
Mia sudah menunggu aku di teras. Aku bersiap-siap untuk berangkat dan berpamitan sama mamah.
Sejujurnya sih aku tidak tau sekolah ini dimana.
Saat di angkot, aku nanya, "Mi, kamu tau kan ini tempat nya dimana?"
"Hehe, Aku ga tau Mar. Kita tanya orang-orang aja pasti tau."
Aduh.. tepok jidat deh aku..!!
Bukannya nanya dulu kemarin dia tau atau engga. Ini kalau nyasar gimana coba.
"MIAAAAA... Aku kira kamu tau. Terus gimana dong kalau nyasar."
"Aku telepon saudara dulu ya."
Mia menelpon saudaranya untuk menanyakan tempat sekolah itu. Saudaranya mengatakan dari sini naik angkot biru, turun di perempatan lampu merah dan jalan dulu ke atas terus naik angkot biru muda.
Kami turun di perempatan lampu merah dan jalan kaki ke atas. Tapi kok nggak ada angkotnya ya. Aku menunggu angkot yang berwarna biru muda tapi kenapa ngga muncul-muncul yang ada hanya angkot warna biru tosca.
Bodohnya, aku dan Mia main langsung naik aja.. Tidak bertanya dulu sama Pak supirnya kemana tujuan angkot ini.
__ADS_1
Ketika aku naik, aku baru sadar. Loh, kok Putar arah, ini kan jalan mau ke pusat kota bukan ke SMA. Aku bingung dan gelisah. Lalu si supir pun bertanya tujuannya kemana. Aku jawab kalau aku mau ke SMA xxx yang ada di kota.
Si supir tertawa dan berkata bahwa kami berdua SALAH NAIK angkot. Harusnya tunggu angkot biru muda bukan yang ini. Aku malu dan melihat Mia hanya terdiam saja.
Untungnya penumpang hanya tinggal kami berdua. Aku berkata kepada supir untuk turun di sini saja. Tapi dia sepertinya kasihan melihat kami berdua yang kebingungan.
Akhirnya dia bersedia putar balik dan kembali ke lampu merah agar aku bisa naik angkot biru. Padahal kami sudah setengah jalan dan lumayan jauh ke lampu merah.
Sampai di lampu merah, angkot biru belum ada juga. Kata Pak supir, kalau siang gini emang biasa angkot jurusan situ jarang ada yang ngetem. Pada penuh penumpangnya karena angkot jurusan itu jumlahnya memang sedikit.
Pak supir menunggu sampai kami naik angkot. Setelah angkot biru muda datang, aku turun dari angkot pak supir tadi dan mengucapkan banyak-banyak terima kasih.
Kami pun naik angkot tersebut dan bertanya pada supir, apa benar ini angkot menuju SMA xxx. Pak supir menjawab iya.
Di sepanjang perjalanan aku diam karena bete sama Mia, aku kesel banget sama dia. Masa aku doang yang aktif nanya ke Pak supir tadi. Dia tidak berbuat apapun hanya diam terus, mungkin dia takut kalau aku masih marah kepadanya.
Pak supir menurunkan aku di depan gerbang SMA itu. aku mengucapkan terima kasih kepadanya.
Sampai di gerbang, aku merasa aneh kenapa sepi ya. Aku bertanya kepada Mia, bener ga ini sekolahnya kayak nggak ada orangnya. Tapi Mia jawab kalau ini memang benar SMA nya.
Mungkin sudah siang, jadi orang yang mau daftar sudah beres jawab Mia. Masuk akal juga, pikir ku.
__ADS_1
Aku minta Mia untuk ikut ke warung dulu, aku haus sekali setelah drama salah naik angkot tadi. Wajah aku udah merah banget saking malunya.
Aku lihat di seberang sana ada warung kecil. Aku ke sana aja deh sekalian nanya-nanya kali aja tau mengenai pendaftaran sekolah ini.
Aku menarik tangan Mia untuk duduk di sebelahku. Sepertinya dia masih nggak enak sama aku, memang benar sih aku masih marah sama dia sekarang. Benar-benar punya teman onta Arab banget. !!
Seorang wanita keluar dari warung tersebut dengan baju yang sangat rapi memakai baju Khas guru PNS. Otak ku langsung mikir, apa ibu guru itu salah satu guru di sekolah ini ya?
Aku memberanikan diri untuk bertanya, karena kalau mengandalkan Mia, di jamin urusan bukan selesai malah nambah urusan lain alias nambah masalah.
Aduh, aku bingung nih Ya Allah.... Kenapa engkau mengirimkan teman seperti ini sebagai perantaranya.
Sekalinya di kasih partner sama Allah, malah yang pintar nya luar biasa.. Alias Oneng banget.!
Maafkan aku Mia, sudah ngata-ngatain kamu. Abisnya dari tadi kamu cuma mengandalkan aku aja yang punya insiatif sendiri. Kamu cuma ikut-ikutan aja apa yang aku lakukan.
Tapi walau gimana pun aku juga berterima kasih sama kamu yang sudah mau menghiburku.
Berkat kamu, aku jadi semangat lagi.. Terima kasih salah satu orang yang akan menjadi sahabatku di sekolah ini.
...****************...
__ADS_1