INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Exploding Head Syndrome (EHS)


__ADS_3

Flashback 2 tahun yang lalu.


"Aaaaaaaaaaaaaa..........." Teriakan seorang gadis cantik mengejutkan semua orang yang ada di rumah itu. Sepasang suami istri berlari untuk melihat keadaan putri semata wayangnya.


"Sayang, kamu kenapa nak? Apa kepalamu sakit lagi? Apa kamu mimpi buruk?" Tanya seorang ibu paruh baya itu. Walaupun sudah tidak muda, tapi kecantikannya masih terlihat jelas.


"Bu, aku mendengar suara tabrakan. Aku melihat kilatan cahaya dan suara teriakan itu lagi. Aku takut Bu." Ucap gadis itu yang ketakutan.


"Apa yang sebenarnya telah kamu perbuat nak? Kenapa kamu sangat ketakutan dan terlihat selalu cemas?"


"Aku.." Kayla tidak meneruskan pembicaraannya. Dia tidak mau menceritakan perbuatannya yang sudah merenggut nyawa Indra. Pria yang sudah membuatnya terobsesi dan nekat untuk menghabisi Maria, tapi malah salah sasaran.


Dia takut untuk di hukum dan lebih memilih untuk meninggalkan Indonesia dan tinggal di Paris. Dia kira akan terbebas dari rasa bersalah kepada Maria, Indra dan Ivan jika dia pergi jauh. Tapi nyatanya itu salah!! Bayangan Indra selalu datang di setiap mimpinya, membuatnya semakin cemas dan ketakutan.


Apalagi sekarang Ivan tau kenyataannya saat Kayla menulis surat untuknya dan memberikannya hadiah kenangan waktu di bandara. Pasti dia sudah membaca dan mengetahui kebenarannya. Tapi Kayla yakin, Ivan tidak akan melaporkannya ke polisi.


Tiba-tiba kepalanya sangat sakit dan seperti ada suara tabrakan yang terdengar olehnya. Kayla menahan kepalanya yang pusing dan semakin terasa sakit sampai dia tidak bisa lagi menahannya. Lalu dia pingsan tak sadarkan diri.


"Kay, kamu kenapa Kay?" Ibunya semakin panik dan menyuruh suaminya untuk bergegas menyalakan mobil dan membawanya ke rumah sakit.


Di rumah sakit Kayla di bawa ke UGD. Perawat dan dokter meminta orang tuanya untuk menunggu di luar. Karena akan di lakukan pemeriksaan dulu.


Dua jam berlalu..


Dokter keluar dari UGD dan memberitahu apa yang di alami oleh Kayla.


"Dok, bagaimana anak kami?" Tanya pria paruh baya itu.

__ADS_1


"Anak bapak dan ibu mengalami Exploding Head Syndrome atau EHS. Ini adalah gejala dimana anak ibu mendengar suara dentuman yang cukup keras di kepalanya. Dan itu membuatnya menjadi sulit untuk tidur dan istirahat yang cukup, mengakibatkan anak ibu kelelahan saat siang hari. Anak ibu terlihat sangat stres berat dan memiliki kecemasan yang berlebihan."


"Ibu dan bapak bisa menanyakan langsung kepadanya pemicu stres berat dan kecemasan yang berlebihannya itu. Penyakit ini tidak berbahaya dan tidak menyakiti secara fisik, namun sangat berkontribusi pada insomnia."


"Kalau saja terus menerus seperti ini, anak ibu tidak bisa bertahan lama. Karena ini penyakit langka yang belum di temukan obatnya. Bahkan dalam medis pun belum di ketahui dengan pasti apa penyebabnya. Kalau begitu, saya permisi dulu."


"Iya, terima kasih dokter penjelasannya."


Ibunya menangis mendengar kondisi Kayla saat ini. Apa yang sebenarnya telah kamu perbuat Nak.


Ibunya yakin, Kayla pasti sudah melakukan sesuatu di luar batas. Karena saat itu dia bersikeras ingin pindah ke Paris. Tapi ibunya tidak mengetahui apa penyebab Kayla ingin pindah ke Luar negeri.


Ibunya masuk dan menanyakan kondisi Kayla yang sedang menangis.


"Maafkan aku Maria, Maafkan aku Indra. Aku sudah memisahkan kalian berdua." Gumam Kayla dalam hati yang terus meneteskan air mata di pipinya.


"Aww.. Kepalaku sakit sekali." Kayla terus menekan kepalanya dengan kedua tangannya...


Ibunya menghampiri Kayla dan mengusap lembut kepalanya. Kayla menangis, dalam hatinya dia sangat menyesal melakukan perbuatan itu. Dia menangis sesenggukan di pelukan ibunya.


Ibunya yakin, putri cantiknya itu pasti sudah melakukan kesalahan yang fatal. Tapi ibunya belum mau membahasnya sekarang.


"Ibu ayah, maafkan Kayla." Hanya itu yang bisa Kayla sampaikan kepada orang tuanya.


Orang tuanya hanya terdiam. Mereka tidak ingin Kayla semakin stres yang akan mengancam nyawanya sendiri. Sehingga mereka mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada Kayla.


Flashback End

__ADS_1


* POV Kayla


Aku tidak menyangka kalau aku akan mengidap EHS. 2 tahun aku berjuang dengan penyakit ini. Setiap hendak tidur, aku selalu mendengar dentuman keras. Entah itu suara ledakan, suara tabrakan, dan orang menjerit, seketika itu selalu ada kilatan cahaya yang menyilaukan mata. Membuatku tidak bisa memejamkan mata sepanjang malam dan setiap hari.


Sampai-sampai kantung mataku menjadi hitam dan banyak kerutan di bawahnya. Aku tidak bisa meneruskan kuliahku, karena aku selalu ketakutan melihat bayangan Indra yang menghantui pikiranku. Mirip seperti film-film horor yang di ganggu makhluk halus, aku menjadi seperti orang gila.


Aku harus selalu mengkonsumsi obat tidur agar aku bisa tidur dengan tenang. Tapi meminum obat tidur dalam jangka waktu yang lama tentu tidak baik untuk kesehatanku. Aku bagai memakan buah simalakama, begini salah begitupun salah.


Padahal sebenarnya ini adalah sugesti di alam bawah sadar ku sendiri. Aku merasa sudah tidak tahan lagi rasanya di hantui oleh rasa takut.. Lebih baik aku mati saja dari pada hidup tapi tersiksa. Tidak ada yang mau dekat denganku, karena semua teman-temanku menganggap aku tidak waras.


Sungguh menyedihkan nasibku, Ivan tidak pernah mencintaiku sedikitpun. Dia selalu bersikap dingin kepadaku dan tidak membalas perasaanku. Berbeda dengan tatapannya kepada gadis itu, Ivan bersikap sangat lembut kepadanya.


Padahal apa kelebihannya? Gadis mungil dengan kulit eksotis itu telah membuat Ivan semakin menjauhiku. Aku sangat membencinya kala itu. Apalagi saat dia membanggakan pacarnya, Indra. Membuatku semakin panas dan ingin menghabisinya.


Tanpa pikir panjang aku menyuruh orang untuk menabrak Maria. Dan hampir berhasil kalau saja Indra tidak mendorongnya, sudah pasti yang akan meninggal adalah Maria, bukan Indra. Walaupun nanti Indra tidak menerima cintaku, tapi aku merasa puas kalau Maria mati. Itu artinya, Ivan juga tidak akan dapat mengejar cintanya.


Tapi ternyata itu membuatku semakin tersiksa, aku selalu di hantui rasa bersalah, takut, cemas dan gelisah. Bahkan aku sangat stres kalau melihat orang yang nyaris hampir tertabrak. Karena saat kejadian tertabraknya Indra, aku mengintip di kejauhan. Dan aku sangat histeris kala itu.


Aku bingung dan takut kalau polisi mengejar ku. Beruntungnya saat itu mereka hanya fokus kepada keselamatan Indra dan tidak membahas pengendara motor yang aku suruh.


Tapi itu tidak serta-merta membuatku merasa tenang. Aku semakin tertekan dan membuatku menjadi depresi. Aku benar-benar sudah gila! Kalau begini terus, hidupku tidak lagi menyenangkan, tapi sangat menyiksaku secara fisik dan mental.


Sudah aku putuskan bahwa aku akan mengakhiri penderitaan ku yang tiada akhir ini. Aku sudah tidak sanggup lagi dan lebih baik kalau aku BUNUH DIRI untuk mengakhiri semuanya.!!


* POV Kayla End


...****************...

__ADS_1


__ADS_2