
Ketika bel masuk berbunyi aku dan Daffa segera duduk di tempat masing-masing. Panitia OSIS datang dan segera memberitahukan apa saja yang harus kita lakukan sekarang.
"Hari ini kalian semua harus meminta tanda tangan semua anggota OSIS yang berjumlah dua puluh satu orang, termasuk kami. Para anggota OSIS yang lain akan menyebar di seluruh area sekolah ini. Tugas kalian menemukan mereka, siapa namanya dan meminta tanda tangannya bagaimanapun caranya. Setiap kelas akan di cek apakah benar-benar melakukan tugas ini? Kalau kalian berhasil, seragam sekolah ini akan langsung kami berikan. Tapi kalau tidak seragam sekolah kalian akan di bagikan satu Minggu kemudian. Paham..!!" Ucap Kak Radi panjang lebar.
"Paham Kak..." Jawab kami serempak.
Kami memulai dengan meminta tanda tangan OSIS yang ada di kelas.. Tapi kok Kak Ivan nggak ada di sini ya, dimana sih dia.
"Mar, ayo keluar. Kita cari OSIS yang lain.."
Aku mengikuti Daffa, kita sudah dapat tiga tanda tangan OSIS, berarti tinggal delapan belas lagi yang masih harus kami cari. Dan kami di beri waktu hanya sampai Dzuhur saja. Karena acara habis Dzuhur adalah penutup dan doa.
"Daffa kemana sih.. Tadi perasaan masih di belakang aku."
Aku celingukan ke kanan kiri mencari Daffa yang menghilang begitu saja, "Ya udah lah aku sendiri aja, dasar nggak bisa di percaya omongannya." Aku pun mencari ke seluruh area sekolah anggota OSIS lainnya.
__ADS_1
Pertama aku mau ke tempat paling ujung di sekolah yaitu perpustakaan. Biar gampang nanti tempat paling akhir yang aku datangin adalah pos satpam.
Oke, aku berjalan sendirian menuju perpustakaan paling belakang sekolah ini, berbatasan dengan sawah-sawah yang membentang sepanjang jalan. Tapi di sana yang ku lihat hanya ada anak-anak 11 IPS 2 yang sedang di ajari oleh guru akuntansi untuk persiapan lomba akuntasi tingkat provinsi. Aku pun meminta maaf sudah mengganggu mereka.
Lanjut ke area ekskul musik, di sana sepertinya ada orang. Aku menghampiri mereka. Dan benar saja itu OSIS nya ada double tape di name tag nya. Aku pun berlari dan meminta tanda tangan mereka yang berjumlah tiga orang, dan bertanya siapa namanya.
Sudah terkumpul 6 tanda tangan.. Berarti sisa 15 lagi yang harus aku cari. Aku terus mencari ke kantin ada 2 orang, ke laboratorium IPA , ke lab komputer, masing-masing ada 2 orang, itu artinya aku sudah mengumpulkan 12 tanda tangan, sisa 9 orang lagi.
Huh, lumayan juga ya jalan-jalan di sekolah ini, capek.. Ku lihat jam yang ada di tanganku sudah menunjukkan pukul 10.30. Aduh, ini gimana satu jam setengah lagi udah Dzuhur, tapi masih banyak yang belum aku dapatkan..
Aku berjalan menuju ruang guru, di sana hanya ada Kepsek, Bu Sinta dan staf guru lainnya. tidak ada OSIS.
Aku pun duduk di bangku karena capek. Saat aku sedang menuliskan ulang nama-nama OSIS yang tadi tiba-tiba dari belakang ada yang ngagetin aku.
"Darr...."
__ADS_1
"Astagfirullah.. Dafffffffaaaa aku kaget tau. Ampe mau copot nih jantung. Gimana kalau aku mati coba."
"Santai Bro... Aku udah dapetin semua nih. Kamu udah dapet belum?"
"Kurang 7 lagi, udah capek keliling-keliling sekolah."
Daffa pun mengambil kertas satu lagi yang dia sembunyikan di buku yang satunya. "Nih, pake yang ini aja."
"Hah? Kamu udah dapet semua? Gimana caranya?"
"Udah dong, Daffa gitu loh. Kamu nggak usah tau yang penting semua udah ada TTD nya ya.. Ayok capcus berangkat..."
Aku hanya bisa mengerutkan alisku.. Ko bisa sih? Gimana caranya? Berarti dari tadi dia bawa kertas nya dua dong.. satu buat dia satu buat aku. Kenapa dia nggak bilang sama aku sih, tau gitu kan aku bisa bareng-bareng minta tanda tangannya. Jadi suudzon kan aku sama dia.
Ah bodo amat!! Yang penting udah berhasil ngumpulin 21 tanda tangan OSIS. Dan sekarang waktunya menyerahkan kertas itu terus dapet seragam baru deh..
__ADS_1
Aku pun pergi ke kelas untuk menyerahkan kertas ini ke Kak Radi.. Ternyata ada 5 orang yang tidak berhasil, sehingga penyerahan seragam pun di undur satu Minggu untuk mereka. Sedangkan aku dan Daffa sudah mendapatkan seragam kami.
...****************...