INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Apa alasanmu mencintaiku?


__ADS_3

"Sayang, makan dulu buburnya. Aku suapi ya."


Kak Ivan membawa bubur itu di hadapanku dan mulai menyuapiku. Aku hanya terdiam memandanginya membuat Kak Ivan bertanya-tanya, "Kenapa sayang? Nggak enak ya?"


"Enak Kak. Makasih ya."


"Makasih untuk apa? Harusnya aku yang berterima kasih sama kamu. Karena kamu udah maafin aku dan nggak marah lagi, itu yang paling penting buatku."


Aku mengambil sendok itu kemudian aku menyuapi Kak Ivan juga. Kak Ivan tampak terkejut tapi kelihatannya dia senang. Kami berdua tertawa bersama indah sekali momen seperti ini.


"Kak, aku nggak nyangka bakal jadi pacar Kakak. Dulu, pertama kali kita kenal aku benci loh sama Kakak."


"Kenapa?"


"Karena Kakak marahin aku terus, mentang-mentang ketua OSIS seenaknya aja sama junior. Lagian kenapa cuma sama aku aja Kakak marah-marah?" Aku pura-pura ngambek sama Kak Ivan.


Kemudian Kak Ivan duduk di sampingku sambil berkata, "Karena kamu itu unik. Aku juga nggak nyangka kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu. Tepat di hari waktu kamu pelukan sama Indra di gerbang, kamu ingat nggak?"


"Iya, aku ingat."


"Saat itu aku merasa cemburu melihat kalian berdua dan aku mulai tertarik sama kamu. Aku nggak ngerti sama perasaan aku sendiri, aku terus saja kepikiran kamu. Apalagi waktu kamu nyanyi rindu, aku jadi selalu rindu sama kamu." Kak Ivan tersenyum-senyum mengingat tingkah konyolnya dulu waktu masih SMA.


"Gombal banget!! Terus, apa yang bikin Kakak jatuh cinta sama aku yang jelek ini? Sampai memperjuangkan aku seperti ini?"


"Aku nggak tau, nggak ada alasan untuk mencintaimu sayang, semua mengalir gitu aja. Kamu itu mahal dan itu yang membuat aku semakin mencintai kamu."


"Kenapa Kakak mengambil ciuman pertamaku?"


"Karena Kakak... Adalah calon suami kamu. Kakak akan melamar kamu setelah kamu lulus SMA."


"Apa? Kakak bercanda?" Terkejut.

__ADS_1


"Serius sayang. Satu semester lagi kamu lulus dan aku akan segera menikahi kamu. Aku nggak mau terus-terusan berbuat dosa dengan pacaran gini. Walaupun kita nggak pernah ngapa-ngapain, aku mau menghalalkan kamu."


"Tapi Kak. Aku mau kuliah dulu."


"Bisa di atur sayang, Kan bisa kuliah sesudah nikah. Aku nggak mau ada yang merusak hubungan kita. Aku sangat bahagia kalau kamu setuju."


"Kak, nikah itu bukan main-main. Butuh persiapan yang matang. Lagian Kakak juga masih kuliah kan. Gimana kalau aku keburu hamil terus kita punya anak?"


"Bagus dong kita punya anak sayang. Itu yang aku mau." Goda Kak Ivan yang malah semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku menjauhi wajah Kak Ivan dan mendorong wajahnya lalu berkata,


"Dasar otak mesum!! Engga, aku nggak setuju. Aku mau Kakak beresin dulu kuliahnya. Terus aku juga kuliah. Setelah lulus baru mikirin nikah."


"Engga. Aku mau segera menghalalkan kamu. Aku mau bermesraan terus sama kamu. Kamu nggak usah khawatir masalah kuliah aku. Sebentar lagi aku wisuda dan Kamu sebentar lagi lulus SMA."


Aku terdiam sejenak. Aku juga mau nikah muda, tapi masalahnya apa aku bisa menjadi seorang istri? Apalagi menjadi seorang ibu. Aku kan masih ababil gini.


Aku mengatakan pada Kak Ivan kalau kita jalanin aja semuanya, jangan tergesa-gesa. Tapi Kak Ivan tetap dengan pendiriannya. Entahlah, aku harus mendiskusikan ini dengan mamah.


Setelah itu Kak Ivan malah membahas Kayla.


"Pengennya sih gitu Kak. Tapi kita kan nggak tau Kak Kayla ada dimana sekarang."


"Aku akan cari tau info tentang Kayla. Kamu tenang aja ya."


"Iya Kak."


"Mau pulang sekarang atau nanti?"


"Sekarang aja Kak, udah sore."


"Oke. Hayu sayang, aku antar kamu pulang."

__ADS_1


***


Aku pun di antar pulang naik motor sama Kak Ivan. Di tengah jalan dari kejauhan aku melihat seorang wanita sedang bertengkar dengan seorang pria. Aku nggak tau itu siapa karena posisi nya yang membelakangi aku. Dia di tampar dan di tinggalkan begitu saja oleh pria itu yang langsung pergi naik mobilnya.


Wanita itu menangis dan hendak menyebrang tanpa melihat ke arah kanan dan kiri. Dan hampir saja tertabrak oleh mobil yang ada di depanku. Aku meminta Kak Ivan untuk berhenti dan aku turun dari motor. Sedangkan Kak Ivan memarkirkan motornya dulu.


Betapa terkejutnya aku melihat wanita itu. Ternyata itu Kak Tiara.. Ya allah, kenapa wajahnya sangat berbeda sekali. Aku segera menghampirinya dan bertanya apa benar dia Kak Tiara atau bukan. Takutnya salah orang.


"Kak,,,, Kak Tiara?? Ini benar Kak Tiara bukan?" Tanyaku.


Kemudian dia mendongakkan kepalanya. "Maria.... Ini Kak Tiara,, Tolong aku Mar."


Kak Tiara berdiri lalu memelukku sambil menangis. "Kak Tiara kenapa?"


Kak Tiara tidak menjawab, dia terus menangis. Akhirnya Kak Ivan menghampiri kami dan bertanya, "Itu siapa sayang?"


"Sepupu aku Kak."


Kak ivan menyarankan agar Kak Tiara di bawa pulang ke rumahku dulu. Kak Ivan menelpon seseorang, entah siapa itu. Tapi tidak lama kemudian datanglah mobil mewah dan Kak Ivan mengambil alih mengemudikan mobil itu. Saat aku tanya, katanya pinjem punya temannya.


Aku pun tak banyak tanya lagi dan langsung naik mobil itu bersama Kak Tiara di bagian tengah. Kami bertiga di mobil dan aku masih terus menenangkan Kak Tiara yang terus saja menangis.


Kondisinya sangat memprihatikan. Dulu, Kak Tiara sangat cantik dan terawat mirip artis Korea. Sekarang wajahnya kusam dan Kulit yang dulu putih mulus menjadi putih pucat tidak terurus. Rambut yang hitam panjang berkilau menjadi lepek dan bercabang.


Sungguh tidak bisa di percaya, Kak Tiara yang seorang kembang desa bisa menjadi seperti ini nasibnya. Entah apa yang terjadi aku belum tau. Karena sedari tadi Kak Tiara belum cerita apapun dan hanya menangis saja.


Aku melihat Kak Tiara terus memandangi Kak Ivan yang sedang mengemudi. Membuat hatiku menjadi panas bak air yang mendidih. Entah perasaan cemburu atau apa, tapi kenapa tatapan Kak Tiara terlihat begitu mengagumi Kak Ivan. Aku takut Kak Tiara merebut Kak Ivan.


Begini nih kalau punya pacar tampan, jadi pusat perhatian orang-orang apalagi kaum hawa. Aku sadar nggak seharusnya aku cemburu karena aku pun belum tau titik permasalahannya dimana.


Melihat kondisinya sekarang aku yakin ada masalah besar dalam rumah tangganya. Biarlah nanti aku tanya di rumah sama mamah.

__ADS_1


Kak Ivan yang dari tadi mengemudi melihatku dari kaca depan dan tersenyum manis kepadaku. Aku jadi berpikir, apa Kak Ivan akan setia kepadaku? Aku terus ketakutan, takut Kak Ivan akan mengkhianati aku. Aku harus bagaimana.?


...****************...


__ADS_2