INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Kehilangan Indra


__ADS_3

* POV Daffa


Aku melihatnya mencium Indra. Kenapa hatiku terasa sakit? Aku tidak boleh baper. Dia milik Indra, selamanya memang begitu. Walau apapun yang terjadi nanti, Maria tetap menjadi bagian dari Indra. Aku tidak boleh menyukai Maria, tapi aku harus menjaganya. Demi persaudaraan kita, aku akan menjaga kekasihmu Dra..


Aku benar-benar tidak tega melihatnya terus bersedih. Setiap hari dia menangis, dan sekarang dia lebih pendiam dari biasanya. Semua pelajaran nilainya menurun, bahkan fokusnya hilang saat guru menerangkan pelajaran. Bahkan sejak pertama kali Indra masuk rumah sakit dia belum makan sama sekali, tubuhnya terlihat semakin kurus.


Saat paman dan bibi berada di dalam, mereka berteriak karena detak jantung Indra yang terhenti. Paman memanggil dokter, semuanya menjadi panik. Maria bahkan sampai hilang kendali tidak bisa mengontrol emosinya.


Aku yang dari tadi diam saja, mencoba menenangkan Maria. Ku tarik tangannya agar dia sabar dan tidak meronta-ronta untuk bisa masuk ke dalam. Aku memegang tangannya yang mungil itu. Aku suruh dia untuk duduk dan berdoa. Jangan sampai pasien lain terganggu karena kegaduhan kami. Akhirnya dia menurut dan duduk di kursi tunggu.


Tak lama kemudian dokter keluar dan memberi kabar buruk untuk kami semua. Aku terkejut, dan aku sangat terpukul.


* POV Daffa End


***


Kami semua panik karena kondisi Indra yang semakin drop. Dokter kemudian masuk ruangan itu dan mencoba untuk menyelamatkan Indra. Ayah dan ibu tampak gelisah di luar, begitupun dengan aku dan mamah.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian dokter keluar. Kami langsung bertanya mengenai kondisi Indra.


"Dok, bagaimana anak saya?" Tanya ayah dan ibu.


"Kondisi anak ibu,, tidak bisa terselamatkan. Maafkan kami, kami sudah melakukan yang terbaik tapi Allah berkehendak lain. Permisi."


Apa?


Indra?


Sudah tidak ada?


Tatapanku kosong. Aku tidak percaya ini, apa ini mimpi? Aku pasti bermimpi, iya kan?


Mamah memelukku yang sedang terduduk lesu di lantai dengan erat dan menguatkan aku. Tangis kami semua atas kehilangan Indra begitu menyedihkan. Aku benar-benar sudah kehilangannya. Kenapa? Kenapa Ya Allah?


Kepalaku sangat pusing sekali. Aku masuk ke ruangan Indra dan ku peluk jenazahnya yang sudah terbujur kaku. Wajah tampan itu, senyumannya yang selalu menghiasi hari-hariku, tatapannya yang lembut menenangkan hatiku. Apa aku sanggup untuk kehilanganmu Dra.?

__ADS_1


Kamu sudah berjanji untuk selalu bersamaku sampai nanti menikah, tapi kenapa kamu pergi secepat ini? Kenapa kamu tidak bisa bertahan untuk terus hidup bersamaku Dra. Apa takdir kita harus seperti ini? Apa kita memang tidak di takdir kan untuk bersama?


Ibu mengikuti dari belakang, ibu mengusap kepalaku dan memelukku. Ibu masih menangis sesenggukan, begitu pun denganku. Sungguh pemandangan yang mengiris hati. Semua berkabung kehilangan Indra untuk selamanya.


Aku memang sangat mencintai dan menyayangi Indra, tapi Allah lebih menyayanginya. Allah ambil laki-laki baik hati dan Sholeh kembali kepada-Nya. Aku akan mencoba ikhlas Ya Allah walaupun aku rasa ini sangat perih. Sakit sekali luka hati yang ku toreh sendiri. Andai dan Andai yang bisa aku salahkan saat ini.


Andai aku menunggu Indra, andai aku tidak menyebrang, andai aku tidak mau cilok, pasti ini tidak akan terjadi. Dan kamu pasti masih hidup Indra, Ini salahku. Semua salahku. Aku yang sudah membuat kita berpisah. Maafkan aku Indra.


***


Keesokan harinya aku dan Daffa tidak berangkat sekolah, kami pergi ke pemakaman Indra. Di sana tampak teman-teman satu sekolah Indra ikut mengantarkan Indra menuju tempat peristirahatan terakhirnya.


Aku masih tidak bisa percaya sudah benar-benar kehilangannya. Saat jenazahnya di masukkan ke liang lahat, tangisanku semakin pecah. Mamah mencoba menenangkan aku, sedangkan ayah mencoba menenangkan Ibu yang menangis histeris sama sepertiku.


Selesai semua, aku, mamah, ibu, ayah dan Daffa masih berada di sana. Ku pegang nisan yang terpampang nama Indra di sana. Derai air mata membasahi tanah yang masih merah. Aku masih tidak ikhlas. Kenangan terindah bersama Indra terbayang-bayang di kepalaku.


Mengapa sangat sulit sekali untuk ikhlas Ya Allah. Aku mohon beri aku kekuatan menghadapi semua ini. Aku tidak ingin terus terpuruk karena kehilangan Indra. Beri aku kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa, agar aku bisa semangat kembali menjalani hidup ini.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2