INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Cantika hamil


__ADS_3

Setelah sampai di rumahku, Dendi membawa Tika ke kamarku. Mamah dan Kak Tiara syok melihat kedatangan kami bersama Tika yang pingsan. Dia belum juga sadarkan diri.


Daffa dan Kak Aldi pamit pulang, sedangkan Kak Ivan mau bersamaku dulu katanya. Kak Aldi membawa mobil Kak Ivan karena dia akan mengantarkan Daffa dulu. Ya aku udah tahu kalau ternyata mobil itu adalah mobil Kak Ivan.


Aku juga bilang sama Daffa kalau kita akan ke rumah Indra Minggu depan. Aku menyuruh Daffa untuk memberitahu ibu kalau aku akan ke sana sekalian aku pengen ke makam Indra, aku sangat merindukannya..


Saat Tika sudah di rebahkan di kasur, Dendi minta izin pamit pulang katanya ada kepentingan keluarga. Dia pun pergi tanpa menunggu Tika sadar.


Mamah menyuruhku untuk memanggil dokter yang biasa ke rumahku saat mamah atau aku sedang sakit. Aku pun menghubungi Dr. Reni.


Selang 20 menit Dr. Reni datang dan langsung memeriksa Tika yang ada di kamarku.


"Gimana Dok, kondisi keponakan saya?" Tanya mamah yang khawatir dengan keadaan Tika.


"Gadis ini sedang hamil 2 bulan, stres berat yang membuatnya pingsan." Jelas Dr. Reni.


"Apa? Adik saya hamil?" Teriak Kak Tiara tak percaya.


"Iya, dan sepertinya dia mengalami tekanan yang membuatnya merasa ketakutan dan kecemasan yang berlebihan." Jelas Dr. Reni.


Kami pun terkejut dengan penjelasan Dr. Reni. Aku dan Kak Ivan saling pandang, sedangkan Kak Tiara bingung harus berbuat apa.


Dr. Reni pun pamit setelah memeriksa Tika. Tinggal lah kami berempat yang masih di liputi tanda tanya, siapa yang sudah menghamili Tika?


Apakah Dendi yang menghamilinya?


Pertanyaan itu sepertinya mewakili tatapanku dan Kak Ivan. Kami seperti berkomunikasi lewat tatapan mata sedangkan mulut kami membisu.


Mamah pergi keluar karena katanya hari ini mamah ada pengajian tetangga. Dan jadilah hanya ada aku, Kak Ivan dan Kak Tiara.


Selang beberapa menit kemudian Tika sadar. Kami langsung menghampiri Tika kecuali Kak Ivan yang tampak cuek. Kak Ivan hanya duduk di bangku meja belajarku.


"Tika, kamu udah sadar?" Tanya Kak Tiara.


"Kak Tiara? Aku ada dimana?" Tanyanya.


"Kamu ada di rumah Tante Rani. Kakak juga udah seminggu ini tinggal di sini." Jawab Kak Tiara.


Tika bilang kalau suami Kak Tiara mencarinya kemana-mana. Dia menghubungi Tika untuk membantu mencari keberadaan Kak Tiara tapi Kak Tiara enggan untuk kembali ke rumah itu.

__ADS_1


Kak Tiara sudah tidak ingin membahas masalah rumah tangganya mungkin sudah tak tahan lagi mempunyai suami seperti itu.


"Sudahlah Tika kakak tidak mau membahas dia. Sekarang kakak tanya, siapa yang sudah menghamili kamu?" Tanya Kak Tiara tanpa basa basi.


"Apa? Kata siapa aku hamil Kak?" Tika malah balik nanya.


"JUJUR SAMA KAKAK.. Siapa yang udah menghamili kamu?" Tanya Kak Tiara lagi.


Tika menatap ke arahku, kemudian tatapannya pindah ke Kak Ivan yang ada di bangku.


"Dia siapa Mar?" Tanya Tika.


"Dia.."


"Aku calon suami Maria." Jawab Kak Ivan.


Tika tampak terkejut dengan ucapan Kak Ivan barusan dan hanya jawab "Ooh" saja.


Tika menangis sedangkan aku dan Kak Tiara bingung harus bagaimana. Tika belum mau menceritakan masalah itu.


Tiba-tiba Kak Ivan bertanya,


Tika bergeming..


Dia seperti tidak mau memberitahu kepada siapapun siapa ayah dari anak itu. Aku duduk di sampingnya dan berkata,


"Jujur Tika, biar kita bisa selesaikan masalah kamu dengan baik-baik." Ucapku sambil menggenggam tangannya.


Tika adalah sepupuku sekaligus teman masa kecilku, dia sangat baik saat dulu aku sering bermain dengannya. Aku tak pernah menyangka dia akan berbuat hal itu ada apa dengan Tika? Gadis cantik dan baik hati.


"Aku,, aku,," Tika menangis di depan kami..


"Kakak nggak akan marah kan sama aku?" Tanyanya.


"Asal kamu jujur Kakak nggak akan marah." Jawab Kak Tiara.


"Sebenarnya..."


Flashback Tika..

__ADS_1


Aku sudah berpacaran dengan Dendi selama setahun. Aku tidak tahu kenapa aku mau menerima cintanya, dia sangat over protective. Selama ini aku bertahan dengannya karena aku takut, takut semuanya akan terbongkar kalau aku pernah melakukan itu dengannya.


Saat itu aku di ajak Dendi main ke rumahnya. Di sana tampak sepi katanya orang tuanya sedang berkunjung ke rumah neneknya. Sedangkan Kakaknya yang bernama Sandra sedang tugas di RS.


Dendi membuatkan aku minuman. Setelah aku meminumnya beberapa saat kemudian kepalaku sangat pusing. Aku tidak kuat dan Dendi menggendong ku ke kamarnya. Dia merebahkan tubuhku di kasur.


Bajuku di buka oleh Dendi, aku ingin sekali berontak tapi tidak bisa. Aku tidak bisa membuka mataku dan tanganku seperti di kunci. Aku menangis tapi Dendi terus saja melakukan aksinya sampai aku tidak sadarkan diri.


Tanpa sepengetahuanku Dendi memvideokan adegan itu dan selalu mengancam ku saat aku ingin putus dengannya. Dasar pria bajingan!!


Dan setiap kita bertemu dia selalu memintaku untuk mau melakukan itu. Aku selalu menolak tapi Dendi mengancam akan menyebarkan video itu di sosial media dan akan memperlihatkannya kepada ibu.. Aku ketakutan, sangat takut.


Sampai sebulan yang lalu aku membeli testpack untuk mengetahui apa aku hamil atau tidak, karena aku selalu merasa mual dan pusing setiap pagi. Dan betapa terkejutnya aku mendapatkan dua garis merah, aku syok!! Aku bingung harus bagaimana?


Aku meminta Dendi untuk bertanggung jawab tapi dia selalu marah saat aku meminta pertanggung jawabannya. Dia selalu melakukan kekerasan fisik saat dia sedang emosi. Sungguh aku sangat menyesal berpacaran dengannya.


Hari ini sekolahku mengadakan studi tour ke kawah putih. Aku mual saat berada di sana tapi teman-teman tidak curiga kalau aku hamil, mereka mengira aku hanya masuk angin.


Saat itu aku meminta Dendi untuk segera menikahi ku tapi Dendi malah marah dan menyeret ku keluar dan kami berdua berada di pinggir jalan. Aku bertengkar hebat dengannya sampai-sampai Dendi akan menamparku.


Saat dia sudah mengangkat tangannya ada seorang pria yang berteriak ke arah kami dan aku tidak mengenal pria tampan itu tapi sepertinya Dendi mengenalnya. Saat mereka sedang berbicara kepalaku terasa sangat pusing. Dan aku terjatuh ke pelukan pria tampan itu.


Sampai aku tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi..


Flashback Tika End.


"Ya Allah Tika, kenapa kamu tidak memilih-milih laki-laki yang mendekatimu? Kamu itu cantik, kamu bisa memilih laki-laki baik yang bisa menjaga kehormatan kamu." Ucapku.


"Aku juga tidak tahu Mar kenapa aku bisa menerima laki-laki brengsek kayak Dendi." Jawab Tika sambil berderai air mata.


"Tika, tapi bayi yang ada dalam perutmu itu tidak salah. Dia bayi yang suci jangan berfikir untuk menggugurkannya." Ucap Kak Tiara.


"Lalu aku harus bagaimana Kak kalau ibu tahu?" Tanya Tika.


Besok kita pulang ke rumah ibu dan membicarakan ini gimana baiknya. Walau bagaimanapun ibu harus tahu apa yang terjadi sama anaknya.


"Baik Kak.." Jawab Tika.


Dan aku yang dari tadi duduk di samping Tika di panggil oleh Kak Ivan. Entah apa yang akan Kak Ivan bicarakan denganku, aku pun menghampiri Kak Ivan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2