
Tidak selamanya mempunyai seorang suami berwajah tampan dan kaya itu membawa keberuntungan. Apalagi jika dia berperangai buruk dan mudah marah. Berwajah cantik pun belum tentu memiliki nasib yang bagus, sebaliknya berwajah jelek atau pas-pasan juga belum tentu memiliki nasib yang jelek. Semua sudah di atur oleh Yang Mahakuasa bukan berdasarkan fisik semata.
Dan itulah yang di alami Tiara. Wajah cantiknya tidak membawa kebahagiaan dalam rumah tangganya. Pernikahan yang di harapkan membawa kebahagiaan justru membawanya ke dalam api neraka yang menghancurkan. Suami yang selalu di banggakannya di depan sanak saudara dan tetangga ternyata tak sesuai dengan kenyataannya.
Setiap hari Tiara merasa orang asing di rumahnya sendiri. Suaminya pulang kerja selalu bermain dengan teman-temannya sampai larut malam. Bahkan Tiara tidak pernah di kasih uang bulanan olehnya, setiap Tiara mau beli apapun harus dia yang beli.
Tapi terhadap keluarga tiara, dia sangat baik sekali. Sehingga tidak ada yang percaya kepada Tiara perlakuan suaminya yang sebenarnya. Mereka hanya tau suami Tiara itu baik dan dia beruntung di nikahi oleh pria kaya dan tampan itu. Padahal nyatanya tidak sama sekali!! Itu hanya pencitraan saja di depan keluarga, tetangga dan teman-temannya. Dia sangat loyal kepada mereka tapi tidak kepada Tiara.
Tiara sudah tidak tahan di perlakukan seperti itu selama bertahun-tahun. Karena dia belum punya anak, akhirnya dia nekat untuk berbicara kepada suaminya itu.
"Mas, aku mohon jangan seperti ini lagi. Aku tidak sanggup kalau kamu terus begini. Aku minta kita cerai saja"
"Apa kamu bilang? Hah? Kamu tidak akan bisa lepas dariku Tiara. Keluargamu itu bergantung padaku. Kalau kamu nekat melakukan itu, jangan harap keluarga mu akan menerimamu kembali."
"Tapi Mas, apa salahku sama kamu mas? Dulu kamu sangat menyayangi dan mencintaiku. Kamu tidak pernah pelit apapun itu. Kenapa sekarang kamu berubah?"
"Aku itu hanya menganggap mu mainan Tiara. Aku bertaruh dengan CEO-CEO muda lain. Siapa yang bisa mendapatkan mu, dia akan menjadi bos CEO muda. Dengan begitu, aku bisa mengembangkan perusahaan ku lebih banyak lagi. hahaha." Tawa suaminya menggema di seluruh ruangan.
"Tega kamu Mas!!" Isak Tiara sambil berurai air mata.
"Kamu itu sungguh sulit di taklukkan Tiara. Jadi, mana mungkin aku akan melepaskan mu begitu saja. Walaupun kamu tak secantik dulu, tapi tak masalah bagiku. Aku akan memberikanmu uang untuk merawat diri seperti dulu."
"Jahat.!! Aku nggak akan pernah mau untuk tinggal denganmu lagi."
Tiara pergi meninggalkan Kelvin di tempat itu. Kelvin berlari mengejar Tiara dan memaksanya untuk naik ke mobil.
Sepanjang jalan mereka bertengkar hebat. Bahkan rambut Tiara di Jambak oleh Kelvin dan di tampar berkali-kali. Membuat hatinya semakin hancur dan sakit menerima kenyataan pahit itu.
Sampai akhirnya Kelvin menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan menyeret Tiara untuk keluar. Dia menyiksa Tiara di sana.
__ADS_1
"Pergi kamu wanita sialan. Sudah untung aku menanggung semua biaya hidupmu dan keluargamu. Mulai sekarang aku tidak akan peduli padamu atau keluargamu lagi.!!" Ancam Kevin yang sudah di selimuti oleh amarah yang membuat wajahnya menjadi merah padam. Padahal dia hanya menggertak saja tidak berniat untuk benar-benar mengusirnya.
"Aku akan pergi suami terkutuk. Dan aku tidak akan Sudi kembali lagi padamu." Jawab Tiara.
Mendengar itu Kelvin semakin marah dan mendorong tubuh Tiara. Lalu dia pergi begitu saja.
***
POV Tiara
Aku sangat terpukul menerima kenyataan bahwa ternyata suamiku hanya menjadikan aku sebuah taruhan. Dia tidak mencintaiku. Sifat lembutnya dulu itu hanya sebagai topeng untuk memperdaya aku.
Aku berjalan hendak menyebrang, pikiran ku kacau. Tiba-tiba sebuah mobil hampir saja menabrak ku dan tubuhku seketika ambruk, terjatuh. Terdengar suara seseorang yang aku kenal memanggil namaku, suara lembut itu..
"Kak,,,, Kak Tiara?? Ini benar Kak Tiara bukan?" Tanyanya
Kemudian aku mendongakkan kepalaku dan aku benar, ternyata aku melihat Maria. "Maria.... Ini Kak Tiara,, Tolong Kakak."
Aku tidak menjawabnya dan terus menangis, karena hatiku sangat hancur. Akhirnya seorang pria berwajah tampan menghampiri kami dan bertanya, "Itu siapa sayang?"
Hah?
Sayang?
Aku tersentak kaget. Apa pria tampan ini kekasih Maria? Tampan sekali. Dan beruntungnya Maria dicintai oleh pria itu. Tatapannya itu sangat lembut ketika melihat Maria. Tapi saat dia melihatku tatapannya berubah menjadi dingin. Dan sepertinya hanya kepada Maria dia bersikap lembut.
Maria mengajakku untuk ke rumahnya. Pria itu yang aku dengar namanya Ivan, dia mengantar kami berdua. Di sepanjang jalan, dia terus tersenyum melihat Maria di kaca depan.
Aku terus memperhatikannya. Aku membayangkan andai saja aku yang ada di posisi Maria. Tapi aku menepisnya, setan apa yang sudah merasuki pikiranku ini. Aku ini wanita bersuami dan pria muda yang tampan itu kekasih sepupuku. Tidak mungkin aku merebutnya.
__ADS_1
Aku merasa sangat menyesal telah begitu percaya dengan pria seperti Kelvin. Pria bermulut manis bak bisa ular yang mematikan. Pria berwajah malaikat tapi berhati iblis. Dia seringkali menyiksaku dan mengatakan bahwa aku ini mandul tidak bisa memberinya keturunan. Padahal sebenarnya, aku meminum pil kontrasepsi tanpa sepengetahuannya agar aku tidak hamil anak darinya.
Dia selalu menjambak rambutku, hingga rambutku yang indah menjadi rontok tak terurus. Wajahku selalu di tampar nya dan membuat wajahku yang dulu glowing putih bak artis Korea menjadi kusam dan jelek.
Memang benar Kata pepatah, Tepat memilih suami menjadi Ratu, salah memilih suami menjadi Babu.
Dulu aku sangat cantik jelita, sekarang aku menjadi wanita jelata. Orang akan menyangka aku hidup enak bergelimang harta. Padahal batin ku amat tersiksa. Tidak ada kebahagiaan dalam rumah tanggaku sekeras apapun aku berjuang dan bertahan, semua tetap sama!
Rumput tetangga memang terlihat lebih hijau. Tapi mereka tidak tau apa yang terjadi di dalamnya. Orang hanya akan melihat apa yang tampak di luar pada saat itu oleh matanya. Membandingkan kehidupannya dengan kehidupanku, padahal hidupku tidaklah lebih baik daripada mereka.
Aku sampai di rumah Maria. Ternyata bagus juga rumah sepupuku ini. Rumahnya bergaya modern minimalis, sangat elegan dan nyaman. Dari dulu aku belum pernah mengunjungi rumahnya karena ayah dan ibuku tidak ada waktu. Mereka sibuk menjaga nenek yang sudah tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.
Sepertinya Tante Rani belum pulang dari toko karena rumahnya sepi. Aku masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang keluarga. Maria mengambil minum untukku dan untuk kekasihnya itu.
Saat aku hanya berdua dengan Ivan. Aku bertanya kepadanya, "Apa kamu kekasih Maria?"
"Iya, aku calon suaminya."
Tegas sekali jawaban yang keluar dari mulutnya. Tidak ada keraguan sedikitpun.
"Apa kamu benar-benar mencintainya?"
"Ya, aku sangat mencintai Maria. Aku menyayanginya lebih dari apapun. Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Ah tidak, aku hanya bertanya saja."
Tiba-tiba Maria datang dan membawa dua gelas jus jeruk untuk kami.
POV Tiara End
__ADS_1
...****************...