INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Di labrak


__ADS_3

Kegiatan belajar pun di mulai pada pagi ini. Aku mulai mengenal nama teman-temanku. Dan hari ini Indra tidak mengantarku karena aku menolaknya untuk di antar, kasian dia kecapean subuh-subuh harus sudah sampai di rumahku.


Aku naik angkot hari ini. Saat aku menunggu angkot kedua, semua angkot itu penuh. Sesak banget tidak ada celah buat aku nyempil. Jadilah aku menunggu lagi angkot yang agak kosong.


Hp ku bergetar..


"Halo, Assalamualaikum sayang, udah sampai sekolah belum?"


"Waalaikumsalam. Belum sayang, lagi nunggu angkot nih. Penuh terus dari tadi nggak ada yang kosong."


"Ini udah jam tujuh loh, kalau kamu kesiangan gimana? Harusnya aku anterin kamu tadi, kenapa nggak mau?"


"Aku takut kamu kecapean. Sekolah kamu juga kan jadwalnya padat banget."


"Aku masih bisa kalau buat antar kamu, besok setiap hari aja ya aku anterin, jangan nolak."


"Iya deh, asal jangan sampai ganggu sekolah kamu aja. Ya udah ya kalau udah sampai nanti aku SMS."


"Iya sayang."


Aku masih menunggu angkot yang lewat namun tak kunjung datang, ah nyebelin banget nih udah siang juga.


"Hei cewek mungil. Naik."


"Kak Ivan? Nggak usah Kak, Aku naik angkot aja."


"Ngeyel banget nih, udah jam 7 lewat loh. Sekarang upacara.!"


Dengan terpaksa aku pun naik motor Kak Ivan. kalau Indra marah gimana ya? Tapi kalau nggak naik nanti aku kesiangan. Aku SMS Indra aja deh.


'Sayang, kamu jangan marah ya. Kak Ivan nyuruh aku naik motornya, aku udah nolak tapi dia agak maksa gitu soalnya angkotnya nggak ada, bisa-bisa nanti aku kesiangan.'


'Iya sayang nggak apa-apa asal kamu bilang aku nggak akan marah kok. Hati-hati ya sayang.'


'Makasih ya sayang,, Makin cinta deh sama kamu. 😘 '


'Aku juga, ❤️❤️😘'


Ah, akhirnya lega juga. Untung Indra nggak marah, aku makin sayang sama dia. Selama kita bersama, Indra nggak pernah membentak aku sekali pun. Kalaupun aku marah, dia selalu menenangkan aku.

__ADS_1


Indra dewasa banget, padahal usia kita seumuran. Dia nggak egois dan nggak pernah bikin aku galau. Aku nggak akan pernah mengkhianatinya.


"Hei."


"Oh, ada apa kak?"


"Udah nyampe."


"Oh iya, maaf-maaf.. Makasih banyak ya tumpangannya kak. Aku masuk kelas dulu ya."


Aku pun berterima kasih kepada Kak Ivan. Dia tidak menjawab, malah terus melihat aku. Saat aku turun dari motornya, sebuah mobil melintas di depanku. Dan turunlah primadona sekolah itu, Kayla pacar Kak Ivan. Semua orang entah siswa lama atau baru sudah tau kalau Kayla pacar kak Ivan.


Dia menatapku dan bertanya. "Siapa kamu? Naik motor bareng pacar aku?"


Baru mau aku jawab, Kak Ivan malah yang jawab. "Dia adik kelasku tadi nggak ada angkot, aku ajak bareng aja daripada kesiangan."


Tatapannya mencurigakan. Sepertinya dia tidak percaya dengan apa yang di katakan Kak Ivan. Untung ketika perang dingin itu memanas si Daffa datang.


"Mar, ayo masuk.. Ngapain diem depan gerbang." Tanganku di tarik olehnya. Aku pun pergi meninggalkan mereka berdua.


***


Saat aku hendak ke toilet, di sana geng Kayla menghadang ku. Sepertinya mereka mau ngasih aku pelajaran karena aku udah Deket sama Kak Ivan.


"Lo jangan pernah deketin pacar gue. Ivan itu punya gue, ngerti kan Lo?" Ucapnya garang.


"Iya Kak, aku tau. Lagian aku juga udah punya pacar, lebih ganteng dari kak Ivan malahan. Jadi aku nggak akan rebut Kak Ivan dari Kak Kayla. Kalau Kak Kayla nggak percaya besok pacar aku mau anterin ke sini."


"Bagus deh. Jadi penasaran, emang ada cowok ganteng yang mau sama Lo.?"


"Ada, buktinya aku. Bukan cuma ganteng, tapi pacarku itu baik banget. Idaman semua wanita."


Aku pun berlalu meninggalkan mereka bertiga, males banget ngadepin Kakak kelas kayak gitu. Main labrak-labrak aja. Dia pikir aku nggak berani apa sama dia. Lihat aja besok aku mau Indra nganter aku tiap hari biar nggak di nyinyirin dia terus.


Aku nyadar aku jelek, tapi buktinya Indra aja Ampe klepek-klepek sama aku. Aneh ya. Jelek membawa berkah. mungkin itu slogan yang pantes buat aku.


Beruntung banget punya pacar kayak Indra, si ganteng yang baik hati dan tidak sombong senantiasa menyayangi setulus jiwa dan raganya.


Love you sayang..

__ADS_1


***


* POV Indra


Saat aku belajar hatiku sangat gelisah. SMS Maria tadi membuyarkan konsentrasi ku. Aku sebenarnya marah, kesal, cemburu. Tapi Maria nggak ada pilihan, kasian dia kalau kesiangan gara-gara nggak ada angkot. Aku nggak boleh egois.


Aku tidak pernah bisa marah kepadanya, matanya itu selalu bisa mendinginkan api amarahku yang sedang berkobar.


Di sekolah baruku ini, aku mengambil jurusan komputer. Sedangkan Maria, dia baru bisa menentukan jurusan saat nanti naik ke kelas 2 SMA. Aku pernah mengajaknya agar satu sekolah denganku, tapi dia tidak mau. Katanya banyak laki-lakinya, dia malu.


Memang di sini mayoritas laki-laki semua hampir sekitar 80%. Tapi bukan berarti tidak ada perempuannya, ada hanya sedikit.


Pulang sekolah, aku langsung pergi menjemput Maria. Aku benar-benar khawatir kepadanya. Aku seperti punya firasat tidak enak saat ini, aku harus memastikan bahwa Maria baik-baik saja.


Sesampainya di gerbang sekolah, aku melihat Maria akan di dorong oleh seorang wanita yang sepertinya dia kakak kelasnya. Aku segera turun dari motor dan memanggil Maria. "Sayang, kamu kenapa?"


Dia segera berlari ke arahku dan memelukku.. Aku langsung memeluknya dengan erat, "Kamu nggak apa-apa? Aku khawatir banget sama kamu. Kalian siapa? Berani sekali ganggu pacar aku.!"


Cewek itu melongo saat melihat kehadiranku. Temannya membuyarkan lamunan nya. "Kay, Kay."


"Oh, i iya... Kamu pacarnya dia?"


"Iya, aku pacarnya. Kenapa? Kalian kenapa ganggu Maria?"


"Dia itu udah deketin pacar aku.. Tadi aja boncengan di motor." Ucapnya yang membuat hatiku panas. Walaupun aku sudah tau itu.


"Maaf sayang, tapi aku kan udah SMS kamu tadi pagi kalau Kak Ivan maksa aku untuk naik motornya, iya kan?"


Mata Maria terlihat berkaca-kaca, aku tidak tega kalau sudah memasang mode itu.


"Iya sayang nggak apa-apa. Aku percaya sama kamu kok."


"Dan kalian, mulai besok Maria akan di antar sama saya setiap hari. Jadi saya minta kalian jangan pernah ganggu Maria lagi. Dan satu lagi buat kamu, ingatkan pacar kamu itu jangan pernah deketin pacar orang. Bukan Maria yang deketin dia, tapi dia yang selalu cari perhatian sama Maria. Hayu sayang kita pergi." Aku menarik tangan Maria untuk segera pergi dari tempat itu.


Dan ku lihat wanita itu hanya diam mematung di tempatnya sambil menatap kepergian ku dengan Maria.


* POV Indra End


...****************...

__ADS_1


__ADS_2