INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Talent show


__ADS_3

Hari ini hari ke empat dalam rangkaian kegiatan MOS di sekolah ku.


Kegiatan hari ini yaitu :


Senam pagi di lanjutkan dengan kegiatan cinta lingkungan atau bersih-bersih, lalu istirahat. Setelah istirahat di lanjutkan lagi dengan talent show peserta MOS untuk menentukan akan masuk ekstrakulikuler apa yang di pilih nanti.


Lalu kami harus meminta tanda tangan seluruh panitia OSIS.. SELURUHNYA. Dari Ketua OSIS sampai para anggotanya.


Apa? Harus minta tanda tangan? Mati aku kalo harus minta tanda tangan sama mahkluk itu.


Aku mendengarkan semua arahan dari Pak Kepala Sekolah yang membacakan rangkaian kegiatan hari ini.


Ah aku lemas sekali hari ini.. Akan ada talent show, minta tanda tangan OSIS lagi. Aku kan ga punya talent apa-apa.. Aku harus gimana ya.


Acara hari itu pun di mulai dengan senam pagi.. Lalu aku bersih-bersih kelas. Ketika aku bersih-bersih kelas, aku melihat seseorang sedang berdiri di bawah pohon rindang di taman. Aku yang hendak membersihkan area taman melihat ke arahnya yang membelakangi aku.


Aku memperhatikannya, Eh dia sedang buang air kecil.. Saat dia berbalik sontak saja aku jadi kaget dan berteriak.. Dia yang kaget berteriak juga dan segera mengangkat resleting celananya ke atas.


"Aaaaaaaaaa" Aku menutup wajahku.


"Aaaaa, kamu ngapain kesini?." Ucap laki-laki itu.


"A, aku lagi mau bersihin taman sekarang, kamu ngapain pipis di sini? Dasar Jorok.!! Toilet ada malah di bawah pohon." Ucapku ketus.


"Toilet nya jauh. Udah ga tahan." Jawabnya santai.


"Geuleh ih..!! kamu kan yang kemarin narik tangan aku, siapa sih kamu? Sok kenal banget sama aku. Cowok jorok."


"Aku teman sekelas kamu. Masa ga liat sih? Rabun ya kamu?."

__ADS_1


"Masa sih teman sekelas ku, kok aku ga pernah liat? Terus kayaknya aku juga pernah liat kamu deh lagi main debus di lapangan Deket rumah aku."


"Emang itu aku. Kenapa?"


"Ga apa-apa sih. Awas sana pergi jauh-jauh aku mau bersihin taman. Jorok banget pipis di sembarangan tempat. Pamali tau ga. Di kerjain jin baru tau rasa kamu!!"


Dia pun bergeser ke pinggir saat aku menyapu taman yang berantakan karena daun-daun yang jatuh berserakan.


Laki-laki itu mengatakan bahwa dia mengenalku dari seseorang. Tapi aku tidak mengenal dia, aneh. Dia berkata bahwa dia sering melihat foto ku walaupun baru sekarang-sekarang ini kita bertemu langsung.


Aku jadi penasaran banget siapa sih dia. Ketika aku mau bertanya lagi bel istirahat pun berbunyi dan aku di ajaknya ke kantin untuk membeli makanan di sana.


Dia belum mengatakan siapa namanya, aku hendak bertanya tapi males banget ah nanti juga tau kalau masuk kelas.


Bel pun berbunyi tanda sudah masuk dan waktunya talent show tiba.. Aku degdegan nggak tau harus gimana, aku harus ngapain di talent show ini. Aku bisa nyanyi tapi cuma berani nyanyi di kamar mandi aja.


Tapi kalau untuk tampil, tidak ada kepercayaan diri. Aku lebih suka berkutat di belakang layar bukan tampil di depan layar dan di hadapan publik kayak gini.


Tapi Alhamdulillah bukan aku yang pertama di panggil melainkan temanku yang ngajak tukeran bangku.


"Septia Dewi Ningrum, Maju ke depan. Silahkan kamu mau melakukan talent apa." Panggil Kak Nara yang bertugas memanggil para calon siswa baru ini.


"Aku mau dance Kak."


Septi pun melakukan dance dengan sangat energik.. Bagus juga, ternyata dia penggila K-Pop.. Kayaknya dia sering berlatih deh. Gerakannya luwes banget.


Semua yang melihat Septi pun bertepuk tangan dengan meriah. Dance nya Septi di mix dengan goyangan khas dangdut membuat para lelaki bersorak-sorai melihat pinggulnya yang bergoyang-goyang seperti Dewi Persik.


"Wah hebat banget kamu bisa dance mix goyang dangdut bagus kayak gitu. Kamu harus ikut ekskul ngedance nih."

__ADS_1


"Makasih kak." Dia kembali ke tempat duduknya di belakang.


Selanjutnya yang di panggil adalah.....


"Maria Maharani. Maju ke depan."


Aduh, ini gimana, ini gimana, ini gimana. Ya Allah aku bingung..


Aku pun maju ke depan menundukkan kepalaku karena semua OSIS melihat ke arahku. Lalu seorang laki-laki mengangkat tangan membuat semua panitia OSIS mengalihkan pandangannya kepada lelaki itu.


"Ada apa?" Tanya yang mulia OSIS.


"Aku mau menemaninya Kak. Kayaknya dia mau nyanyi, aku udah bawa gitarnya ni.."


*Ih dar*imana dia tau kalau aku mau nyanyi, aku aja baru kepikiran sekarang.


"Ya udah biar cepat pulang harus berdua-berdua tampilnya. Biar ga kesorean, gimana guys?" Tanyanya.


"Iya, gue setuju." jawab Kak Radi.


"Kita juga setuju Van," Jawab Kak Nara dan Kak Dira.


"Maju kamu." Perintahnya.


Dia pun maju dengan membawa gitar di tangannya, aku masih memandanginya.


"Nama kamu siapa?" Tanya Kak Nara.


"Faisal Daffa. panggil aja Daffa."

__ADS_1


"Oke silahkan mulai." Kak Nara pun menceklis nama kami.


...****************...


__ADS_2