INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Keputusan Ivan


__ADS_3

Seminggu sebelumnya..


"Yah, Ivan mau melanjutkan kuliah di Indo. Ivan nggak betah disini yah."


"Tapi Van, kamu harus sabar 2 tahun lagi tugas ayah di sini selesai. Dan bisa membuka cabang di berbagai negara termasuk di indo."


"Yah, selama ini aku tidak pernah melawan dan tidak pernah meminta apapun sama ayah. Tapi sekarang aku punya keinginan, aku sudah nggak tahan lagi yah untuk bertemu dengan gadis yang aku cintai. Selama 2 tahun ini aku sudah meredam semua keinginanku dan sekarang ivan sudah ngga kuat yah."


"Apa? Jadi selama ini kamu menolak gadis-gadis cantik yang ayah jodohkan karena sudah mempunyai kekasih?"


Ayah terkejut mendengar pengakuan Ivan. Ivan yang tertutup dan ayahnya yang tidak pernah punya waktu untuknya membuat komunikasi di antara mereka amatlah buruk. Sedangkan ibunya, hanya sibuk mengurus butik miliknya.


"Oke Van. Ayah akan mengabulkan permintaan mu. Dengan satu syarat, kamu bisa membuktikan kalau gadis yang kamu cintai itu tulus mencintaimu bukan hanya mengincar harta orang tuamu."


"Akan aku buktikan yah kalau aku memilih gadis yang tepat untuk menjadi istriku. Untuk itu aku ingin ngekos saja, aku nggak mau tinggal di rumah kita yah."


"Ayah akan mendukungmu kalau itu membuatmu senang Van."


Akhirnya ibunya mengurus untuk kepindahan Ivan kuliah di Indonesia. Ibunya menyuruh Ivan menempati rumah mereka yang dulu. Tapi Ivan menolak karena rumah itu terlalu besar untuk di tempati oleh satu orang saja. Jadilah Ivan hanya ngekos bersama temannya Aldi.


Kebetulan Aldi pun memutuskan untuk pindah kuliah di Indonesia karena ibunya yang sakit-sakitan dan tidak mau jauh dari Aldi. Ivan sengaja tidak memberitahukan rencana ini kepada Maria, Ivan malah meminta bantuan Daffa untuk memberi kejutan kepada Maria pada hari ulang tahunnya. Dan itu berhasil.


***


"Kak Ivan???"

__ADS_1


Maria terkejut melihat Ivan ada di depan matanya. Apa ini mimpi?


"Selamat ulang tahun Maria." Ucap Ivan kepadanya.


"Ini Kak Ivan beneran? Apa aku mimpi?"


"Ini beneran aku Maria, Ivan."


Maria langsung memeluk Ivan dan menangis bahagia. Ivan membalas pelukan Maria sambil tersenyum dan berkata, "Aku kembali Maria."


Semua orang yang menyaksikan itu terharu. Mamah bahkan beberapa kali meneteskan air matanya. Sweet seventeen Maria terasa sangat berkesan dengan kehadiran Ivan. Maria melepaskan pelukannya dan Ivan mengusap air matanya. Senyum mereka berdua mengembang dan Ivan memberikan hadiah sebuah kotak kecil berwarna biru muda.


Ivan mencium tangan mamah dan memberi salam, kemudian Maria meniup lilin dan memotong kue ulang tahunnya. Mamah menjamu sahabat-sahabat Maria dan Ivan untuk makan makanan yang sudah tersaji di meja.


Suasana menjadi sangat ceria dan ramai walaupun yang hadir hanya 5 orang teman terdekat Maria, tapi itulah yang membuatnya berkesan karena mereka sahabat terbaik Maria. Apalagi ada Ivan, menambah keceriaan Maria di siang hari ini.


Mamah harus mengecek toko karena karyawannya menelpon bahwa stok pashmina di toko menipis karena orderan yang membludak. Akhirnya Jam 2 mamah langsung ke toko sedangkan Maria dan Ivan berdua di rumah. Maria meminta Ivan untuk mengobrol di teras depan rumahnya saja. Takut jadi fitnah dunia tetangga yang 'MAHA TAHU'.


Ivan setuju dia duduk di kursi depan teras rumah Maria. Dia terus memandangi wajahnya membuat Maria menjadi salah tingkah. "Kak, jangan liatin terus aku malu."


"Aku kangen banget sama kamu Maria." Senyum Ivan dan menggenggam tangan Maria.


"Kak, apa Kakak kesini hanya untuk membuat kejutan untukku atau akan menetap di sini?"


Ivan menjawab, "Aku akan menetap di sini Maria, karena aku ingin menjadikanmu istri dan ibu dari anak-anakku."

__ADS_1


"Maksud Kakak?" Maria terkejut dengan pengakuan Ivan.


"Aku sudah memutuskan untuk pindah dan melanjutkan kuliah di sini, aku nggak kuat menahan rindu selama 2 tahun ini Mar. Dan aku ingin jawabannya sekarang apa kamu mau jadi kekasihku selamanya?"


"Apa Kakak yakin ingin menjadikan aku kekasihmu? Apa Kakak tidak malu mempunyai kekasih yang jelek kayak aku? Kakak itu perfect banyak gadis cantik di luaran sana yang mau sama Kakak. Sedangkan aku?"


"Sayang, aku nggak lihat kamu dari fisik, aku sayang cinta kamu tulus dari hati aku. Entah kenapa aku merasa sangat menyayangimu. Nggak ada wanita lain yang bisa menggantikan posisi kamu di hatiku. Aku nggak peduli orang mau bilang apa, yang aku pedulikan kamu selalu ada untukku dan aku akan selalu ada untukmu."


"Tapi Kak, aku nggak pede. Aku takut mencintai Kakak, takut kalau setelah aku mencintai Kakak sepenuh hati, aku akan kehilangan Kakak. Sama seperti aku kehilangan Indra, DULU."


Konflik batin menyerang Ivan, ingin sekali dia mengatakan bahwa semua yang terjadi akibat ulah dari Kayla, mantan kekasihnya itu. Tapi Ivan takut Maria semakin sedih jadi dia urungkan untuk memberitahu Maria tentang itu.


"Kamu nggak usah khawatir Maria. Insyaallah kalau aku jodohmu, aku akan selalu di sisimu selamanya. Aku ingin kamu menjawab sekarang, aku sudah menyatakan perasaanku lebih dari 6x bahkan sejak dulu waktu kamu pertama masuk SMA. Apa kamu masih ingat? Lalu apalagi yang harus aku buktikan Mar?"


"Ya, aku ingat. Bahkan saat aku masih pacaran dengan Indra, Kak Ivan sudah mengungkapkan itu padaku. Aku,, aku.."


Maria menghela nafas panjang kemudian melanjutkan perkataannya. "Aku, akan memberikan kesempatan untuk Kak Ivan dan membuka hatiku untuk Kak Ivan. Jujur, aku juga merasa kehilangan Kakak saat Kakak memutuskan untuk pergi. Untuk itulah aku tidak pernah merespon perasaan Kakak karena takut Kakak tidak akan kembali."


Ivan tersenyum bahagia. "Terima kasih Maria. Tapi aku ini tidak punya apa-apa Mar. Walaupun begitu aku akan tetap berusaha membahagiakan kamu semampu aku."


"Aku nggak peduli Kakak miskin atau kaya. Aku hanya ingin Kakak setia dan menghargai aku sebagai kekasih Kakak. Satu yang aku minta Kak, jangan ulangi lagi sikap Kakak waktu di bandara ya. Aku ingin pacaran yang sehat sama seperti dulu aku pacaran dengan Indra. Tidak pernah melakukan lebih dari pelukan, itu pun Indra memelukku di saat aku sedih dan dia memenangkan aku."


"Aku janji kalau aku akan menghargai kamu dan aku akan menjadi kekasih terbaik buat kamu."


'Maafin aku Kak, aku hanya ingin Kakak memperlakukan aku layaknya gadis suci yang harus di lindungi. Bukan sebagai pelampiasan nafsu saja. Karena hanya suamiku yang boleh melakukannya.' Batin Maria.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2