INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Spesial


__ADS_3

Keesokan harinya..


Setelah shalat subuh aku bergegas merapikan barang-barang yang akan aku bawa. Mamah heran melihat aku yang sudah bersiap-siap berangkat dari Subuh.


Aku menjelaskan kalau sekarang aku akan di antar jemput oleh Indra. Karena sekolah kita beda arah, jadi berangkatnya harus Pukul. 05.25.. Mamah hanya geleng-geleng kepala mendengar penjelasan ku.


Ya mau gimana lagi daripada kejadian kayak kemarin, dan selama MOS berlangsung aku akan terus di antar jemput oleh Indra, biar nggak kesiangan lagi kayak kemarin.


Daripada di semprot lagi sama si KETUA OSIS titisan dewa jutek plus-plus lagi, plus dinginnya plus juga galak nya.


Saat aku keluar seperti biasa Indra sudah ada di depan menungguku. Aku langsung menaiki motornya.


"Selamat pagi sayangku.. Ayo naik!! Mulai hari ini biar Aa tampan yang anterin Eneng imut."


"Ga usah lebay Napa, biasa aja ih. Ayo jalan!"


Indra pun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karena jalanan yang sepi. Dan hanya 20 menit sudah sampai di sekolah. Pukul 05.45 belum ada orang di sini gerbang pun belum di buka.


Indra menemaniku sampai gerbang di buka. Aku duduk menyamping di motor Indra, sedangkan Indra berdiri menghadap ku. Lalu dia berkata, "Sayang, kamu jangan nakal ya. Kalau ada cowok yang lebih tampan dari aku, kamu jangan pernah berpaling."


Aku menjawab perkataan Indra yang menggelitik itu, "Kamu tuh aneh ya, Harusnya aku yang bilang gitu sama kamu."


Indra menjawab, "Aku udah lama cinta sama kamu sayang, aku nggak akan mungkin berpaling sama cewek lain."

__ADS_1


Aku menarik nafas panjang dan berkata, "Kamu ga usah takut kalau aku macem-macem disini. Lagian juga siapa yang mau sama aku selain kamu? Nggak ada! aku juga ga akan pernah mengkhianati kamu. kamu yang emang benar-benar tulus sama aku."


Indra menghela nafas lega, lalu berbisik di telingaku. "Sayang, terima kasih untuk cinta yang sudah kamu berikan ya. I love you."


Hembusan nafasnya sangat terasa di telingaku membuat hatiku berdebar-debar. Dan reflek aku langsung memeluk tubuh Indra dan mencium pipinya. Entah apa yang sedang aku pikirkan sampai aku berani mencium Indra. Rasa takut kehilangannya membuatku berani melakukan itu.


Indra yang mendapatkan ciuman dariku terlihat sangat bahagia, dia memegang pipinya sendiri sambil tersenyum menatapku.


Aku melingkarkan tanganku di pinggangnya yang ramping dan berbisik, "Aku sangat mencintaimu Muhammad Ravindra Yudistira."


Indra langsung mendekap tubuhku dan memelukku dengan erat. Dia terkejut dengan perlakuanku barusan, mungkin inilah saatnya aku memperlakukannya sebagai orang yang benar-benar spesial untukku.


* POV Indra


Aku mendengarnya mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku.. Inilah pertama kalinya Maria benar-benar menganggap aku ada.


Sejak dari pertama kali kami berpacaran hanya satu kali dia memanggilku sayang, itu pun hanya lewat SMS dan katanya nggak sadar.


Poin utamanya bukan karena ciumannya, tapi karena dia mengatakan bahwa dia mencintaiku dengan cara yang romantis.


Aku terpaku, tidak tau harus bersikap apa. Antara senang, terkejut, tidak menyangka, semua aku rasakan sekarang.


Aku memeluknya kembali dan merasakan kehangatan yang tidak pernah bisa aku lupakan.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan aku berkata kepada Maria agar dia tidak mengkhianati cinta kami. Aku takut Maria berpaling walaupun dia mengatakan bahwa tidak ada yang mau dengannya kecuali aku, Itu SALAH.


Karena dulu yang menjadi sahabatnya yaitu Ari, dia juga menyukai Maria. Padahal jelas-jelas aku duluan yang mengatakan kepada Ari kalau aku menyukainya. Tapi yang dekat dengannya malah Ari. Aku berusaha mendekatinya tapi tak bisa karena selalu ada Ari yang di andalkan Maria.


Aku sedih kala itu, kenapa Maria ga pernah merespon aku? Kenapa dia memilih dekat dengan Ari. Akhirnya Ari yang mengalah untuk menjauhinya karena dia tau aku sangat tulus kepadanya.


Akuu selalu curhat tentang Maria kepada Ari dan dia membiarkan aku yang masuk dalam zona BFF Love atau sahabat jadi cinta.


Sekarang aku takut kalau Maria akan jatuh cinta pada si ketua OSIS dingin itu dan takut membuat OSIS itu merebutnya dariku. Karena saat Maria menceritakan OSIS yang menyebalkan itu dia sangat membencinya tapi juga sangat berantusias.


Bahkan ada panggilan khusus untuknya YANG MULIA OSIS. Terdengar seperti meledek, tapi aku tetap tidak suka. Sedangkan kepadaku tidak ada panggilan khusus.


Bukankah benci dan cinta itu terpisah oleh benang tipis? Bisa jadi ketika kita benci tiba-tiba kita menjadi sangat mencintainya.. Dan ketika kita cinta, bisa jadi kita langsung membencinya.


Dan aku tak mau itu terjadi. Maria hanya milikku seorang, tak boleh ada yang merebutnya dariku. Dia calon istriku dan aku tak akan pernah mengecewakannya.


Cinta dan nafsu itu dua hal yang berbeda. Ketika Maria sedih dan menangis, pelukan terasa sangat berarti di bandingkan dengan kata-kata. Dia akan merasa lebih tenang saat aku memeluknya.


Aku selalu menahan nafsuku untuk tidak mencium bibirnya dan bertindak di luar batas. Aku hanya ingin ciuman pertamaku dan ciuman pertamanya adalah saat kami sudah menikah dan di saat malam pertama kami nanti.


Semoga saja memang akulah jodoh untuk Maria.


* POV Indra End

__ADS_1


...****************...


__ADS_2