INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Pria Idaman


__ADS_3

* POV INDRA


Aku tak menyangka ternyata ini penyebabnya Maria selalu insecure. Padahal menurutku dia cantik dan manis. Hanya tubuh nya saja yang memang mungil. Tapi aku suka itu, justru menurutku wanita mungil itu awet muda dan imut.


Aku harus bisa meyakinkan Maria kalau aku mencintainya tanpa memandang apapun dan harus bisa membuatnya bahagia agar dia tidak bersedih lagi.


Sungguh aku tidak bisa melihatnya bersedih. Ku peluk dia supaya merasa tenang, tangisnya semakin pilu dan aku bisa merasakan sakit hati yang teramat dalam itu.


Kenapa sekarang ini banyak orang yang hanya memandang sesuatu dari luarnya saja, terutama dari keindahan fisiknya.


Aku pun berkata pada Maria bahwa aku tak akan berubah apa pun yang terjadi. Aku akan selalu mencintainya selama hidupku.


"Mar, kamu harus tau kalau aku mencintai kamu itu apa adanya. Kamu jangan pernah merasa sendirian dan merasa tidak percaya diri lagi. Aku mohon, lupakan kenangan buruk yang pernah terjadi di hidupmu."


"Kamu harus kuat jangan rapuh, kamu itu pintar. Kepintaran akan membuat orang-orang menghargai kamu bukan hanya sekedar cantik fisiknya. Jadikan kekurangan yang kamu miliki menjadi kelebihan yang orang lain tidak punya."


"Sekarang atau nanti aku akan selalu mencintai dan menyayangi kamu selamanya. Aku ga mau kamu bersedih, I love you sayangku yang imut."


Dia tersenyum saat aku mengatakan itu dan menghapus air matanya. Aku terus menghiburnya agar dia melupakan kenangan buruk masa kecilnya itu. Semoga aku bisa membuatnya sedikit lebih percaya diri dan tidak mudah untuk menerima omongan negatif orang lain.


* POV Indra End


***


Akhirnya aku bisa juga melepaskan beban yang bertahun-tahun aku pendam. Ada perasaan nyaman saat aku bercerita kepadanya. Dia pendengar yang baik, saat aku bercerita dia tidak mencelanya dan terus mendengarkan sampai aku selesai berbicara.


Sedikit demi sedikit aku mulai menyayangi Indra. Ada rasa takut kehilangan, takut dia berpaling dan meninggalkan aku. Aku takut sekali.


Aku mulai menyukainya. Dia yang begitu perhatian padaku sejak lama ternyata bisa membuatku mencintainya juga. Aku akan memulai hidup baru tanpa bayang-bayang kenangan buruk itu.


Aku jadi teringat sama lagu dangdut favorit mamah yang selalu di putar ulang, kata mamah ini lagu kesukaan mamah yang pas untuk papah. Dan sekarang aku merasakan punya pria idaman, hehe.


Pria Idaman

__ADS_1


Sikapmu yang penuh kasih dan sayang


Membuat aku hai mabuk kepayang


Sifat mu yang peramah dan pendiam


Membuat aku rindu siang-malam


Juga wajahmu yang teramat tampan


Akan selalu jadi perhatian


Sungguh kau seorang pria idaman


Idamannya gadis sepanjang zaman


Sungguh sukar dicari masa kini


Orang sepertimu pria sejati


Berdampingan denganmu hai kekasih


Sopan-santunmu menyejukkan kalbu


Tutur-sapamu hai semanis madu


Bentuk tubuhmu lelaki perkasa


Kejujuran mu dapat dipercaya.


Aku tersenyum sendiri mengingat lagu itu. Lagu yang selalu mamah putar ulang saat papah masih ada. Sampai sekarang sih mamah suka banget dengerin lagu ini. Ya, Papah juga termasuk Pria idaman versi aku dan mamah, hehe..


Hari mulai sore, Waktunya aku pulang. Tapi kenapa ibu belum pulang juga ya, aku bertanya pada Indra, "Dra, ibu kok lama ya? Kapan pulang nya? Aku mau pamit nih."

__ADS_1


"Ibu lagi bantu-bantu di rumah pak RT. Anaknya mau di sunat besok, jadi kayaknya ibu sampai Maghrib deh di sana. Kalau mau pulang aku antar pakai motor, tapi aku shalat ashar dulu ya. Kamu mau shalat dulu nggak?"


"Aku lagi nggak shalat lagi dapet."


"Oh, oke deh kalau gitu kamu tunggu di sini dulu ya nanti aku antar."


"Oke."


Selesai Indra shalat dia pun memanaskan motornya. Sedangkan aku menunggunya di teras depan.


Riri datang bersama teman-temannya dia memanggilku, "Teteh mau kemana?"


"Teteh mau pulang dulu ya de."


"Tapi kan aku belum main sama teteh."


"Nanti teteh kesini lagi ko."


"Kapan?"


Aku melirik Indra yang sedang mengambil jaketnya, Indra yang kebetulan sedang melihat ke arahku menjawab,


"Besok teteh nya kesini lagi, sekarang Riri main dulu ya sama temen-temen. Aa mau antar teteh pulang dulu, udah sore nih aa cuma sebentar kok."


"Iya a." Jawab Riri.


"Nanti teteh bawain mainan yang banyak, mau ga? Teteh punya boneka yang lucu-lucu, punya rumah Barbie juga. Kalau Riri mau nanti pas teteh kesini lagi teteh bawa ya. "


"Mau, janji ya teh."


"Iya, teteh janji."


Aku tersenyum kepadanya dan dia pergi main lagi bersama teman-temannya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2