
Aku dan Kak Ivan sudah sampai di depan rumahku. Tapi aku heran, mobil siapa yang terparkir di halaman rumahku?
"Kak, ini mobil siapa ya? Kok ada di sini?" Tanyaku heran.
"Tamu mamah kali yank." Jawab Kak Ivan sambil senyum-senyum.
"Iya kali ya."
Aku pun masuk ke dalam rumah..
Mamah menghampiriku dan berkata,
"Neng, sini.. Ada tamu yang mau ketemu sama Eneng." Ucap mamah.
"Siapa mah?" Tanyaku.
"Sini liat dulu." Mamah menarik tanganku untuk duduk di sofa ruang tamu.
Ku lihat ada sepasang suami istri dan satu anak perempuan yang mungkin usianya sekitar 14 tahunan.. Aku pun salam kepada sepasang suami istri itu, begitupun dengan Kak Ivan.
"Ayah ibu udah sampai aja, aku kira ayah dan ibu tidak akan jadi ke sini." Ucap Kak Ivan dan aku terkejut dengan ucapannya.
'Ayah ibu? Apa ini orang tuanya Kak Ivan?' batinku.
"Mana mungkin ayah dan ibu membiarkanmu melakukan semua ini sendiri Van." Ucap ibu itu.
Aku yang dari tadi diam sudah sangat gatal sekali mulut ini ingin menanyakan siapakah mereka itu?
"Kak, apa ini orang tua Kakak?" Tanyaku pada Kak Ivan yang sedari tadi senyum-senyum sendiri terus.
"Iya, kami orang tua Ivan yang akan melamar kamu, Maria." Jawab ibu itu.
"Hah???" Aku sangat amat terkejut.
"Iya neng.. Ini ibu dan ayah Kak Ivan yang akan melamar Eneng hari ini." Ucap mamah.
__ADS_1
"Tapi mah, kenapa mendadak sekali? Dan Kak Ivan juga nggak bilang apa-apa sama aku." Jawabku sambil melirik ke arah Kak Ivan.
"Kejutan!!! Kan aku udah bilang dari kemarin-kemarin kalau aku akan melamar kamu. Dan orang tuaku sudah menyetujuinya." Ucap Kak Ivan yang terus saja menebarkan senyumannya itu.
Hari ini pun menjadi acara lamaran ku yang sukses membuatku terkejut. Tapi ya aku nggak bisa nolak lamaran Kak Ivan karena aku mencintainya.
Aku pun menerima lamaran Kak Ivan. Ayah dan ibu berkata bahwa setelah ujian nasional akan mengadakan tunangan dulu untukku, karena aku belum lulus sekolah SMA dan setelah lulus langsung menikah.
Mamah dan aku setuju dengan ide orang tua Kak Ivan, mereka sangat baik padaku dan adik Kak Ivan yang bernama Mela juga sangat baik. Aku nggak pede sih sama Mela karena dia cantik banget, tingginya tidak jauh dari Kak Ivan dan kulitnya putih mulus.
Flashback (POV author)
Dua Minggu yang lalu..
"Bu, tolong kasih tahu ayah kalau aku ingin melamar Maria, kekasihku. Aku sangat mencintainya dan aku serius ingin menjadikannya istri." Ucap Ivan yang sedang menelpon ibunya.
"Tapi Van.. Ayahmu masih sibuk, ibu belum tahu kapan kita bisa ke indo." Jawab ibunya.
"Ya sudah kalau memang ayah dan ibu sibuk tidak bisa meluangkan waktunya untukku." Ucap Ivan sedih.
Tapi Ivan sudah bertekad untuk melamar Maria dua Minggu kemudian, karena Minggu depan Ivan harus bertemu dengan ibu Kayla dan Indra. Ivan sudah tidak sabar untuk melamar Maria walaupun tanpa ayah dan ibunya.
Ivan sengaja tidak memberi tahu Maria, Aldi ataupun Daffa. Dia ingin semua menjadi kejutan untuk Maria yang sangat spesial di hatinya. Dia hanya memberitahu ibunya Maria perihal ini, ibunya setuju untuk di ajak kerjasama.
Lain halnya saat mereka bertunangan atau menikah, Ivan akan mengundang teman dan kerabat dekat. Dia ingin momen sakral itu di saksikan semua orang yang mengenalnya.
Di tempat lain..
"Yah, Ivan minta kita untuk pulang ke indo. Dia ingin melamar Maria, kekasihnya itu. Sepertinya Ivan yakin sekali kepada gadis itu untuk menjadikannya istri." Ucap ibu Ivan.
"Tapi Bu, ini pekerjaan ayah belum rampung. Ayah ada waktu luang paling bulan depan." Jawab ayah Ivan.
"Yah, bisakah untuk saat ini ayah lebih mementingkan Ivan? Memangnya tidak bisa pekerjaan ini di wakilkan dulu kepada asisten ayah? Dia bisa kan menghandle semua ini." Tanya ibu Ivan sedikit emosi.
"Ya sudah, nanti akan ayah bicarakan dengan asisten pribadi ayah agar dia bisa menghandle pekerjaaan ini." Jawab ayah.
__ADS_1
Setelah berbicara dengan ayah, ibu pergi ke kamar anak bungsunya.
"Mela, Minggu depan kita berangkat ke indo ya. Kakak mu akan melamar kekasihnya, dan kita harus ke sana." Ibu mengelus rambut anak gadisnya yang cantik itu.
"Sama siapa bu? Memang Kak Ivan punya kekasih.?" Tanya Mela.
"Iya sayang, sepertinya kakakmu sangat mencintai gadis ini. Kamu tau sendiri kan kalau kakakmu itu sangat dingin kepada wanita. Gadis secantik Kayla pun tidak bisa membuat hatinya luluh, tapi kepada gadis ini Kak Ivan sangat berbeda."
"Ibu jadi penasaran sama Maria, gadis seperti apa dia sampai-sampai Ivan bisa bersikap seperti itu." Ucap ibu.
"Kita di sana berapa lama Bu?" Tanya Mela.
"Paling lama satu Minggu. Setelah lamaran di laksanakan ibu dan ayah akan mempersiapkan tunangan dan beberapa bulan kemudian baru menikah." Jelas ibu.
Mela hanya menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti bahwa ayah dan ibunya sudah serius akan mendukung Kakaknya.
Ibu segera pergi dari Kamar Mela, sedangkan Mela sibuk dengan novel romantis yang dibacanya. Mela memang hobi sekali membaca novel romantis, sampai-sampai kamarnya penuh dengan novel best seller yang bikin baper pembaca setianya.
Flashback End
Rivani Mela atau biasa di panggil Mela. Dia adik satu-satunya kesayangan Ivan. Berusia 14 tahun kelas 3 SMP, dia sekolah di Kanada dan termasuk siswi yang cerdas di antara teman-temannya.
Wajahnya sangat cantik, mirip dengan ibunya Ivan. Tubuhnya yang tinggi semampai membuat orang mengira kalau dia turunan bule, padahal orang indonesia asli.
Mela gadis yang baik dan penurut, dia tidak pernah melawan orang tua atau mencari masalah. Mela termasuk anak yang pendiam, dia tidak suka banyak bicara dengan orang lain apalagi orang itu baru di kenalnya.
Mela juga sangat susah beradaptasi dengan orang baru dan lingkungan yang baru. Dia lebih suka menyendiri dan membaca novel romantis kesukaannya, baginya novel itu bisa membuat mood nya membaik.
Tulisan-tulisan dalam novel bisa menjadikannya mood booster saat dia sedang bete atau gabut. Dan hal menarik lainnya dari Mela adalah sifatnya yang hampir mirip dengan sang kakak.
Kalau Ivan terkenal dengan sikap dinginnya, Mela terkenal dengan sikap cueknya kepada para lelaki tampan. Membuat para lelaki itu penasaran dengan sosok Mela yang di juluki cool princess di sekolahnya.
POV author End.
...****************...
__ADS_1