INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Situ Patenggang


__ADS_3

Situ Patenggang


Setelah 3 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di tempat ini. Aku turun dari mobil bersama Kak Ivan, dan aku sungguh malu karena aku gadis satu-satunya yang dikelilingi oleh tiga pria tampan yang tinggi-tinggi dan putih-putih.


Aku jadi kayak putri yang dikelilingi pangeran-pangeran tampan yang memperebutkannya, haha.. Iya putri bantet!! Sungguh tidak ada mending-mendingnya diriku ini. Tapi walau bagaimanapun aku harus tetap bersyukur di kasih fisik yang sempurna sama Allah.


Tapi ih aku nggak pede, benar-benar nggak pede!! Sepanjang jalan, orang-orang ngeliatin aku dengan tatapan aneh gitu. Aku harus gimana? Malu banget nih muka harus di taro dimana? Apalagi Kak Ivan terus menggenggam tanganku dengan erat.


Kayak ngasih tahu ke orang-orang kalau aku ini miliknya, kalau aku ini pacarnya. Saat aku melamun, Kak Ivan mengejutkanku.


"Sayang, kamu kenapa diem aja?" Tanya Kak Ivan.


"Aku malu Kak." Jawabku setengah berbisik, tapi Kak Aldi dan Daffa malah mendengarnya. Mereka melirik ke arahku.


Mereka bertiga menatapku dengan tatapan bingung.


"Kenapa malu sayang?" Tanya Kak Ivan lagi yang masih saja menggenggam tanganku. Dan langkah kami berempat terhenti saat aku bilang 'Malu' tadi.


"Kenapa Mar." Sekarang Daffa yang bertanya.


"Aku malu,, malu karena... Dikelilingi oleh kalian, para pria tampan.." Ucapku sambil menundukkan wajahku.


Kak Aldi malah mentertawakan aku.


"Haha, kenapa kamu mesti malu Mar, wajahku pas-pasan, tampan darimana coba? Kalau Ivan sama Daffa emang tampan." Ucapnya sambil tertawa di tahan karena Kak Ivan mengedipkan mata ke arah Kak Aldi.


Aku melihat ke arah mereka berdua lalu aku melihat ke arah Daffa yang sedang memperhatikan aku. Daffa berkata,


"Kamu jangan mulai insecure lagi Mar, yang paling penting sekarang Aku, Ivan dan Aldi itu orang-orang yang sayang sama kamu. Jangan dengerin kata orang atau tatapan aneh orang-orang sama kamu." Ucapan Daffa mengingatkanku pada Indra.


"Iya sayang, buat apa kamu insecure lagi. Aku sayang kamu, sangat menyayangi kamu. Apalagi yang kurang buat kamu? Jangan merasa kamu nggak cantik, kamu tuh wanita paling cantik buatku." Ucap Kak Ivan.

__ADS_1


"Ya elah si Ivan gombal banget Lu.!!" Kak Aldi menimpuk pundak Kak Ivan.


"Gue nggak gombal Nyon.!! Emang Maria gadis paling cantik buat gue." Jawab Kak Ivan yang masih menggenggam tanganku.


"Udah-udah.. Maaf udh bikin kalian jadi berdebat gini.. Lanjut jalan aja ya, jangan diem di tengah jalan nggak enak sama orang-orang yang lewat." Ucapku menghentikan perdebatan mereka yang nggak penting.


Akhirnya kami berempat pergi berjalan lagi, dan Kak Ivan yang membeli tiket untuk kami berempat. Setelah membeli tiket, kami langsung masuk. Aku melihat ada perahu di danau dan aku merengek sama Kak Ivan pengen naik ke perahu itu.


"Kak.. Aku pengen naik perahu itu.." Ucapku manja.. Mungkin Kak Aldi sama Daffa enek liat aku manja gitu sama Kak Ivan, haha.. Aku nggak peduli!! Yang penting aku seneng kalau bisa naik perahu di danau.


"Ayo, apapun yang kamu mau pasti aku turuti, aku nggak bisa nolak." Jawab Kak Ivan.


"Tapi Kak Aldi sama Daffa ikut juga ya.. Kan perahunya gede.. Cukup untuk 4 orang." Ucapku lagi, membuat Daffa dan Kak Aldi saling pandang.


Mungkin mereka pikir, aku hanya ingin berduaan aja sama Kak Ivan, padahal mah kan engga.


"Iya kita ikut Mar, jangan berduaan Mulu nanti yang ketiganya SETAN!!" Jawab Kak Aldi yang saat mengucapkan 'setan' itu arahnya ke Kak Ivan, membuat Kak Ivan menjadi kesal.


"Yaudah ayo Kak.." Aku menarik lengan Kak Ivan.


"Sabar sayang.. Itu masih di pake orang.. Nanti kalau ada yang kosong kita naik ya, sekarang kita makan dulu yuk.. Aku lapar nih.." Ajak Kak Ivan.


"Cakepp.. Gue juga lapar Van. Traktir ya.. Kita makan di sana, makanannya enak-enak.." Jawab Kak Aldi sambil tertawa bahagia karena pasti dia dapet gratisan. Sama sih aku juga seneng kalau dapet gratisan terus, haha.


Siapa sih orang yang ga suka gratisan.??


Kak Aldi menunjuk ke arah restoran unik berbentuk bahtera raksasa, megah banget!! Makanan Khas di kapal penisi resort ini katanya enak-enak. Aku sih baru pertama kali menginjakkan kaki ke sini.


Aku ikut ajalah..


Kami berempat pun makan di situ dan semua yang bayar udah pasti Kak Ivan. Kak Ivan pesan banyak banget makanan, katanya biar aku banyak makan.

__ADS_1


"Makan yang banyak ya sayangku.." Ucap Kak Ivan sambil tersenyum kepadaku.


"Nggak mau banyak-banyak makannya, nanti kalau aku gendut gimana? Aku kan pendek Kak.. Nanti aku jadi tambah bantet lagi." Jawabku sambil memanyunkan bibir mungilku.


"Sayang, mau kamu gimana pun aku nggak akan berpaling. Percaya deh sama aku.. Makan ya yang banyak.." Rayu Kak Ivan.


Aku bergeming..


"Kakak suapin ya.. Jangan nolak." Ucapnya lagi.


Aku cuma bisa pasrah aja deh.. Memang sih aku juga lapar banget, soalnya tadi pagi nggak sarapan dulu. Bisa-bisa nanti maag ku kambuh lagi, takut pingsan kayak waktu itu.


Akhirnya aku makan sepiring berdua dan di suapi pula sama Kak Ivan, sedangkan Daffa dan Kak Aldi makan dengan lahap di depan kami berdua. Memang benar sih, enak-enak makanannya.. Bisa-bisa kalau tinggal di sini berat badanku bisa nambah dua kali lipat karena makan terus.


Aku jadi degdegan nih di suapi sama Kak Ivan. Aku menatap Kak Ivan yang lagi makan dan aku berfikir bagaimana kalau aku jadi nikah sama Kak Ivan? Aku kan nggak bisa masak. Aku cuma bisa masak air, mie, sama telor doang..


Sepertinya Kak Ivan sadar kalau aku terus menatapnya.


"Kenapa sayang? Nggak suka ya?" Tanyanya.


"Suka Kak. aku cuma lagi mikir aja.." Jawabku yang masih menatapnya.


"Mikir apalagi sayang?" Tanya Kak Ivan sambil menyuapiku makan.


"Gimana pas kita udah nikah nanti, aku nggak bisa masakin buat Kakak.. Aku cuma bisa masak mie, sama telor dadar doang." Ucapku sambil mengunyah makanan di mulutku.


"Kenapa harus di pikirin sayang.. Aku itu mau jadikan kamu istri aku, bukan pembantu atau koki. Nggak usah pikirin itu, mau kamu bisa masak atau nggak itu nggak penting buat aku." Jawab Kak Ivan yang merasa kalau hal itu bukan kewajiban ku.


Aku hanya terdiam mendengar jawaban Kak Ivan. Walau bagaimanapun aku ingin menjadi istri yang baik buat Kakak.. Aku akan belajar masak sama mamah, biar Kak Ivan seneng dan tetap mencintaiku sampai akhir nanti..


...****************...

__ADS_1


__ADS_2