum pernah panggil dia sayang.. Mana udah terkirim lagi, nggak bisa di hapus. Kenapa aku bisa nggak sadar ya." 😥


5 menit kemudian hp ku berdering, Indra telepon aku kok jadi deg-degan ya harus jawab apa.


"**A**ssalamualaikum sayang.."


" Wa, Waalaikumsalam."


"Kenapa kamu gugup gitu?"


"Oh nggak apa-apa kok."


"Aku baru selesai semuanya, jadi baru bisa hubungin kamu.. Makasih ya panggilan sayang pertamanya. Aku harus sujud syukur nih, eh udah deh tadi." 😁


"😬😬 hehe.. Maaf ya tadi aku ga sadar SMS gitu sama kamu."


"Aku malah seneng, berarti kamu udah mulai sayang sama aku.. Iya kan?"


"Iya, Aku udah mulai sayang sama kamu. Aku nggak mau kehilangan kamu dan.." belum selesai ngomong sudah di potong sama Indra.


"i love you, aku sayang banget sama kamu. Muach, muach" 😘😘


"I love u too sayangku."


***


Malam itu hatiku sangat senang sekali.. Merasa di cintai dan mencintai dalam waktu bersamaan. Tidak ada lagi yang dominan di antara kita. Kalau dulu hanya Indra yang mencintaiku, sekarang aku pun mencintainya.


Tapi hari itu aku bermimpi memotong rambutku. Ada Indra di sana yang menatapku dengan senyumannya. Aku mencoba memanggilnya untuk mendekat ke arahku, tapi suaraku tidak terdengar, serak dan sangat sakit sekali.


Aku kehilangan tenaga, bahkan hanya untuk sekedar bersuara pun aku tidak sanggup. kenapa ini? Apa yang sebenarnya terjadi.


Aku terus berteriak memanggil nama Indra tapi sosok Indra semakin memudar.

__ADS_1


Terus memudar...


.


.


.


Dan...


.


.


.


Hilang... !!


Aku berteriak.. INDRAAAAA


Mamah bertanya aku kenapa tapi aku bilang tidak apa-apa.


Aku bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu, Melaksanakan shalat tahajud agar hatiku tenang dan meminta kepada Allah untuk selalu melindungi Indra. Karena aku nggak sanggup jika harus kehilangannya.


Sampai menjelang subuh, aku tetap terjaga. Memikirkan mimpi yang barusan aku alami, terasa nyata sekali. Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini.


***


Pagi pun tiba.. Sekarang hari Rabu waktunya untuk ujian peserta baru. Aku bersiap-siap membawa perlengkapan sekolah.


Di depan, Indra sudah menungguku dengan motornya yang sepertinya itu motor baru. Dia akan mengantarku pergi ke sekolah baruku.


Di perjalanan aku memeluk Indra dari belakang dan bertanya, "Ini motor baru? Kapan beli nya?"


"Iya, itu Ayah yang beli karena aku lulus masuk SMK dengan nilai yang cukup lumayan, di bilang bagus sih nggak, tapi di atas standar dikit lah." 😀


"Selamat ya, kamu udah berhasil masuk SMK yang jadi impian kamu."

__ADS_1


"Terima kasih kembali karena kamu sudah menjadi penyemangat aku.. I love you."


"I love you too. Aku sayang sama kamu, jangan tinggalin aku ya."


"Aku nggak akan pernah tinggalin kamu. Jangan nangis ya."


"Iya."


Aku pun sampai di sekolah baruku dan Indra pergi ke sekolahnya untuk mengambil seragam yang akan dibagikan hari ini.


Ketika aku masuk melewati gerbang sekolah, aku di minta untuk menyerahkan kartu ujian siswa baru kepada OSIS senior yang berjaga di situ..


Aku melewati Mading (Majalah dinding) sekolah itu. Aku melihat nama dan sekolah yang diterima di sekolah ini.


Aku membaca nama-nama yang di terima dan semua temanku lulus.


Aku mendapatkan nomor ruangan 003 dan nomor tempat duduk 055 . Satu ruangan hanya 20 orang saja dan setiap tempat duduk akan ada kertas kosong untuk menghitung soal matematika yang nanti akan diberikan.


Siswa dari sekolah ku sudah melakukan ujian di hari Senin dan Selasa, hanya aku sendiri yang ujian di hari Rabu ini.


Ujian siswa baru terdiri dari tiga mata pelajaran. Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.


Aku tidak menemukan kesulitan mengerjakan soal-soal ini. Semua nya sudah aku pelajari.


Selesai mengisi semua soal, aku memperhatikan kakak kelasku (OSIS) yang berjaga mengawasi di setiap ruangan.


Mereka keren sekali. Tinggi mereka hampir sama, kira-kira yang laki-laki sama seperti Indra 175 cm. Sedangkan yang perempuan 165 cm. Wajah mereka sangat rupawan, Sikapnya pun baik dan tidak sombong.


Aku melihat teman seperjuangan ku ada yang sama seperti ku, bertubuh pendek dan berwajah pas-pasan hanya mengandalkan otaknya saja mungkin.


Semua ujian telah aku lewati. Tak ada kesulitan yang berarti, semua soal hampir sama seperti soal yang aku kerjakan di kelas les .


Jam 14.00 nanti pengumuman yang lulus akan di tempel kan di Mading ( majalah dinding ) sekolah.


Aku pergi ke kantin sekolah sampai menunggu pengumuman lulus di umumkan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2