INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Koma


__ADS_3

Sudah tiga hari Indra di rawat tapi belum sadar juga. Dokter bilang bahwa kondisinya memburuk. Aku shock. Setiap pulang sekolah aku selalu ke Rumah Sakit dulu untuk melihat kondisi Indra.


Di sekolah aku pun tidak konsentrasi mengikuti pelajaran. Sampai-sampai Daffa selalu mengagetkanku karena sering melamun. Sekarang setiap hari aku selalu pulang bersama Daffa sekalian ke Rumah Sakit dulu.


Aku duduk di samping Indra yang sedang terbaring. Ku genggam tangannya yang lemah tak berdaya, aku cium tangannya, dan ku usap wajahnya dengan lembut.


Indra.. Apa kau mendengarkan aku?


Ku mohon sadar lah aku nggak mau kehilangan kamu Indra.. Aku mencintaimu.. Aku sayang kamu..


Ya Allah selamatkan Indra..


Aku terus berdoa dalam hati untuk keselamatan Indra. Teringat semua kenangan indah bersama Indra. Saat di kelas, saat main ke Curug, saat kita ke danau.. Semua flashback kenangan itu bermunculan di kepalaku..


Kamu yang terbaik Indra, kamu benar-benar cinta sejati aku. Aku sudah tidak bisa mencintai pria lain lagi selain kamu sayang.. Kamu selalu ada di hatiku, entah sekarang atau nanti kamu bintang di hatiku. Tidak ada yang bisa menggantikan posisi kamu di hatiku.


Air mata terus mengalir di pipiku. Daffa yang dari tadi berdiri di belakangku memberikan aku tisu. Dia juga sedih, dia menangis melihat sepupunya terbaring lemah seperti ini. Dia memelukku, Daffa memelukku dan mengusap air mata ku. Sikap yang selalu Indra perlakukan padaku, dia mencoba menghiburku dan berkata,


"Sabar Mar, aku juga sedih. Tapi aku tau kamu kuat, aku akan selalu ada buat kamu."


Aku mencoba melepaskan pelukannya, tapi Daffa malah mempererat pelukannya. Dia menatap mataku yang sudah sembab gara-gara menangis terus, dia usap air mataku yang terus mengalir.


"Indra pasti sedih melihat kamu kayak gini Mar."


"Kamu nggak ngerasain apa yang aku rasain. Aku kehilangan orang yang berharga banget buat aku."

__ADS_1


Daffa melepaskan pelukannya. "Aku ngerti Mar, ngerti banget. Tapi kalau kamu gini terus, gimana Indra mau semangat buat bertahan hidup?".


Aku bergeming.


Menunduk.


Dan seluruh tubuhku terasa lemas sekali.


Aku sudah tak tahan ya Allah, kenapa engkau beri aku cobaan yang berat ini.


Indra sama sekali tidak bergerak. Dia tidak merespon semua yang aku ucapkan..


Apa mimpi yang waktu itu...


Flashback


Aku kehilangan tenaga, bahkan hanya untuk sekedar bersuara pun aku tidak sanggup. kenapa ini? Apa yang sebenarnya terjadi.


Aku terus berteriak memanggil nama Indra tapi sosok Indra semakin memudar..


Terus memudar...


.


.

__ADS_1


.


Dan...


.


.


.


Hilang... !!


Aku berteriak.. INDRAAAAA..


Mimpi itu.. Apa itu pertanda bahwa aku akan berpisah dengan Indra secepat ini? Secepat inikah ya Allah. Kenapa? Kenapa Kau hadirkan seseorang yang sangat mencintai dan menyayangiku setulus hatinya, tapi Kau mengambilnya kembali di saat aku sudah benar-benar mencintainya juga.


Sesakit ini ya Allah yang aku rasakan. Aku mohon sembuhkan Indra, selamatkan Indra..


Mamah datang bersama Ibu, ayah dan Riri. Mereka menunggu aku di luar ruangan. Karena hanya dua orang yang di perbolehkan melihat pasien. Aku mencium kening Indra, mencium pipinya yang terasa sangat dingin.


Daffa melihatku yang mencium Indra, dia memalingkan wajahnya. Entah apa yang di pikirkan nya, aku tidak peduli. Aku pun keluar bersama Daffa dan memeluk ibu. Ibu dan aku menangis bersama. Kami saling menguatkan agar Indra bisa segera sadar dari koma nya.


Ku lihat wajah ayah yang semakin pucat dan Mamah menatapku sendu. Sepertinya mamah juga tidak rela harus kehilangan Indra yang sudah seperti anak mamah sendiri.


Indra yang baik dan sopan membuat mamah seperti melihat sosok papah. Inikah yang mamah rasakan saat kehilangan papah dulu? Sehingga mamah baru bisa bangkit beberapa tahun setelah papah pergi. Sekarang aku mengerti bagaimana rasanya mah. Di tinggal oleh orang terkasih, itu hal paling menyakitkan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2