INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Sweet Seventeen


__ADS_3

1 tahun kemudian.


Cahaya mentari mulai terlihat dari ufuk timur. Semburat merah keunguan terpancar jelas. Perlahan cahaya itu memanjat naik ke langit yang dihiasi migrasi burung. Begitu indah. Pantulan cahaya mentari mengenai setetes embun di helaian daun. Dan daun-daun yang bergoyang tertiup angin, menambah kesejukan suasana di hari minggu yang cerah ini.


Cahaya sang fajar menelisik masuk melalui celah jendela kamar yang ditempatinya. Tak ayal gadis remaja yang beranjak dewasa berumur 17 tahun itu langsung membuka kedua matanya. Gadis itu melirik ke arah jam dinding di sudut kamarnya tersebut. “pukul tujuh” gumamnya. Beruntung ia sudah menunaikan shalat subuh sebelum akhirnya ia memutuskan melanjutkan tidurnya. 


Maria, dia tertidur sangat nyenyak sekali malam tadi. Dia sangat bersemangat memulai aktifitas pagi ini, entah apa yang semalam dia impikan membuatnya terlihat sangat berbeda hari ini. Maria langsung mandi dan berpakaian sangat rapi. Dia memakai dress berwarna pink dan rambut curly yang tergerai indah.


Sang mamah melihat perubahan signifikan yang terjadi pada anaknya di bandingkan dengan 1 tahun lalu yang merenggut senyum cerianya. Setelah kehilangan Indra dan kepergian Ivan, senyum Maria sudah tidak nampak lagi di wajahnya. Lalu Mamah bertanya apakah gerangan yang membuatnya sebahagia itu. Maria menjawab dengan senyum mengembang di bibirnya.


Maria menceritakan mimpinya kepada Mamah.


"Aku bermimpi papah dan Indra semalam mah. Mereka sangat tampan sekali, Papah mengatakan bahwa Papah merindukan aku dan mamah serta memintaku untuk selalu menjaga mamah yang aku sayang ini. Lalu datanglah Indra, dia berkata merindukanku juga. Indra memintaku untuk mengikhlaskannya dan mencoba untuk membuka hati untuk pria yang benar-benar tulus menyayangi ku sebagaimana Indra menyayangi ku dulu."


Mamah meneteskan air matanya, Maria tau mamahnya pasti teringat papah. Mamah menghapus air matanya lalu berkata, "Sayang, bukannya ini hari ulang tahunmu?"

__ADS_1


Maria lupa bahwa hari ini dia berulang tahun, kalau mamah tidak mengingatkan mungkin dia tidak akan ingat. Pantas saja mamah sedari kemarin sibuk mengurusi hal-hal yang tidak di ketahui nya. Untung saja bangun tidur tadi langsung mandi dan berdandan rapi.


"Eneng lupa mah."


Kemudian Mamah memberikan kue ulang tahun kepada Maria dan memberikan kado untuk anak satu-satunya kesayangan mamah.


Tidak lama kemudian Daffa datang bersama Silvi teman sekelas Maria untuk merayakan hari ulang tahun Maria. Ternyata mereka sudah jadian, Maria mengira mereka tidak akan seserius itu. Tapi kelihatannya mereka sangat serius menjalani hubungan itu.


Maria sedih, dia merasa tidak mempunyai seseorang yang spesial. Maria belum menerima pernyataan cinta Ivan. Karena bagi Maria untuk apa menjalani hubungan yang tidak jelas orang itu akan kembali atau tidak. Jadi walaupun Maria nyaman masih bisa berkomunikasi dengan Ivan, tapi dia takut untuk jatuh cinta lagi. Tepatnya takut untuk melukai lebih dalam hatinya yang sudah terluka.


Maria membuka pintunya dan melihat salah satu orang yang sangat dia sayang, Kia sahabatnya datang juga untuk sama-sama merayakan ulang tahunnya. Dia bersama Zain? Kok bisa? Bagaimana mungkin? Maria kelihatan kebingungan.


"Kia, kamu kok bisa sama Zain?" Tanya Maria kebingungan.


Kia pun menceritakan awal pertemuannya dengan Zain, bahwa Zain telah menolongnya saat dirinya akan di tabrak oleh truk. Beruntung Kia dan Zain hanya terluka sedikit. Mereka menjadi sangat akrab sampai akhirnya Zain menceritakan telah menyukai seorang wanita dan ternyata itu Maria.

__ADS_1


Kia bertanya apa Maria yang di maksud adalah sahabatnya atau bukan, yang bersekolah di SMA 1 kota dan ternyata memang benar Maria yang di maksud adalah sahabatnya dari SMP. Lalu Zain curhat bagaimana untuk bisa mendapatkan Maria.


Kia sudah mencoba memberikan tips n trik tapi Maria tetap tidak meresponnya. Zain menyerah dan karena mereka semakin dekat, akhirnya Zain jatuh cinta kepada Kia. Seorang wanita yang kuat dan mandiri.


Maria senang bisa merayakan ulang tahunnya yang ke 17 ini dengan Mamah dan semua sahabatnya. Maria senang Kia bisa pacaran dengan Zain. Dia tau Zain laki-laki yang baik pantas untuk Kia yang baik pula. Kia bukan sosok yang mudah menyerah dan dia bangga bisa bersahabat dengan Kia.


Saat mereka semua memberikan hadiah kepada Maria, Daffa meminta Maria untuk menutup matanya. Daffa mengatakan ada satu kejutan lagi yang akan membuat Maria bahagia. Dia pun setuju untuk di tutup mata nya dengan kain hitam.


Di hitungan mundur, Daffa berkata. "3, 2, 1, Maria buka kain itu dan lihat siapa yang ada di sini bersama kita."


Maria membuka matanya perlahan. Dia melihat sosok pria tampan berkharisma dengan kulit seputih susu dan tubuh yang tinggi tegap sedang berdiri di hadapannya. Dia memakai celana jeans hitam dan T-shirt putih berlogo canada dengan jaket hitam dan sneaker putih.


Maria ternganga melihat sosok pria yang ada di hadapannya ini, dia membawa kotak kecil berwarna biru muda. Dia tersenyum dan terlihat manis sekali membuatnya serasa sedang bermimpi.


"Kak Ivan???"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2