
Sepulang sekolah aku minta izin sama mamah mau ke rumah Indra untuk bertemu ayahnya.. Tak lupa aku mengemas mainan yang akan aku kasih sama Riri, pasti dia senang.
Setelah aku sampai rumah Indra, Riri langsung memelukku. menggemaskan sekali dia. Aku kasih mainan yang sudah aku bawa tadi, dia senang sekali menerima mainan itu dan aku pun ikut senang.
Aku masuk ke dalam rumah, di kursi terlihat ayahnya Indra sedang minum kopi, aku mengucapkan salam dan mencium tangannya.
Indra memanggil ibu untuk menemaniku ngobrol dengan ayahnya. Aku pun mengucapkan salam kepada ibu.
Ayah Indra bertanya tentang sekolah ku, kemana aku akan melanjutkan sekolah. Sepertinya sedikit banyak ibu sudah cerita tentang aku.
"Kata Indra kamu mau melanjutkan sekolah ke SMA ya?"
"Iya yah saya mau melanjutkan ke SMA 1 xxxxx."
"Itu kan SMA favorit Se_kabupaten, hanya yang nilainya tinggi yang bisa masuk situ. Kenapa nggak sama kayak Indra aja masuk SMK biar bisa bersama-sama?"
Saat aku mau menjawab, di luar Riri berteriak. Kami pun panik dan langsung keluar. Riri jatuh dari atas pohon, dia menangis keras sekali.
Indra segera menggendong adiknya itu, ibu terlihat panik dan ayah segera memanggil tukang urut samping rumah takutnya kenapa-kenapa.
Aku jadi ikutan panik dan bingung harus berbuat apa. Aku pamit pulang aja deh daripada salah tingkah.
__ADS_1
Aku pamit untuk segera pulang. Indra minta izin kepada ibunya untuk mengantarkan aku pulang dulu.
"Ibu, ayah. Saya pamit pulang dulu ya. Nanti saya kesini lagi, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam. Aa, hati-hati bawa motornya ya." Ucap ayah.
"Iya yah. AA Anter Maria dulu."
***
5 bulan sudah aku berpacaran dengan Indra. Hatiku selalu senang kalau dekat dengannya.. Dia sosok yang penyayang dan lembut, selalu mengerti keadaan aku.
Rasanya aku jadi ingin menikah muda.. hehe !!
Aku turun dari motor, sebelum Indra pulang dia menarik tanganku dan mencium keningku. Aku terkejut sekali karena baru pertama kali ini dia berani cium aku.
Indra gugup, dia meminta maaf padaku dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Aku hanya terdiam bingung mau jawab apa.
Setelah Indra pergi aku melihat ada seorang wanita di dalam yang sedang berbicara dengan mamah kayaknya aku kenal deh. Eh benar, ternyata dia Tante Hyurin.
Dia menangis sambil bercerita depan mamah, melihat kedatanganku Tante itu menghentikan ceritanya. Aku yang merasa tidak enak langsung masuk ke kamar.
__ADS_1
Menjelang Maghrib Tante itu pamit pulang. Aku mendengar suara mobil yang melaju semakin menjauh. Kasian Tante itu kelihatannya dia tidak bahagia dengan pernikahannya.
Malam harinya aku bertanya sama mamah, Tante itu kenapa kesini tumben sekali.. Kata mamah dia menyesal menyetujui pernikahannya dengan Pak Rizal, dia sangat kasar dan cepat sekali marah. Anaknya Hyurin selalu dia pukul kalau sedang marah.
Ya.. Hyurin adalah seorang janda cantik, muda dan kaya. Mantan suaminya seorang CEO dan meninggal karena kecelakaan. Hyurin mempunyai seorang anak laki-laki berumur 7 tahun.
Hyurin sudah tidak kuat menghadapi suaminya. Dia ingin mengajukan gugatan cerai dan dia kesini untuk meminta bantuan mamah mencarikan pengacara teman papah yang bernama Pak Gunawan.
Aku heran deh sama bapaknya Kia, sebenarnya maunya dia apa sih. Udah di kasih istri cantik, kaya, masih aja kayak begitu ga berubah. Nggak ada rasa bersyukur sama sekali. Kayak nya besok aku harus ceritain ini sama kia.
***
Malam semakin larut sulit sekali memejamkan mata. Aku gugup sekali. Besok hari perpisahan dan aku harus memakai kebaya.
Aku takut kalau di make up, takut semakin jelek seperti waktu nikahan kak Tiara.. Gimana ya kalau teman-teman mentertawakan aku. Tapi kalau nggak di make up nanti malah tambah jadi bahan gosip lagi.
Jam 2 dini hari aku baru bisa memejamkan mata. Perasaan baru saja memejamkan mata, tapi kenapa sudah adzan subuh. Ah kepala ku pusing sekali, mataku pun berkunang-kunang.
Ku pejamkan mataku sebentar tapi malah semakin pusing. hari ini kan perpisahan.. Aduh gimana ni.
Mamah masuk ke kamar dan melihat wajahku yang pucat. Mamah langsung memberikan aku obat dan menyuruhku istirahat sebelum berangkat ke sekolah untuk perpisahan..
__ADS_1
...****************...