INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Sosok sang ayah


__ADS_3

Setelah Riri pergi bersama teman-temannya untuk bermain lagi, Indra memanggilku untuk naik ke motor. Di jalan aku bertanya pada Indra tentang ayahnya yang ku lihat di foto tadi. Sosok pria tampan dengan tatapan yang lembut, hampir sama seperti papah.


"Indra, emang ayah kamu kerja dimana?" Tanyaku sambil memeluk tubuh Indra di belakang. Aku menempelkan daguku di ujung pundaknya. Aku melihat wajahnya dari arah samping, yang terlihat semakin tampan.


Melihat Indra dari arah mana pun dan dalam posisi apapun selalu terlihat tampan mempesona.


"Ayah aku kerja di Kalimantan, pulangnya 3 bulan sekali Mar." Jawab Indra tanpa menoleh ke arahku, karena dia sedang fokus mengendarai motornya.


"Oh.. Jadi ayah kamu jarang di rumah dong?" Tanyaku lagi.


"Iya.. Bulan depan ayah ku pulang. Nanti kamu ketemu ayah ya." Indra melihatku sekilas dan kembali fokus ke depan.


"Iya insyaallah."


* POV Indra


Ayahku adalah sosok yang jarang bicara. Bicara hanya seperlunya saja berbeda dengan ibuku yang selalu bisa membuat nyaman lawan bicaranya.

__ADS_1


Ayah memang penyayang sama anak-anaknya, lembut dan tidak pernah berkata kasar. Tapi ayah tidak bisa mengekspresikan rasa kasih sayangnya itu lewat kata-kata.


Aku sih nggak mau Maria bertemu dengan ayahku, pasti dia merasa tidak nyaman karena ayah tidak sehangat ibu. Tapi mau bagaimana pun ayah harus tau kalau aku sudah punya pacar.


Aku serius sama Maria. Aku ingin menjadikannya istriku walaupun usiaku masih 16 tahun dan butuh waktu panjang untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Tapi aku tidak mau main-main dengannya dan aku akan selalu menjaga kehormatannya.


Ayahku bekerja di Kalimantan dan pulang setiap 3 bulan sekali dengan jatah libur 3 minggu. Ayah bekerja di sebuah perusahaan sektor pertambangan, bisa di bilang ayahku memiliki gaji yang lumayan, tapi ibu tidak pernah berfoya-foya. Hasil kerja keras Ayah selalu ibu tabung untuk masa depan kami semua, terutama aku dan Riri.


Aku sangat bangga terhadap ayahku yang berjuang untuk kebahagiaan kami semua, begitu pun dengan ibu. Walaupun hanya seorang ibu rumah tangga, tapi ibu pengelola keuangan yang baik.


Sesampainya di rumah Maria, aku mengantarnya sampai depan rumah dan bertemu mamah sebentar untuk berpamitan karena hari mulai petang dan aku khawatir pada Riri takutnya ibu belum pulang juga.


* POV INDRA END


Selepas kepergian Indra, aku langsung membersihkan diri dan makan. Mamah memasak ayam geprek kesukaanku, senang sekali aku hari ini.


Tapi ada yang sedikit mengganjal di hatiku. Bagaimana nasib Kia ya.? Selesai makan aku tidak shalat karena lagi datang bulan. Aku langsung menemui mamah di kamarnya yang baru saja melaksanakan shalat magrib. Ku ceritakan konflik keluarga Kia yang ku dapat infonya dari tetangga itu.

__ADS_1


Sepertinya mamah tau sesuatu, apa ya? Kenapa mamah seperti menutupinya dariku? Apa mamah tau alamat nenek nya Kia? Tapi tadi mamah bilang mamah nggak tau.


Aku harus menghubungi Indra.


Ku ambil ponsel di kamarku dan duduk di kasur. Ku lihat tidak ada pesan apa pun dari Kia. Yang ada hanya pesan dari Indra. Ku abaikan dulu pesan dari Indra mencoba menghubungi nomer Kia kembali tetapi masih sama, Tidak aktif.


Ku lihat pesan dari Indra.


'Sayang, aku baru sampai nih.' 17.12


'Maria, bolehkan aku panggil kamu sayang?' 17.15


'Kok nggak di bales? Kamu lagi sibuk ya? Ya udah aku juga mau shalat magrib dulu ya.' 18.10


Aku tidak membalas satu pun pesan dari Indra. Niatnya sih nanti jam 7 an mau aku telepon langsung, biar nggak kelamaan ngetik.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2