INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
MOS di mulai


__ADS_3

Hari pertama MOS pun tiba. Aku berangkat sendiri karena Indra tak bisa mengantarku. Semua barang yang aku siapkan semalam sudah lengkap dan tidak kekurangan satu pun.


Aku naik angkot untuk pergi ke sekolah. Baru Setengah perjalanan angkot yang aku tumpangi mengalami ban bocor. Aku dan siswa-siswa dari sekolah lain terpaksa turun menunggu angkot yang lain.


Tapi setiap angkot yang lewat selalu penuh. Karena sudah biasa setiap pagi ketika anak sekolah berangkat semua angkot tidak ada yang kosong.


Aduh, gimana nih kalau kesiangan.. Ini hari pertama MOS loh. (Panik)


Aku nggak mungkin telepon Indra untuk kesini, dia pasti sedang di sekolah. Telepon mamah juga ngga mungkin, pasti lagi sibuk di toko.


Andai saja dulu sudah ada Go-Jek atau Grab pasti aku sudah terselamatkan. Sayang nya, boro-boro aplikasi itu hp aja masih jadul, hp ngik-ngik untuk melempar guguk.


Aku semakin panik karena sudah pukul 07.23 tapi aku belum mendapatkan angkotnya. Tukang ojek pangkalan juga tidak ada di sekitaran situ. Belum lagi nanti harus naik angkot kedua. Gimana ini..?


Akhirnya aku pasrah menunggu angkot kosong yang lewat begitu pun dengan siswa yang tadi satu angkot denganku. Mereka belum mendapatkan angkot kosong dan masih diam di pinggir jalan bersamaku. Kira- kira ada 4 orang termasuk aku.


Sial nya hari ini.!! Pukul 08.15 baru ada angkot kosong yang lewat. Terpaksa lah aku naik daripada nggak sekolah. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.


Sampai di lampu merah, aku berjalan sedikit ke atas karena angkot selalu ngetem di situ. Alhamdulillah ada satu angkot yang ngetem, aku langsung naik angkot itu dan meminta pak supir untuk segera berangkat.


Sampai di gerbang sekolah aku merasa heran kenapa sepi sekali. Aku tanya sama pak satpam karena gerbang nya sudah di tutup itu artinya jangan ada yang masuk lagi. Aku panik dong, hukuman untuk siswa yang terlambat masuk dan gerbang sudah di tutup harus balik lagi. Katanya.

__ADS_1


Aku baru ingat kalau aku punya nomor Bu Sinta, untung aku menyimpannya. Aku minta bantuan Bu Sinta aja deh.


Aku menelepon Bu Sinta di depan gerbang yang di tutup.


"Halo, Assalamualaikum Bu, saya Maria"


"Halo, waalaikumsalam. Oh Maria yang kemarin daftar kesini? Ada apa ya?"


"Iya Bu, Apa ibu lagi di sekolah? Saya kesiangan karena tadi angkot yang saya tumpangi ban nya bocor. Jadi saya telat terus gerbang nya sudah di tutup saya ngga bisa masuk."


"Oh, ya udah tunggu di situ ya biar ibu ke sana."


Aku segera berlari ke arah kelas ku dan melihat semua yang akan menjadi calon temanku sudah duduk di bangku masing-masing. Mereka semua serentak melihat ke arahku yang terlambat. Aku menghampiri OSIS laki-laki yang sedang menatapku dengan tatapan tajam. Sepertinya dia ketua OSIS nya.


"Kamu kenapa terlambat? Sudah jam berapa ini?" Tanya nya dengan wajah dingin.


"Ma, maaf kak, tadi saya sudah berangkat dari rumah jam 6, tapi angkot yang saya tumpangi ban nya bocor dan saya menunggu angkot tapi penuh semua." Jawab ku ketakutan.


"Alasan klasik !!" Jawab nya dengan nada ketus, hingga membuatku menjadi lemas. Calon teman-temanku melihatku dengan tatapan iba dan kasihan.


"Kamu tau kan kemarin pengumuman nya kalau jangan sampai ada yang telat?" Tanya OSIS laki-laki yang satunya lagi dengan nada yang lembut. Tidak seperti yang tadi, jutek banget. !!

__ADS_1


"Iya kak, saya janji besok tidak akan telat lagi, maaf kak." Jawabku sambil menundukkan kepala.


"Besok kamu Jangan sampai kayak gini lagi, karena sebelum masuk setiap kelas harus senam dulu memakai baju olahraga dari sekolah asalnya." Nasehat dari OSIS perempuan yang dari tadi hanya melihat ku.


"Baik kak."


"Siapa nama kamu?" Tanya kakak yang cantik itu.


"Maria Maharani kak."


"Nih kartu MOS yang harus kamu pakai tiap hari Selama MOS berlangsung. Jangan sampai di lepas ya." Ucap kakak itu.


"Baik kak, terima kasih banyak."


"Duduk kamu !!! " Perintah yang mulia OSIS yang dingin.


Aku pun pergi dan hanya ada 1 bangku yang kosong dan itu bangku terakhir. Aku baru pertama kali mendapatkan perlakuan seperti itu. Mentang-mentang ketua OSIS jadi semena-mena sama juniornya. Emang sih aku yang salah tapi bisa kan ngomong baik-baik kayak OSIS yang lain?


Aku duduk di situ sendirian. Huaaa.. Aku sedih.. Andai Mia jadi daftar ke sekolah ini pasti aku tidak akan kesepian. Atau Kia yang melanjutkan sekolahnya pasti aku sangat bahagia bisa bersama-sama dengannya lagi.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2