INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
MY FACEBOOK


__ADS_3

Berawal dari Facebook baru ku,


Kau datang dengan cara tiba-tiba.


'Hai.. Ini benar Kak Ivan bukan? Aku Maria.'


Satu pesan yang membuat Ivan bersemangat 45, dia senang sekali ada pesan masuk dan mengatakan bahwa dia Maria. Gadis yang sangat dia cintai, tapi belum ada foto profilnya. Kemarin waktu dia mencari nama Maria di kolom pencarian tidak berhasil menemukannya. Sempat kecewa dan malas untuk membuka FB. Tapi karena Aldi suka mengirim pesan di Facebook jadi terpaksa dia membuka Facebook nya di laptop.


Dan seperti mendapatkan durian runtuh, Ivan membaca pesan dari Maria. Dia segera membalas pesan itu.


'Iya Maria, aku Ivan. Aku kangen banget sama kamu.' Balas Ivan menggebu-gebu. Dan dia yakin pasti tidak akan langsung mendapatkan balasannya mengingat perbedaan waktu 11 jam kedua negara itu.


Ivan kuliah dengan semangat baru seperti baru mendapatkan suntikan vitamin. Sepanjang hari itu Ivan tidak henti-hentinya tersenyum membuat para wanita di kelasnya kesemsem melihat wajah Ivan.


"Tumben lu senyum-senyum gitu Van. Udah dapat kabar dari doi?" Tanya Aldi yang baru saja datang dan langsung duduk di samping Ivan.


"Iya, ada inbox dari dia. Serasa kayak mimpi. Makasih ya Al." Ucap Ivan


"Iya, gitu dong harus semangat kuliahnya.. Sayang banget udah mahal-mahal kuliah di sini tapi nggak semangat."

__ADS_1


Ivan mengangguk.


Flashback


Aldi sudah mengetahui cerita Ivan pada saat kemarin dia main ke rumahnya. Ivan menunjukkan foto Maria yang selalu dia bawa kemanapun.


Pertama kali Aldi melihat foto Maria, Aldi ingin sekali tertawa tapi dia tahan. Takut menyinggung perasaan Ivan.


Aldi heran apa yang istimewa dari gadis mungil di foto itu sampai Ivan begitu mencintainya.


Gadis itu sangat jauh bila bersanding dengan Ivan, dia teramat mungil dan lagi kulitnya sedikit kecoklatan sangat kontras dengan kulit Ivan yang putih. Memang dia manis tapi jika di bandingkan dengan para wanita di kelasnya sekarang sangat jauh sekali bagai langit dan bumi. Bahkan jika di bandingkan dengan teman sekolahnya dulu di Bandung, gadis ini tidak ada apa-apa nya.


Kala itu Aldi bertanya pada Ivan. "Van, kenapa lu segitu cintanya sama cewek ini?" Pertanyaan itu langsung Ivan jawab dengan tegas.


"Hah? Serius lu Van? mana ada zaman sekarang cewek pacaran yang nggak pernah ciuman."


"Lu nggak akan pernah percaya karena lu belum pernah bertemu gadis seperti Maria. Ga semua cewek bisa lu samakan Al. Gue tau dan yakin kalau dia memang nggak pernah berciuman dengan siapapun."


"Hebat lu Van bisa nemuin cewek kayak gitu. Cariin satu dong buat gue." Canda Aldi.

__ADS_1


Ivan bangga kalau dia bisa berpacaran dengan Maria. Sayangnya, status mereka belum jelas sampai sekarang. Di lihat dari luar, semua orang pasti akan mengira kalau Maria adalah gadis beruntung yang bisa mendapatkan laki-laki tampan dan kaya.


Padahal sebaliknya Ivan lah laki-laki beruntung yang mendapatkan gadis seperti Maria. Yang bisa menjaga kesuciannya bahkan jika Ivan kemarin tidak memaksa merebut ciuman itu, Ivan yakin Maria pasti tidak akan mau melakukannya dengan sukarela.


Bukan tanpa alasan dia melakukan itu, Ivan ingin Maria menjadi miliknya. Ivan ingin dia lah orang yang pertama mendapatkan ciumannya dan bisa menjadi suaminya kelak.


Flashback End.


***


'Iya Maria, aku Ivan. Aku kangen banget sama kamu.'


Hah? Itu beneran Kak Ivan kan? Aku langsung membalas pesan itu,


'Ya ampun Kak, aku gelisah banget pengen tau kabar Kakak. Aku tidak pernah tenang di sini, aku juga kangen banget sama Kakak.' Balas Maria.


Sepulang sekolah tadi Maria langsung pergi ke warnet untuk membuka Facebook nya. Maria sangat bahagia mendapatkan balasan pesan dari Ivan. Dia merasa tenang Ivan baik-baik saja di sana. Kejadian yang menimpa Indra membuat Maria menjadi trauma. Takut orang-orang yang dia sayangi akan pergi secara mendadak dan meninggalkannya.


Sejak saat itu Maria selalu pulang telat dan tidak pernah pulang bareng dengan Daffa lagi. Mereka selalu mengirim pesan dan akan di balas pada keesokan harinya.

__ADS_1


Maria capek kalau setiap hari harus mampir ke warnet dulu. Akhirnya dia memberanikan diri untuk meminta mamah agar mau membelikan ponsel baru yang bisa untuk membuka Facebook nya.


...****************...


__ADS_2