
Setelah aku minum obat, kepalaku terasa ringan dan sudah tak terasa sakit lagi. Ku lihat jam sudah pukul 06.10 dan aku segera pergi ke kamar mandi.
Acara di mulai pukul 09.30. Masih ada waktu pikirku. karena salon nya pun tidak jauh . Aku dan mamah segera pergi ke sana.
Di sana sudah ada beberapa orang yang akan di rias, sepertinya mereka dari sekolah lain. Untunglah mamah kenal dengan perias nya jadi aku dan mamah tidak perlu menunggu lagi.
Ketika di rias aku meminta teteh periasnya agar tidak terlalu menor. Tapi pas aku lihat di kaca, wajah aku putih banget. Beda jauh sama warna kulit tanganku. Aku jadi malu. Tapi udah nggak ada waktu lagi buat memperbaikinya.
Selesai di rias aku dan mamah pergi ke sekolah. Di sana sudah banyak orang. Siswa dan orang tuanya duduk bersebelahan. Aku tidak melihat kehadiran Indra, apa dia belum datang ya? Kia juga ga keliatan.
Aku menjadi pusat perhatian di sekolah. Teman-temanku semua melihat ke arahku. Aku pun jadi salah tingkah. Kenapa ya? Apa dandanan aku jelek atau ada apa? Menor banget kali ya!! Aku nggak pede sama sekali dengan penampilanku yang seperti ini. Aku merasa terlalu menor.
Aku dan mamah duduk di kursi barisan ketiga. Ku lihat jam sudah pukul 08.30. Tapi kenapa Indra dan Kia belum datang ya.
Selang 15 menit Indra datang bersama ayah dan ibunya. Mamah dan ibu yang memang sama-sama supel bisa langsung akrab walaupun ini pertama kalinya mereka bertemu langsung.. Ku lihat ayah pun tidak sungkan mengobrol dengan mamah.
Indra menatap ku dengan lekat. Dia tersenyum dan memegang tanganku. "Kamu Cantik" bisik Indra. Aku malu dia bilang begitu sama aku. karena aku sama sekali tidak cantik.
__ADS_1
Dia bohong deh bicara seperti itu. Jelas-jelas aku menor banget kaya gini. Padahal tadi aku sudah bilang sama teteh yang dandanin jangan tebal- tebal, eh malah tebal banget kayak gini.
"Bohong banget. Gombal !" Ucap ku sambil cemberut.
"Serius. Kamu cantik banget. Maaf ya kemarin aku sudah..."
"Udah ga usah di bahas ya." Aku memotong ucapan Indra dan mengajaknya untuk duduk.
"Kita duduk di sana yuk. Udah mau mulai acaranya."
Acara pertama sambutan dari kepala sekolah, kedua sambutan dari wakil kepala sekolah dan ketiga sambutan dari ketua komite. Setelah sambutan dari berbagai pihak selesai, acara di lanjutkan dengan pelepasan kelas 9.
Siswi-Siswi yang sudah berkeringat karena dandan sedari pagi berbaris rapi untuk naik ke atas panggung. Sedangkan para siswa berdiri di bawah panggung. Kami semua menyanyikan 2 buah lagu tentang perpisahan.
Teman-temanku saling berpelukan dengan sahabatnya masing-masing.. Tapi sahabatku tidak hadir di hari perpisahan ini. Sedih nya aku..
Acara selanjutnya setelah pelepasan kelas 9 yaitu kata-kata dari ketua OSIS, di lanjutkan dengan pembacaan doa, dan terakhir penutup.
__ADS_1
Semua acara pun berlangsung lancar sampai akhir tanpa hambatan.
Di akhir acara ada pengumuman bahwa ijazah bisa di ambil pada bulan September.
Kami semua pulang dengan membawa bingkisan kenang-kenangan dari pihak sekolah.
***
Keesokan harinya aku mengajak Indra untuk ke tempat Kia. Aku akan menceritakan Tante Hyurin yang akan menggugat cerai bapak nya. Dan aku ingin tau bagaimana kondisi kia dan ibu nya di sana sekarang.
Tak lama kemudian Indra sudah ada di depan rumah ku. Suara klakson motor terdengar jelas sampai ke kamarku.
Mamah mendengar suara motor Indra dan menyuruhnya untuk masuk. Aku mengambil tas kecil dan berpamitan sama mamah kalau aku mau keluar sebentar.
Di jalan aku kebelet pengen pipis. Indra menghentikan motor nya di pom bensin. Aku berlari menuju toilet, di sana aku melihat bapak kia sedang bermesraan dengan wanita lain (LAGI).
...****************...
__ADS_1