
* Kia POV
Malam itu aku SMS Maria bagaimana acara kencannya sama indra. Kepo juga sama perkembangan hubungan mereka, habisnya gemas sekali.
Yang satu nggak peka yang satu nggak berani menyatakan perasaannya. Ah cinta memang membuat seseorang kehilangan kewarasannya. Sama seperti si Indra yang selalu curhat kepadaku tentang Maria, Maria, Maria.. Sampai bosan aku di jadikan Mak comblang nya dia.
Ku lihat ponsel yang ada di tanganku, tapi tidak ada balasan dari Maria. Apa dia ketiduran ya karena kecapean. Ya sudah lah besok sekolah ini, mending cerita langsung daripada lewat ponsel. aku pun tertidur.
Ku dengar ada yang gedor-gedor pintu sampai aku terbangun dan ku lihat jam baru pukul 4.05. Siapa ya, aku keluar kamar tapi mamah sudah membukakan pintu. Aku sangat terkejut melihat bapak membawa seorang perempuan, begitu pun dengan ibuku.
Perempuan itu memang cantik tapi tidak terlihat seperti pelakor, sepertinya dia wanita yang berperasaan dan tidak mungkin menyakiti wanita lain.
Ibu histeris dan menanyakan siapa perempuan itu. Bapak mengatakan bahwa dia adalah calon istri keduanya.
Ibu yang tidak terima akhirnya menangis dan berteriak. Aku yang melihat itu memeluknya.
__ADS_1
Perempuan itu berkata bahwa dia tidak mau menikah dengan bapak yang sudah beristri dan punya anak. Tapi Bapak mengancam perempuan itu, kalau dia tidak mau menikah dengan bapak, bapak akan menghancurkan semua kehidupan perempuan itu.
Bapak marah sekali kepada ibu dan perempuan itu. Ibu tidak mau di madu dan akan mengajukan gugatan cerai. Dan bapak malah senang mendengar hal itu. Dia bilang, 'baguslah kalau kamu mau bercerai dan bawa anak-anak kamu sana dan jangan tinggal di sini lagi ini rumahku."
Perempuan itu merasa bersalah dan meminta maaf pada ibu. Dia menjelaskan bahwa sebenarnya dia pun enggan untuk menikah dengan Bapak. Tapi Bapak memaksanya, karena Bapak tau bahwa yang ikut andil memajukan butik itu sampai sukses seperti sekarang adalah orang tua Bapak.
Kakek dan nenek dulu sahabat dekat orang tua perempuan itu.
Mereka membantu orang tuanya untuk memulai usaha di bidang fashion dan akan menjodohkan anak mereka. Tetapi karena Bapak sudah beranjak dewasa dan merantau ke kota Bapak bertemu ibuku dan menikah. Sedangkan perempuan itu baru menginjak bangku SMA.
Setelah perempuan itu lulus dan kuliah, dia meneruskan usaha orang tuanya dan bisa mempertahankan kesuksesan yang di raih orang tuanya dulu. Bapak yang merasa sangat menyesal menikahi ibu dan tidak menuruti perkataan orang tuanya membuat bapak frustasi.
Bapak melakukan segala cara untuk mendekati perempuan itu dan dia tidak tau kalau Bapak sudah punya istri dan 4 orang anak.. Dia mengira Bapak seorang duda.
Aku tidak bisa menyalahkannya, karena di sini dia pun korban. Korban keserakahan Bapak yang sudah tidak waras. Aku lihat bagaimana dia berlutut kepada bapak agar Bapak mau melepaskannya dan dia berjanji akan membiayai semua kebutuhan kami.
__ADS_1
Tapi Bapak malah semakin murka, dia tampar perempuan itu sampai berdarah dan memukulinya. Ibu yang melihat itu berdiri hendak mencegah bapak, tapi bapak seperti sudah kesetanan.
Emosinya tidak bisa di redakan, malah semakin menjadi dan memukul mamah berkali-kali. Aku melindungi tubuh ibu yang akan bapak pukul lagi hingga mengenai tubuhku.
Aku hendak mengambil ponsel untuk bisa menghubungi para tetangga dan meminta bantuan mereka. Tapi sebelum telpon tersambung bapak merebut ponsel ku dan membantingnya.
Bapak terus memukuliku tidak peduli dengan tangisan adik-adikku. Untung lah kami selamat karena tidak lama kemudian Pak RT dan tetangga datang. Mereka melihat bapak memukuli aku yang melindungi ibu, sedangkan perempuan tadi sudah lemah karena mendapatkan perlakuan yang sama.
Ketika Pak RT dan tetangga datang, bapak tidak malu. Dia malah memarahi semua orang karena sudah ikut campur masalah rumah tangganya dan berlalu membawa perempuan itu..
Hyurin nama perempuan itu.
* Kia POV End
...****************...
__ADS_1