
Malam itu, gangguan yang di alami Kayla semakin menjadi. Dia sudah membulatkan tekad untuk melakukan hal yang tidak dapat di ampuni oleh Yang Mahakuasa. Dia yakin akan mengakhiri hidupnya dengan cara ini.
Dia meminum semua obat tidur yang biasa dia konsumsi saat EHS menyerang. Beberapa saat kemudian, kepalanya terasa sangat pusing dan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia sesak nafas sampai akhirnya tidak sadarkan diri.
Ibunya yang hendak ke dapur mengambil air minum, ingin melihat sebentar keadaan anaknya itu. Nahas, ketika pintu di buka, Kayla sudah tergeletak di lantai dan mengeluarkan busa dari mulutnya. Di atas tangannya ada beberapa obat tidur yang berserakan.
Ibunya histeris dan mencoba meminta tolong kepada semua penghuni rumah itu. Ibunya mencoba mengecek denyut nadi Kayla dan ternyata masih berdenyut. Lalu mengecek nafasnya, masih ada nafasnya walau terengah-engah.
"Tolong, tolong.." Teriak ibu Kayla.
Semua asisten rumah tangga berdatangan dan mencoba menelpon ambulance. Ibunya mencoba menghubungi ayah Kayla yang masih meeting di kantor. Saat tau bahwa Kayla mencoba bunuh diri dengan meminum semua obat tidurnya, ayah Kayla langsung pulang.
Sampai di rumah sakit, Kayla langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Dan ibunya menunggu di luar sambil berdoa dan berharap nyawa Kayla bisa terselamatkan. Ibunya jalan mondar-mandir karena gelisah memikirkan nasib anaknya.
"Bagaimana keadaan Kayla Bu?" Suara ayah Kayla membuyarkan lamunannya.
"Aku nggak tau yah. Kayla sedang di tangani dokter."
"Kenapa Kayla senekat itu? Apa yang menjadi penyebabnya. Sepertinya kita harus mencari tau semua Bu."
"Iya, ibu setuju yah. Sekarang yang terpenting Kayla bisa selamat."
Orang tuanya sangat khawatir dengan keadaan Kayla. Dan saat dokter keluar, tersirat wajah sedih dokter yang menanganinya. Perasaan ibu Kayla menjadi tidak karuan.
"Bagaimana Dok? Apa anak saya bisa di selamatkan?"
Dokter menarik nafas panjang.
"Maaf sebelumnya bapak dan ibu. Kami sudah melakukan yang terbaik, tapi nyawa anak bapak dan ibu tidak bisa terselamatkan."
"Apa??" Ibu Kayla tidak percaya dengan ucapan dokter tadi. Dia merasa kepalanya pusing dan tiba-tiba..
Brukk.
__ADS_1
Ibunya pingsan dan tak sadarkan diri.
***
POV Ibu Kayla
Seketika mataku perih ketika membuka mata. Pandanganku kabur, aku mengucek mataku berkali-kali. Saat semua sudah jelas terlihat, aku baru menyadari kalau tadi Kayla..
"Yah, Ayah.. Kayla mana yah."
Suamiku yang baru datang ke kamarku berlari dan mencoba menenangkan aku.
"Yang ikhlas Bu, Kayla sudah tidak bersama kita lagi."
Air mata membasahi pipiku. Aku tidak percaya akan kehilangan putri semata wayang ku. Kenapa? Kenapa kamu melakukan ini Nak?
Aku masih shock dengan kejadian ini. Bahkan aku tidak berselera untuk makan atau beraktivitas lainnya. Aku hanya melamun sepanjang hari.
Akhirnya aku memutuskan untuk memakamkan jenazah Kayla di Indonesia. Aku menghubungi sanak saudaraku di sana untuk mempersiapkan makam untuk Kayla. Dan aku akan pulang ke Indonesia.
Setelah pemakaman Kayla, aku tidak punya semangat hidup lagi. Aku akan kembali ke Paris untuk membereskan barang-barang kami dan menetap di Indonesia lagi. Aku memutuskan untuk kembali ke Indonesia sendiri, sedangkan ayahnya akan menyusul jika tugasnya sudah selesai.
***
Keesokan harinya aku kembali ke Paris. Sesampainya di sana aku langsung menuju kamar Kayla untuk membereskan baju dan barang lainnya yang akan di berikan kepada sanak saudara dan tetangga yang membutuhkan.
Aku membuka lemari pakaiannya dan mulai merapikan baju-baju yang masih bagus itu ke koper dan tanpa sengaja aku menemukan buku harian Kayla yang terjatuh. Karena penasaran, aku hendak membukanya tapi buku itu di gembok. Aku mencari kuncinya tapi tidak ada.
Aku mencari ke meja belajarnya tetap tidak ketemu. Di setiap sudut aku mencari kuncinya. Karena lelah tidak kunjung ketemu, aku merebahkan tubuhku di tempat tidur Kayla. Dan aku memejamkan mata karena kelelahan, lelah hati dan pikiran.
Aku mengambil bantal dan tanpa sengaja menyentuh sebuah kunci. Aku segera mengambilnya dan ku lihat kunci itu kecil, sepertinya ini kunci buku harian Kayla.
Aku beranjak dari tempat tidurku dan membuka buku harian Kayla. Aku membaca satu persatu halaman buku itu, halaman demi halaman hanya menceritakan tentang cintanya yang tak terbalas oleh Ivan.
__ADS_1
Iya, aku tau Kayla sangat mencintai Ivan. Sampai Ivan memutuskan untuk meninggalkannya, Kayla tampak sangat sedih tapi tidak lama dia kembali ceria.
Sampai kepada halaman tengah, aku terkejut membaca tulisan Kayla. Dia mencoba untuk mencelakakan Maria. Siapa Maria? Kenapa Kayla sangat membencinya?
Sabtu, 10/04/2009
Hari ini aku akan membuat Maria lenyap dari dunia ini. Aku sudah muak dengannya dan aku akan merebut Indra bagaimanapun caranya. Aku memang masih mencintai Ivan, tapi dia sangatlah dingin. Berbeda dengan Indra yang lembut dan hangat. Mungkin aku bisa menarik perhatiannya.
Aku sudah menyuruh seseorang untuk menguntit mereka berdua, dan aku memerintahkannya untuk menabrak Maria. Semoga berhasil.!!
Minggu, 11/04/2009
Gawat..
Kenapa harus Indra yang tertabrak? Kenapa Indra menyelamatkan Maria. Gagal semua rencana ku.
Bagaimana kalau Indra meninggal? Dan aku akan di penjara seumur hidupku. Aku takut, aku harus bagaimana?
Seketika tubuhku lemas membaca itu. Aku merasa gagal menjadi orang tua, gagal mendidik anak semata wayang ku. Dia menjadi sosok gadis yang jahat dan tidak punya perasaan.
Kayla sayang, kenapa kamu bersikap seperti itu Nak? Apa hanya pria itu saja yang ada di dunia ini?
Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku harus menghubungi siapa untuk bisa menemui Ivan atau Maria. Kontaknya saja tidak punya. Nomor Ivan yang dulu sudah tidak aktif karena kami sudah tidak saling komunikasi lagi.
Setelah di Indonesia, aku akan menemui sahabat-sahabat dari Kayla. Kurasa Sandra dan Ghea tahu apa yang sudah di lakukan oleh Kayla.
Aku akan meminta maaf kepada keluarga Maria dan Indra. Semoga saja Indra selamat pada kecelakaan itu agar aku bisa tenang dan tidak merasa bersalah lagi.
Aku berlari menuju ruang kerja suamiku, dan aku menceritakan semua yang terjadi pada Kayla. Suamiku sangat terpukul mendengar kenyataan itu. Suamiku merasa bahwa ini salahnya yang terlalu memanjakan Kayla yang setiap keinginannya selalu terpenuhi dengan mudah.
Sehingga saat ada orang yang menolaknya, dia tidak terima dan menjadi orang yang terobsesi untuk mencapai keinginannya.
'Bukan cuma kamu yang gagal mendidiknya, aku pun sebagai ibunya telah gagal mendidik putri cantik kita.' Ibu Kayla
__ADS_1
POV Ibu Kayla End
...****************...