INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Di negeri orang


__ADS_3

Ivan termenung sendiri di kamarnya. Rasanya lebih nyaman di rumahnya yang dulu.. Dia membuka satu kotak kecil dari Kayla. Ada satu jam tangan warna hitam merek Alexander Christie, dan sepucuk surat.


Ivan membaca surat itu,


Van, aku nggak tau harus cerita lagi sama siapa. Aku takut.


Sebenarnya yang sudah menabrak Indra itu adalah orang suruhan ku. Tadinya aku ingin agar Maria lenyap dari dunia ini. Tapi ketika orang suruhan ku akan menabraknya, pacarnya datang menyelamatkan Maria. Aku ingin merebut pacarnya, karena aku iri padanya.


Tapi beberapa hari yang lalu, aku melihat tatapan mata kamu kepadanya sangatlah berbeda. Kamu terlihat sangat mencintainya. Apa kelebihannya di banding aku Van? Aku sayang sama kamu, tapi kamu tak pernah merespon sikapku.


Aku mohon jangan kamu bilang siapapun tentang ini. Karena aku takut untuk menerima hukumannya. Dan lagi, aku akan pindah ke luar negeri tanpa ada satu orang pun yang tau.


Aku janji, aku tidak akan mencelakakan Maria lagi. Semoga kamu selalu bahagia. Kayla.

__ADS_1


"Jadi, kamu yang sengaja ingin menabrak Maria, tapi salah sasaran? Kamu benar-benar jahat Key,"


Ivan ingin sekali mengatakannya kepada Maria. Tapi dia rasa semua percuma. Dia pun bingung untuk menghubungi Maria lewat apa. Dan lagi Kayla akan ke luar negeri.


Lalu dia membuka kotak putih dari sahabat OSIS nya. ada sneaker putih yang bagus. Ivan tersenyum mengingat semua teman-temannya yang sangat menghargainya saat memimpin jadi ketua OSIS.


Lalu dia mengeluarkan gantungan kunci love yang berwarna biru itu, dia terus tersenyum mengingat kejadian di bandara sebelum dia berangkat. Melihat ekspresi terkejut Maria yang sudah di cium olehnya. Dia menyentuh bibirnya sendiri lalu tersenyum lagi.


'Aku pasti kembali Maria. Aku janji aku akan menikahi mu setelah lulus kuliah nanti dan aku sudah meneruskan perusahaan ayah. Tunggu aku. Aku mencintaimu.' Ivan.


Ivan memang mencintai Maria, tapi dia tidak sampai berpikir sejauh itu untuk melenyapkan Indra. Kayla benar-benar nekat. Dia tak habis pikir dengan kelakuan Kayla yang begitu terobsesi kepada pria-pria tampan.


Ivan menarik nafas panjang. Dia ingin sekali berkomunikasi dengan Maria. Tapi waktu itu teknologi belum secanggih sekarang. Dia ragu, apa Maria akan tetap menunggunya atau dia akan berpaling kepada pria lain?

__ADS_1


Ivan takut dia tidak akan sanggup menunggu selama itu. Tapi bagaimana dia bisa berkomunikasi dengannya? Hatinya tidak tenang untuk memulai hidup baru di negeri orang. Dia ingin setelah kuliah dan meneruskan perusahaan ayahnya, dia akan membuka cabang di Indonesia dan menetap lagi di sana.


Semoga Maria akan setia menunggunya. Walaupun sebelum dia pergi memang tidak ada status yang mengikat keduanya. Dia berharap mereka berjodoh, itu yang selalu dia ucapkan di setiap doa-doa yang dipanjatkan nya..


***


Maria sudah berada di rumah. Dia teringat Ivan yang saat itu mencium bibirnya. Dia merasa hatinya berdebar-debar. Dia ingin sekali menolaknya tapi Ivan mencengkeram tangannya sangat kuat. Sehingga menolak pun sulit untuk di lakukan. Dia hendak memalingkan wajahnya, tapi ciumannya sangat kuat.


Maria termenung di meja belajarnya.


'Aku kangen Indra, dia tidak pernah melakukan itu walaupun kita sudah kenal sangat lama. Tapi Kak Ivan? Dia berani mencium ku seperti itu.'


'Indra, aku ingin kau hidup lagi, aku ingin kau kembali. Walau banyak pria lain di luaran sana, tapi kamu tetap yang terbaik. Entah aku bisa menemukan pria seperti mu lagi atau tidak. Kamu akan selalu di hatiku Indra, selamanya tetap di hatiku.'

__ADS_1


Tanpa terasa air mata mengalir di pipinya. Dia sudah berusaha untuk melupakan Indra. Tapi semakin dia mencoba semakin sulit dan tak mungkin bisa. Dia sadar, orang yang sangat dia cintai, sekarang hanya menjadi Kilauan masa lalu yang tak terlupakan.


...****************...


__ADS_2